
Reno yang mendengar ponselnya berdering segera melihat siapa yang meneleponnya sedangkan mama Reno langsung penasaran siapa yang menelepon anaknya,,, dia terus memperhatikan Reno.
Reno terkejut begitu melihat nama kontak yang meneleponnya ternyata Fania,, jauh di dalam lubuk hatinya dia sangat senang karena Fania menelepon dirinya tapi dia juga pusing bagaimana mau mengangkat panggilan telfon dari Fania karena ada mamanya yang jelas-jelas tidak menyukai Fania dan melarang Reno untuk pergi dari dapur.
Duh gimana dong nih cara mengangkat panggilan telfon dari Fania kalau disini ada mama aku,,, mama aku pasti akan marah-marah nih kalau tau aku mengangkat panggilan telfon dari Fania,, sedangkan aku udah kangen banget sama Fania,, terus jarang banget dia mau nelfon duluan begini disaat dia lagi marah,, jadi tambah penasaran banget aku pengen tau alasan dia nelfon itu karena apa,,, siapa tau aja kan karena dia kangen dan nggak mau marah lagi,,, iya siapa tau itu atau jangan-jangan aku mau diputuskan lagi,,, duhhh nggak bakalan terima aku,, batin Reno yang sudah menduga-duga terlebih dahulu ketika Fania meneleponnya duluan disaat marah dan dia juga pusing bagaimana cara mengangkat panggilan telfon dari Fania jika ada mamanya yang sudah memantau dia terus.
Mamanya semakin curiga pada Reno begitu melihat ekspresi wajah Reno. Sedangkan Ana hanya melihat heran pada Reno yang tiba-tiba langsung diam dan seperti orang yang sedang kebingungan.
Melihat dari perubahan ekspresi wajah Reno,, itu mungkin Fania yang meneleponnya dan dia bingung bagaimana cara mengangkat panggilan telfon dari Fania karena disini ada aku,, awas saja Reno kalau kamu mengangkat panggilan telfon dari wanita itu di depan mama,,,, kamu yang bakalan mama masak bukan lagi ayam,, batin Mama Reno.
Reno sangat berusaha mencari alasan karena Fania terus menelepon.
Astaga berpikirlah cepat otak,, tapi aku benar-benar agak susah nih berpikir jika di lihatin dengan mama seperti ini,, mana Fania nelfon terus lagi,, kenapa nggak dari tadi sih kamu nelfon Fania biar aku dengan cepat mengangkat panggilan telfon dari kamu,, batin Reno ngenes.
"Duhhh Reno kok nggak angkat-angkat sih panggilan telfon dari aku,, dia lagi ngapain sih,," ucap Fania kesal yang masih di lihat-lihat oleh Zahra.
"Dia lagi selingkuh kali Fania,, udah nggak usah nelfon lagi hargai selingkuhan dia,," ucap Zahra sambil menahan tawanya.
"Tega banget sih kamu Zahra bicara seperti itu,, Reno nggak mungkin selingkuh dari aku tau,, dia pasti lagi sibuk saja mungkin bukan selingkuh,,, iya aku yakin banget,," ucap Fania yang berusaha meyakinkan dirinya.
"Ya udah nggak usah ganggu dulu kalau memang di dalam hati kamu yakin dia lagi sibuk,, kan percuma saja kamu telfon dia pasti nggak angkat kalau dia lagi sibuk seperti kata kamu,," ucap Zahra lagi.
Fania tampak berpikir karena sebenarnya dia sangat ingin Reno mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
"Aku akan tetap menelepon dia Zahra sampai dia angkat panggilan telfon dari aku,," ucap Fania yakin.
"Hem kamu nggak pengertian banget Fania,, dia itu lagi sibuk seperti kata kamu,, nanti saja kamu nelfon lagi,, atau kamu tunggu saja dia nelfon kamu duluan,, karena kalau dia sayang sama kamu,, begitu dia melihat panggilan telfon dari kamu sudah pasti dia akan menelepon kamu balik dengan segera,, percaya deh sama aku,," ucap Zahra lagi dan membuat Fania lagi-lagi berpikir.
Duhh gimana yah,, tapi aku benar-benar penasaran Reno lagi ngapain sekarang kenapa dia nggak angkat panggilan telfon dari aku,, sebenarnya aku kurang yakin dia itu sibuk karena dia kerja aja nggak tuh,, kuliah juga nggak,, lalu dia mau sibuk apa juga coba,, batin Fania yang benar-benar dilema.
Fania terus menelepon Reno,, tapi Reno tak kunjung mengangkat panggilan telfon dari Fania.
__ADS_1
"Zahra aku keluar dulu bentar yah,, aku harus bertemu dengan Reno,, aku penasaran dia lagi ngapain sekarang Zahra,," ucap Fania pada akhirnya karena Reno tak kunjung mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
Zahra langsung mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan Fania.
"Kamu mau keluar kemana sih Fania? udah kamu disini aja dan telfon Reno,, nggak usah keluar segala kamu kan juga nggak tau Reno lagi dimana sekarang,, jadi telfon dia saja disini,, oke? nggak usah keluar nanti kalau Reno sudah jelas keberadaannya dimana baru deh kalau kamu mau pergi bertemu dengan dia aku dukung," ucap Zahra.
"Tapi dia nggak angkat nih panggilan telfon dari aku,, sudah banyak kali juga aku telfon dia ngeselin banget tau nggak,, sekarang aku udah mikir macam-macam nih,," ucap Fania karena sudah banyak kali dia menelepon Reno tapi tak kunjung Reno mengangkat panggilan telfon dari dirinya,, hilang sudah pikiran positif Fania pada Reno sekarang yang ada pikiran negatif saja,, dia sudah berpikir bahwa Reno sedang bersama dengan wanita lain sekarang,, dan dia nggak mau diganggu makanya dia tidak mau mengangkat panggilan telfon dari Fania.
Zahra hanya tertawa begitu melihat Fania yang sedang kesal.
"Kok kamu malah tertawa sih Zahra,,, tega banget kamu tuh,," ucap Fania kesal tertawa di atas kekesalan teman sendiri.
"Yah abis lucu aja sih lihat kamu kesal seperti ini hanya karena Reno,," ledek Zahra.
Fania malas menggubris ucapan Zahra dan terus menelepon Reno sedangkan Reno semakin pusing karena Fania terus saja menelepon dirinya tapi dia tidak bisa untuk mengangkat panggilan telfon dari Fania karena ada mamanya,, Reno menjaga perasaan mamanya, dan dia juga tidak mau kalau telinganya di jewer di depan Ana,, sebagai cowok dia akan sangat malu sekali.
Duhh Fania kenapa nelfon terus disaat yang tidak tepat yah,,, ini mama aku lihatin aku seperti sudah mau memakan aku saja,,, semoga saja mama aku nggak jewer telinga aku deh,,, malu banget pasti kalau di depan wanita ini,, pasti aku di ledekin,,, mau mengirimkan dia pesan pasti Mama akan semakin curiga saja,,, susah banget kalau punya mama pintar begini jadinya,,, batin Reno.
"Sabar Fania sabar,, nggak usah marah-marah,, oke," ucap Zahra mencoba menenangkan Fania.
"Gimana bisa sabar Zahra kalau Reno seperti ini,, nggak ada kabar sama sekali tadi katanya ada urusan penting nggak mau bilang-bilang sama kamu,, giliran aku udah menurunkan derajat aku sebagai cewek untuk menelepon dia duluan walaupun aku lagi marah,, dia malah nggak angkat,,, gimana coba aku bisa sabar kalau seperti ini Zahra,, coba deh kamu pikir kalau berada di posisi aku,, pasti kamu juga akan kesal,, bahkan kalau kamu mungkin lebih kesal lagi,," ucap Fania.
"Iya aku tau kok,, tapi percuma juga sih kamu marah-marah menghabiskan tenaga kamu saja,, tunggu sampai Reno angkat panggilan telfon dari kamu,, barulah kamu marahi dia sepuas kamu,, udah nggak usah telfon dia dulu,, bentar lagi kamu telfon dia,, itu sih saran dari aku yah,," ucap Zahra lagi.
"Nggak bisa Zahra,, aku sekarang jadi semakin ingin tau dia lagi ngapain,, aku jadi semakin ingin dia mengangkat panggilan telfon dari aku kalau seperti ini,, jadi aku harus menelepon dia terus sampai dia angkat,,, bagus kalau aku mengganggu dia,," ucap Fania sambil terus menelepon Reno.
"Ya udah deh semoga Reno angkat yah panggilan telfon dari kamu," ucap Zahra sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Fania yang sangat kesal pada Reno.
Sementara di rumah Reno.
"Reno siapa yang nelfon kamu itu,, kenapa kamu nggak angkat sih,, berisik banget," ucap mama Reno.
__ADS_1
"Ini bukan orang nelfon kok ma,, ini tuh suara musik biar mama terhibur ketika sedang memasak,," ucap Reno asal.
Ana hampir saja tertawa begitu mendengar alasan Reno yang tidak masuk akal itu menurutnya,, karena sudah jelas-jelas itu suara nada dering hp ketika ada orang menelepon.
"Hah suara musik,,, kamu pikir mama bodoh apa bisa di bohongi,, cepat katakan siapa yang telfon kamu sejak tadi,, kenapa kamu nggak angkat? berisik tau,," ucap Mama Reno kesal.
Aduhh gawat mama aku udah marah lagi,,, semakin terancam nih telinga aku,, batin Reno.
"Emm oke ini orang nelfon dan yang nelfon nggak penting kok ma,, makanya Reno nggak angkat nanti kalau capek dia juga berhenti nelfon nya,, mama fokus aja masaknya ma,, sambil dengerin nada dering ponselku kan bagus," ucap Reno lagi.
"Bagus apanya,, mama merasa terganggu ini,, kamu angkat saja dulu bilang kalau dia nggak usah menelepon karena dia hanya mengganggu saja,," ucap mama Reno sengaja.
Hahaha itu pasti dari Fania,, aku sangat yakin itu melihat dari ekspresi wajah kasihan anak aku ini,,, sudah pasti dugaan aku benar,, batin Mama Reno.
Reno tampak pusing begitu mendengar perintah mamanya.
Yang benar saja aku bilang seperti itu pada Fania,, yang ada dia akan semakin marah sama aku,, pasti dia marah sampai setahun kali sama aku kalau aku bilang seperti itu,, mama aku ada-ada saja caranya mau buat anaknya patah hati,, batin Reno.
"Reno kamu dengar nggak ucapan Mama?" tanya Mama Reno lagi sambil melihat Reno dengan tatapan kesalnya.
"Iya dengar kok mamaku sayang," ucap Reno.
"Ya udah angkat panggilan telfon dari orang itu lalu bilang seperti yang tadi,, yang aku katakan sama kamu,," ucap mama Reno lagi.
"Nggak enak ma,, masa bilang begitu sama orang yang nelfon aku,, aku ke sana sebentar untuk mengangkat panggilan telfon dari dia yah,," ucap Reno yang langsung mendapat penolakan dari mamanya.
"Disini saja kamu angkat panggilan telfon dari orang yang tidak sopan itu,, udah nggak di angkat panggilan telfonnya masih saja menelepon terus nggak tau apa kalau yang di telfon bisa saja lagi ada urusan,," ucap mama Reno.
"Ayo angkat Reno,," ucap mama Reno lagi.
Aku ingin membuat pacar kamu itu salah paham sama kamu,, batin Mama Reno lalu tertawa jahat di dalam hatinya.
__ADS_1