
"Aduh kenapa sih loe malah jitak gue Fania, sakit tahu nggak," keluh Zahra sambil memegang bagian Fania menjitaknya.
"Itu untuk loe yang terlalu ****** tahu nggak, udahlah tunggu saja pasti loe dengan mudah di dapat," ucap Fania namun Zahra terus melihat postingannya.
"Ehh rame nih," ucap Zahra sambil tertawa bahagia.
"Apa rame?" tanya Fania.
"Yang gue post tadi," jawab Zahra.
"Banyak yang menghujat Rara, katanya matre, Rara pakai cara licik lah," ucap Zahra lalu tertawa bahagia.
"Lebih baik loe buruan deh hapus itu postingan Zahra sebelum loe bakalan kerepotan sendiri nanti," saran Fania.
"Nggak mau gue, pokoknya gue bakalan biarin ini postingan lagian nggak bakalan kedapatan juga," ucap Zahra.
"Dikasitau nggak dengar loe," ucap Fania lagi.
#######
Rafa yang sudah cukup lama menjenguk Aldi segera pamit untuk pulang.
"Cepat banget loe mau pulang Rafa, hemm pasti mau...," ucap Fandi sengaja menggantung ucapannya.
"Mau apa,, bicara tuh yang jelas dong biar gue nggak bingung," ucap Rafa kepada Fandi.
"Pura-pura nggak ngerti lagi loe padahal nih loe pasti ngerti banget," ucap Fandi.
"Beneran nggak ngerti gue," ucap Rafa.
"Rafa loe disini ajah bareng Rara masa kalian mau pulang sih, sepi loh kalau nggak ada kalian, karena kalau ada kalian ada yang bisa di gangguin terus," ucap Aldi.
"Haduhh Aldi lebih baik Rafa pulang jangan suruh dia disini, loe pasti bakalan menyesal kalau Rafa disini bareng Rara, cukup gue ajah yang pernah rasakan itu loe jangan," ucap Fandi.
Rafa pun hanya tertawa sambil mengingat dirinya yang pernah menjadikan Fandi obat nyamuk. Sedangkan Rara yang mengerti maksud ucapan Fandi hanya diam membisu dengan pipi yang merona.
"Iya Aldi gue pulang ajah cepat sembuh yah loe," ucap Rafa.
__ADS_1
"Sekarang nih baliknya?" tanya Aldi.
"Iya sekarang ajah karena gue mau ketemu ayah gue dulu," jawab Rafa.
Rara pun langsung melihat ke Rafa karena dia belum tahu kalau Rafa mau ketemu ayahnya.
"Kita balik dulu yah," ucap Rafa.
"Iya hati-hati kalian," ucap Aldi.
"Oke," ucap Rafa lalu segera ke luar dari ruang rawat Aldi sambil menggandeng tangan istrinya.
Rara merasa banyak yang memperhatikan dia hanya saja orang-orang itu melihat seperti melihat jijik, tidak suka, tatapan mengejek dan masih banyak lagi, Rafa juga merasa seperti itu tapi dia masih menganggap biasa saja, dia hanya menganggap itu adalah orang iri terhadap Rara karena Rara bisa menikah dengannya, Rafa tidak pungkiri jika banyak wanita yang ingin berada di posisi Rara saat ini tapi Rafa telah memilih Rara, sedangkan Rara juga berpikir sama dengan Rafa bahwa banyak yang menginginkan suaminya itu jadi wajar saja jika orang-orang melihatnya seperti itu, tapi Rara juga tidak mau terlalu memikirkan orang-orang yang iri terhadapnya lagian mereka tidak tahu apa saja yang telah di lewati oleh Rara, bagaimana Rara di uji, Rara juga tidak tahu dengan kekayaan Rafa yang Rara tahu dia mencintai Rafa.
#######
"Ehh menantu dan anakku, ayo duduk," ucap ayah Rafa begitu melihat anak dan menantunya datang ke kantor.
Rafa dan Rara pun segera duduk di sofa tetapi sebelum itu mereka salam dulu kepada ayah Rafa, dan begitupun dengan ayah Rafa ikut duduk di sofa.
"Ada apa nak?" tanya ayah Rafa.
"Emm itu nanti setelah aku pulang dari bulan madu ayah, karena kita ada rencana mau bulan madu secepatnya," jawab Rafa.
"Aku datang cuma mau lihat-lihat keadaan kantor dan sekaligus beritahu ayah tentang rencana bulan maduku bersama istriku ini, jadi ayah mesti di kantor dulu" ucap Rafa.
"Oh iya itu sih gampang di atur, ayah pesan cucu yah," ucap Ayah Rafa yang membuat Rara menjadi malu.
"Siap ayah," ucap Rafa dengan semangatnya.
"Kalau gitu kita pulang dulu yah ayah," ucap Rafa kemudian karena tidak enak jika mengganggu waktu kerja ayahnya.
"Kok cepat banget, nanti saja kalian pulangnya," ucap ayah Rafa.
"Nggak enak ayah lagi kerja," ucap Rafa.
"Tidak menganggu kok, kalian juga datang ke rumah dong kita makan malam bersama kalau perlu kalian nginap di rumah," ucap ayah Rafa.
__ADS_1
"Oh iya ayah ide bagus tuh, yah udah kalau gitu kita tunggu ayah di rumah yah," ucap Rafa.
"Oh iya oke,,," ucap ayah Rafa.
"Ya udah kita pergi sekarang ayah," ucap Rafa sambil mencium tangan ayahnya begitupun dengan Rara.
"Iya, kalian hati-hati yah," ucap ayah Rafa.
"Iya ayah," ucap Rafa lalu segera berjalan keluar ruangan ayah Rafa.
Rara juga merasa di kantor sama tatapan orang-orang padanya dan mereka juga sangat hormat pada Raka, namun dia berusaha berpikiran positif saja dan tidak mau berpikiran macam-macam, karena Rara pikir tidak sedang membuat masalah jadi Rara berusaha terlihat biasa saja walaupun dia sebenarnya sedikit terganggu dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.
Rafa dan Rara pun segera menuju ke rumah utama Rafa. Rara lagi-lagi takjub melihat betapa mewahnya rumah Rafa, Rara tidak pernah bermimpi sebelumnya menikah dengan orang kaya yang terpenting buat Rara dia di cintai dan juga Rara mencintai pria itu, tetapi sekarang dia menikah dengan orang yang kaya raya dan juga Rara mencintainya serta pria itu juga mencintainya.
"Menantuku sayang," ucap mama Rafa heboh sambil memeluk Rara begitu melihat menantunya datang bersama dengan anaknya.
"Mama nggak peluk anaknya juga nih?" tanya Rafa.
"Mama udah bosan peluk kamu," ucap mama Rafa lalu tertawa.
"Mama mah tega masa sama anak sendiri bosan," rajuk Rafa sambil memeluk mamanya juga.
"Iihh kamu nggak malu tuh manja begitu di depan istrimu lagi," ejek mama Rafa.
"Rara ninggalin kamu karena kamu manja baru tahu rasa kamu," ucap Mama Rafa sambil menahan tawanya.
"Nggak akan Rara ninggalin aku mah apalagi hanya karena aku manja, waktu aku pura-pura cinta saja sama Gracia wanita gila itu istriku nggak ninggalin aku walaupun sering sakit hati dan nangis diam-diam, Rara cinta banget tahu sama aku sama kayak aku yang cinta banget sama dia, iyakan sayang?" ucap Rafa sambil mencolek dagu istrinya itu yang masih malu jika di goda.
"Nggak tuh," kata Rara sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi suaminya yang mendadak berubah 180 derajat.
Rafa seketika serius menanggapinya.
"Beneran kamu nggak cinta sama aku sayang?" tanya Rafa.
"Maksud aku nggak...nggak salah lagi memang aku sangat mencintai kamu," ucap Rara lalu tersenyum.
Rafa pun merasa lega seketika.
__ADS_1
"Pintar yah sekarang buat suami panik, ayo ikut aku kamu harus di hukum, ma kita ke kamar dulu yah," ucap Rafa kepada mamanya.