Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Siapa?


__ADS_3

"Ehh menantu mama, sini sayang," ucap mama Rafa begitu melihat Rara.


Rara pun tersenyum sambil berjalan ke dekat mama Rafa mertuanya.


"Rafa mana?" tanya mama Rafa karena tidak melihat anaknya mengekor pada istrinya.


"Oh Rafa lagi nonton siaran televisi ma," jawab Rara.


"Oh, lancar tadi buat penerusnya?" tanya mama Rafa yang sengaja ingin menggoda menantunya itu yang terlihat sangat pemalu.


Pipi Rara merona seketika mendengar ucapan mertuanya.


"Sayang lancarkan tadi buatnya?" goda mama Rafa lagi.


"Anu ma,, emm itu nggak tahu," jawab Rara sambil membantu mama Rafa mengiris-ngiris bumbu dapur dan juga sayur.


Mama Rafa tertawa begitu mendengar ucapan Rara dan melihat Rara yang tampak salah tingkah.


Ya ampun pembicaraan macam apa ini, aku belum menikah harus mendengar pembicaraan yang seperti ini jadi pengen cepat-cepat menikah batin salah satu pelayan di rumah Rafa lalu tertawa di dalam hatinya.


Pelayan itu belum menikah tapi sudah mengerti dengan pembicaraan seperti itu, apalagi melihat Rara yang berpakaian tertutup terus di bagian lehernya.


"Masa nggak tahu sih, kira-kira tokcer nggak yah anak aku itu, lama nggak dia mainnya?" goda mama Rafa lagi yang membuat Rara semakin merasa malu.


Ya ampun jangan tanyakan lagi ma kalau masalah lamanya, aku ajah kayak pengen kabur dari dalam kamar kalau Rafa sudah minta jatah batin Rara sambil mengingat suaminya itu ketika sedang bercinta yang lama dan juga seperti tidak ada bosannya.


"Mama itu udah pengen banget dapat cucu sayang, mama ingin menggendong cucu sekarang di masa tua mama ini," ucap mama Rafa.


"Semoga keinginan mama cepat terwujud yah," ucap Rara lalu tersenyum.

__ADS_1


"Aamiin sayang," ucap mama Rafa.


"Kalian juga harus lebih rajin lagi buatnya yah biar cepat," ucap mama Rafa lagi yang membuat Rara menelan salivanya kasar.


"Iya ma, Rafa itu rajin banget kok ma kalau yang begitu, aku sampai terheran-heran kalau Rafa bisa bar-bar banget," ucap Rara sambil bergidik ngeri.


Mama Rafa lagi-lagi tertawa mendengar ucapan menantunya itu.


"Bagus loh sayang kalau yang bar-bar, bikin puas juga" ucap mama Rafa.


Ya ampun mertua aku batin Rara seakan tidak percaya kalau mertuanya bisa berkata seperti itu.


"Mama apaan sih, aku malu ma," ucap Rara sambil tertunduk malu dengan pipi merona.


"Nggak usah malu kalau sama mama," ucap mama Rafa lalu tersenyum.


"Pantas saja yah baju kamu tertutup terus bagian lehernya, pasti ada sesuatu di balik itu," goda mama Rafa lagi sambil mengerjakan daging.


Rara juga bisa lihat dan tahu kalau pelayan-pelayan itu senang bekerja di rumah Rafa terlihat dengan mereka yang tidak seperti tertekan berada di rumah Rafa dan Rara bisa ambil kesimpulan bahwa yang orang tua benar-benar baik dan menghargai para pelayan. Melihat pelayan membuat Rara teringat dengan dirinya yang habis bekerja sebagai pelayan.


"Emm abis itu ma, Rafa seperti vampir jadi gini deh aku harus tutup," ucap Rara malu-malu.


"Memang seperti itu sayang kalau pengantin baru apalagi yang modelan kayak anak mama itu, hemm di luar ajah kelihatan nggak liar tapi pas di dalam kamar pasti sangat liar banget apalagi tangannya itu sudah pasti," ucap mama Rafa sambil menahan tawanya.


"Mama sih yakin kalian pasti baru kan bercinta kalau di lihat dari sejarah pernikahan kalian yang penuh cobaan itu, sudah pasti kalian baru ehem-ehem sekarang," ucap mama Rafa yang membuat Rara ingin sekali menghilang dari tempat itu.


Rara hanya diam sambil menahan malu.


"Nak kalau Rafa seperti itu kamu maklumi saja yah, karena pria itu memang seperti itu kalau urusan ranjang pasti nggak puas-puas jadi kamu maklumi saja," ucap mama Rafa lagi.

__ADS_1


"Rafa itu sangat mencintai kamu, mama sangat jamin itu, bahkan dia selalu ingin melindungi kamu, waktu dia harus pura-pura cinta lagi dengan mantannya, itu adalah hal yang paling Rafa tidak sukai tapi karena demi kamu dia melakukan itu, dia benar-benar tidak mau kamu dalam bahaya apapun sehingga dia lakukan itu," ucap mama Rafa.


"Gracia itu benar-benar wanita licik, sebenarnya mama sekarang masih sangat takut karena Gracia belum di temukan, mama benar-benar takut kamu dalam bahaya, dia itu tidak bisa di anggap remeh bisa dilihat sekarang dia bisa melarikan diri, berarti waktu dia menculik kamu rencana dia sudah benar-benar matang sekali, mama takut nanti ada rencana lain dia yang lebih matang lagi dari sebelumnya dan membahayakan kalian berdua terutama kamu sayang, karena Gracia itu pasti sangat iri dan dendam sama kamu, kamu berhasil mendapatkan Rafa, kamu bisa mengubah cinta Rafa pada dia, itu yang mama sangat takutkan wanita itu bisa melakukan apapun hanya demi bisa membalaskan dendamnya," ucap mama Rafa lagi.


"Tapi Rafa pasti sudah menyiapkan penjagaan ketat untuk kamu sayang, kamu masih ingat dengan wajah Gracia?" tanya mama Rafa.


"Iya masih ma, dia wanita cantik tapi kenapa dia bisa sejahat itu," jawab Rara.


"Begitulah sayang kalau hati sudah busuk, percuma cantik kalau hatinya tidak cantik, tapi kamu memiliki keduanya sudah cantik dan baik lagi, mama sangat senang kamu jadi menantu mama," ucap mama Rafa tulus.


"Oh iya ingat baik-baik wajah wanita itu siapa tahu ajah kamu nggak sengaja ketemu, kamu harus segera pergi dan beritahu Rafa, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti meskipun Rafa melakukan penjagaan ketat untuk kamu" ucap mama Rafa.


"Iya ma aku akan mengingat terus," ucap Rara.


Mereka pun lanjut memasak sambil masih berbincang-bincang dan sesekali mama Rafa menggoda menantunya itu.


########


Rafa sudah menyuruh Fandi untuk mencari tahu semua penyebar berita yang membuat Rafa benar-benar marah.


Rafa terus menunggu ponselnya berdering, telfon dari Fandi benar-benar di tunggunya sekarang.


Sementara Fandi masih mencari tahu dan tak lama dia tersenyum sinis begitu mengetahui pelakunya.


Dasar bodoh loe Zahra, loe lakuin itu sama saja loe cari masalah dengan Rafa, tapi bagus juga biar loe bisa rasain gimana rasanya mencari masalah dengan Rafa, dasar wanita bodoh mau menjatuhkan orang pakai akun palsu, dia benar-benar berbeda dengan Gracia dalam penyusunan rencana, dia ini tidak ada pengalaman sama sekali cuma mengikuti amarah saja, tidak perlu di pikirkan sih kalau yang model Zahra ini, tapi sepupunya itu sangat menyusahkan batin Fandi.


Fandi segera menghubungi Rafa dan Rafa langsung mengangkat panggilan telfon dari Fandi begitu melihat Fandi meneleponnya.


Rafa pasti sejak tadi sudah menunggu batin Fandi.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Rafa langsung.


"Zahra," jawab Fandi.


__ADS_2