Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Loe gobloknya kelewatan


__ADS_3

Di tempat Gracia


Gracia yang melihat itu semua di sosial media semakin menggila, dia bahkan melukai dirinya sendiri membuat bawahannya panik.


"Rara kamu harus mati, kamu sudah merusak semuanya, kamu harus mati," teriak Gracia histeris.


"Siapkan semuanya, tembak mati Rara pokoknya harus mati," perintah Gracia kepada bawahannya.


Bawahannya pun terkejut mendengar perintah Gracia tanpa rencana terlebih dahulu, sementara biasanya Gracia pasti merencanakan secara matang-matang jika ingin melakukan rencana jahat agar tidak ketahuan sama sekali tetapi sekarang dia menyuruh berdasarkan sakit hatinya.


"Apa kamu gila Gracia," ucap Ayah Gracia yang sudah mendengar semua ucapan anaknya itu, rencananya yang tidak matang sama sekali.


"Kamu mau kita tertangkap dan kamu juga akan tertangkap, habislah semua yang kita kumpulkan selama ini, bisnis gelap kita kalau sampai kamu tertangkap," ucap Ayah Gracia lagi yang membuat Gracia langsung melihat ayahnya.


"Siapkan obat lalu obati tangan dia ini," perintah Ayah Gracia terhadap salah satu bawahan Gracia. Dan dia pun segera melakukan apa yang di perintahkan kepadanya.


"Aku sudah muak dengan semua ini Ayah, aku mencintai dan mengincar Rafa tapi Ayah lihat bukan aku yang bersama Rafa Ayah, orang lain yang bersama dia Ayah orang lain, harusnya aku yang bersama dia, dulu Rafa sangat mencintai aku kenapa dia tega melakukan ini" ucap Gracia sambil mengeluarkan air matanya.


"Aku akan membunuh wanita itu agar Rafa kembali kepadaku," ucap Gracia lagi.


"Semuanya bisa Gracia, kalau kamu mau membunuh wanita yang bersama Rafa bisa tapi kamu harus susun rencana baik-baik jangan gegabah seperti ini, kamu kira Rafa itu orang biasa, Rafa itu nggak cerdas jadi kamu mau melakukan seenaknya kamu saja, kamu harus susun baik-baik rencana Gracia, ingat yang kamu hadapi ini keluarga Alexander yang kamu kejar ini Rafandra Alexander" ucap Ayah Gracia lagi.


"Aku sudah tidak bisa berpikir lagi Ayah, aku sudah malas berpikir lagi, pokoknya sekarang aku ingin membunuh wanita itu," ucap Gracia lagi.

__ADS_1


"Jangan pernah lakukan itu sekarang Gracia, apa kamu tidak pernah berpikir kalau sekarang kamu lagi di jebak, dia sengaja melakukan itu agar kamu sakit hati dan tidak bisa berpikir jernih lagi, kamu lalu memunculkan dirimu biarpun kamu menyuruh bawahanmu juga melakukan itu tetap saja kamu akan di dapat, Ayah yakin wanita itu pasti sudah di jaga sebaik-baiknya, mereka lagi menunggu kamu makan umpan mereka lalu menangkap kamu, ingat baik-baik ini Gracia sekarang kamu sedang dalam pelarian," ucap Ayah Gracia.


Gracia pun langsung terdiam begitu mendengar ucapan ayahnya.


"Lalu sekarang aku harus bagaimana Ayah, aku benar-benar tidak terima dia hidup bahagia dengan wanita itu," ucap Gracia lagi.


"Kamu sabar saja dulu sambil kamu menyusun rencana yang benar-benar matang, lalu Ayah baru mengizinkan kamu jika kamu ingin membunuh wanita itu," ucap Ayah Gracia.


"Ayah darimana tahu tentang semua ini dan sejak kapan Ayah datang?" tanya Gracia.


"Ayah datang barusan banget dan Ayah tahu juga dari media sosial tentang mantan kamu itu yang kamu bilang sudah berhasil dapatkan dia lagi belum lama ini, makanya Ayah cepat datang kesini karena Ayah tahu kamu ditipu dia sekarang, Ayah sudah tahu kalau kamu tidak bisa menerima semua itu, kamu tidak pernah mau terima kekalahan, iyakan," ucap Ayah Gracia lagi.


"Iya ayah aku tidak pernah mau menerima kekalahan, sebenarnya Rafa itu masih sangat mencintai aku tapi karena wanita tidak tahu diri itu makanya dia berpaling dari aku, jadi jalan satu-satunya supaya Rafa kembali kepadaku yaitu dengan membunuh wanita itu secara halus," ucap Gracia lagi dengan senyuman liciknya.


"Ayo obati tangan dia," perintah Ayah Gracia kepada bawahan Gracia.


#########


"Ini kita lagi di prank yah mana mungkin Rafa menikahi pelayan kampungan itu," ucap Fania juga tidak terima.


"Rafa tidak cocok sama sekali dengan Rara atau jangan-jangan Rara sengaja menjebak Rafa sewaktu mereka pacaran hingga Rafa harus menikahi Rara," sambung Fania lagi yang sangat tidak terima jika Rara menjadi istri Rafa.


"Gue harus ketemu dengan Rafa, buat menanyakan semuanya, ini pasti tidak benar, tidak mungkin Rafa menikahi pelayan secara dia orang yang sangat kaya raya, ucap Zahra dan hendak pergi namun Fania malah menahan tangan Zahra.

__ADS_1


"Kenapa sih Fania?" ucap Zahra kesal.


"Loe yakin mau pergi dengan penampilan seperti itu, yang ada loe di usir dan gue bakalan malu" ucap Fania heran sendiri.


Zahra pun baru menyadari penampilannya dan dengan segera dia berdandan dan memakai pakaian yang rapi dan juga bagus.


Gila dia nggak mandi batin Fania heran sendiri.


"Ayo kita pergi atau loe disini ajah biar gue yang pergi," ucap Zahra lagi begitu melihat Fania yang hanya diam.


"Lebih baik kita nggak usah pergi dulu deh Zahra, disana tuh banyak wartawan terus loe tahu sendirikan Rafa sama kita itu kayak gimana terutama sama loe, dia udah benci banget sama loe, loe mau Rafa menghina kita di depan umum dan sudah pasti kita bakalan malu banget jadi lebih baik kita tunggu sampai wartawan nggak ada lagi, baru kita pergi menemui Rafa," ucap Fania memberikan saran.


"Oh iya disana Fandi juga ada, jadi lebih baik jangan dulu deh," ucap Fania lagi.


"Bagus lagi kalau ada wartawan Fania kita bisa membongkar kejelekan Rara yang hanya seorang pelayan, orang-orang harus tahu kalau Rafa itu nggak pantas bersama dengan pelayan, loe nggak lihat wajah sok kecantikan si pelayan kampungan itu," ucap Zahra dengan emosinya.


"Gue harus menyadarkan Rafa kalau dia hanya di manfaatkan oleh pelayan miskin itu kalau memang benar mereka telah menikah, karena Rafa kan kaya raya sudah pasti Rara mengincar kekayaan Rafa saja," ucap Zahra lagi.


"Loe ini ****** banget sih Zahra, dengar yah jangan pernah lakukan hal bodoh semacam itu, bikin malu ajah tahu nggak," ucap Fania.


"Loe kenapa sih Fania, dengar yah Rafa itu mencintai gue pernah bahkan sangat mencintai gue hanya karena gue menolak dia saja makanya dia bersama dengan Rara, kalau gue nggak menolak dia mana mungkin dia bisa bersama dengan Rara wanita pelayan kampungan itu yang nggak cocok sama sekali dengan dia, gue harus bilang kepada Rafa kalau gue sudah menerima cintanya di depan wartawan," ucap Zahra yang malah membuat Fania benar-benar geleng kepala.


"Loe gobloknya kelewatan tahu nggak Zahra," ucap Fania.

__ADS_1


__ADS_2