
"Kakak kamu sangat menyayangi kamu yah Ana,, terlihat jelas dari cara dia memperlakukan kamu," ucap Mama Reno.
"Oh itu sudah pasti,, Aldi memang sangat menyayangi Ana tante," ucap Citra.
"Tapi dia suka gangguin aku tuh," ucap Ana.
"Iya walaupun dia suka gangguin kamu tapi dia kakak yang sangat menyayangi kamu,, tante tau itu," ucap Mama Reno.
Tiba-tiba pintu terbuka kembali dan ternyata Reno yang datang.
"Aku datang di waktu yang tidak tepat yah? kok semuanya lihatin aku kayak gitu?" ucap Reno sambil berjalan masuk.
"Nggak kok,, tadi aku pikir Aldi lagi yang masuk ternyata kamu,, cepat banget kamu ke pemakaman pacarmu bukannya harusnya lama-lama yah,, biasanya orang lain pasti lama," ucap Citra langsung.
"Kamu ini kepo banget sih sama urusan orang,, terserah dia dong," ucap Fandi.
"Terserah aku juga dong mau bertanya atau nggak," ucap Citra.
Rafa dan Rara hanya menggelengkan kepalanya kalau mendengar Fandi dan Citra adu ucapan.
"Aku cepat karena di sana ada temannya Fania,, Zahra kalian pasti sudah tau kan?" ucap Reno.
"Dia itu sangat ribut banget dan masih saja menuduh aku sembarangan jadi lebih baik aku pulang saja,, dan nanti ketika dia nggak ada baru aku datang lagi," ucap Reno.
"Oh Zahra emang dia seperti itu, aku nggak kaget kalau dia mahh,," ucap Fandi.
"Hmmm iya," ucap Reno.
"Oh iya kakak kamu mana Ana?" tanya Reno karena tidak melihat Aldi.
"Dia lagi pergi mengurus administrasi,, karena aku akan dipindahkan ke rumah sakitnya kak Rafa dan di sana juga aku akan mendapatkan perawatan," ucap Ana.
"Kamu nggak ketemu dengan dia tadi?" tanya mama Reno.
Reno menggelengkan kepalanya.
"Nggak ma," ucap Reno.
Tak lama Aldi pun kembali masuk ke dalam ruangan Ana.
__ADS_1
"Udah kak?" tanya Ana.
"Udah, mereka masih mengurus untuk pemindahan kamu," ucap Aldi.
############
Sementara Zahra masih sangat kesal pada Reno,, dan dia juga bingung mau melakukan apa disaat sendiri.
###########
Setelah Ana di pindahkan,, tersisa Aldi dan Citra sajalah di rumah sakit menemani Ana,, Reno sebenarnya masih ingin menemani Ana,, namun dia disuruh Aldi untuk mengantarkan mamanya pulang dan tidak apa-apa jika dia tidak menemani Ana.
Sedangkan Fandi,, Rara dan Rafa juga di suruh pulang oleh Aldi karena tidak enak mengganggu waktu mereka. Meskipun di awal-awal mereka tidak mau pulang namun karena paksaan akhirnya mereka mengalah untuk pulang dan akan datang lagi tentunya nanti.
Aldi juga tidak memberitahukan kedua orang tuanya dulu karena takut akan berdampak pada kesehatan kedua orang tuanya jika tau Ana kecelakaan dan sekarang sedang lumpuh. Aldi sudah cukup berpengalaman pada waktu dia terkena tembakan kedua orang tua sangat khawatir.
Beruntung kedua orang tua Aldi tidak berada di Indonesia karena mereka memang lebih sibuk dengan perusahaan di luar Negeri. Di Indonesia Aldi lah yang urus.
"Ana sepertinya Reno itu suka deh sama kamu," ucap Citra yang langsung membuat Aldi melihatnya ketika Aldi sedang menyuapi Ana.
Ana pun langsung berhenti mengunyah begitu mendengar ucapan Citra dan ikut melihat ke arah Citra.
Aldi pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ana.
"Sepertinya kamu memang benar dek,, dia sudah nggak waras," ucap Aldi setelah menyelesaikan tawanya.
"Isshh enak aja kalian aku masih waras tau, yah abis aku lihat dia perhatian banget sama kamu Ana,, dia mau menjaga kamu sampai kamu sembuh,, dia itu suka sama kali hanya dia nggak sadar aja," ucap Citra.
"Udah deh Cit,, kamu lebih baik istirahat saja sepertinya kamu sangat capek makanya jadi ngawur begini ngomongnya," ucap Ana.
"Iya benar yang dikatakan Ana,, istirahat aja kamu Citra,, dasar aneh," ucap Aldi.
"Ishhh di bilangin juga,, aku nggak capek kok ini,, coba deh kamu pikir-pikir lagi Ana," ucap Citra.
"Ya ampun Cit,, aku itu sudah berpikir,, udah deh jangan bicara sembarangan,, kasihan tau,, Almarhumah Fania baru meninggal dan kamu sudah bicara seperti itu,, mereka itu saling mencintai banget loh," ucap Ana sambil menggelengkan kepalanya melihat Citra.
"Hmmm iya deh,, aku mau tidur aja nggak ada yang percaya sama aku," ucap Citra.
"Tidur? cepat banget kamu mau tidur Cit," ucap Aldi.
__ADS_1
"Yah nggak ada juga yang percaya sama aku,, lebih baik aku tidur aja kalau gitu," ucap Citra.
"Ya udah deh kamu tidur aja," ucap Ana sambil tersenyum.
##########
Sementara Reno yang sedang berada di dalam mobilnya bersama mamanya terlihat masih sangat sedih dengan meninggalnya Fania,, dia menjadi lebih sedih lagi begitu melewati tempat kecelakaan Fania.
Mama Reno mengerti dengan perasaan anaknya itu jadi dia diam saja,, dia membiarkan Reno untuk sedih,, mengeluarkan semua kesedihan yang dia rasakan dia tidak mau dulu membahas apa-apa,, yang penting dia sudah sangat senang karena Reno mau menjaga Ana.
###########
Sementara Rafa yang berada di dalam rumah bersama Rara sedang duduk sambil menikmati pijatan istrinya.
"Sayang kamu jangan sembarangan lagi yah percaya sama orang,," ucap Rafa karena mengingat istrinya yang di culik.
"Iya,, aku nggak akan sembarangan lagi percaya sama orang,, maafkan aku tadi karena membuat kamu khawatir," ucap Rara.
Rafa pun membawa Rara agar duduk di pangkuannya.
"Pokoknya mulai sekarang kalau ada yang aneh tanyakan dulu padaku,, oke?" ucap Rafa sambil mencolek hidung Rara.
"Iya aku pasti tanyakan,, sekarang lepasin aku mau lanjut pijitin kamu lagi," ucap Rara.
"Udah sayang nggak usah di lanjutin,, kamu duduk disini aja," ucap Rafa lalu mengecup bibir Rara.
"Ya ampun," ucap Rara karena Rafa langsung main kecup-kecup saja.
Rafa langsung tersenyum begitu melihat ekspresi wajah istrinya.
"Tau nggak sayang aku benar-benar nggak menyangka kalau Ana akan berurusan dengan Fania loh,," ucap Rafa.
"Sama aku juga,, tapi aku takut Ana akan dalam bahaya meskipun Reno mau menjaga Ana,,, karena Fania dan Zahra kan teman dekat,, kamu mengerti kan maksud aku?" ucap Rara sambil melihat Rafa.
"Iya aku mengerti kok,,, tapi jangan lupakan Aldi,, dia nggak mungkin nggak menjaga adiknya,, kamu saja dia jaga apalagi adiknya,,," ucap Rafa sambil tersenyum.
"Iya juga sih," ucap Rara.
Sementara di luar pak satpam benar-benar shock begitu membaca tulisan di kertas yang dilemparkan di luar gerbang rumah Rafa,,, namun dia masih dengar bunyinya karena kertas itu di lempar beserta dengan batu.
__ADS_1