Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Masih tidak mau mengakuinya...


__ADS_3

Gracia benar-benar sangat bahagia begitu mengetahui itu semua dari Chris. Chris mengernyitkan dahinya bingung melihat perubahan mood Gracia,, karena tadi Gracia marah-marah setelah itu malah terlihat bahagia hanya hitungan beberapa menit saja.


"Kamu kenapa sih Gracia? tadi marah-marah sekarang bahagia? padahal kamu nggak ikut liburan,, aku yang pergi liburan nanti," ucap Chris sambil melihat Gracia dengan tatapan penuh keheranannya.


Dasar bodoh pantas saja kamu tidak bisa mendapatkan Rara karena kamu bodoh,, disitu kesempatan besar untuk menjalankan rencana aku,, tapi ya sudahlah dia nggak usah tau,, lagian dia kan hanya aku manfaatkan saja untuk berjalan lancarnya misi aku,, batin Gracia sambil melihat Chris yang tampak seperti pria bodoh dimata Gracia.


"Iya memang kamu yang akan pergi liburan,, aku bahagia itu, karena tidak lama lagi rencana ku berjalan lancar,, dan kamu bisa bersama dengan Rara,," ucap Gracia yang langsung membuat Chris tersenyum bahagia.


"Benarkah?" tanya Chris dengan penuh antusias.

__ADS_1


"Iya dong benar,, aku bisa memanfaatkan liburan kalian itu,, kamu nggak lama lagi akan bersama dengan Rara,, kamu akan hidup bahagia dengan dia,, Rara tidak akan mengingat Rafa, dia hanya akan menjadi milik kamu," ucap Gracia.


"Aku heran sama kamu,, kok kamu masih mau sih sama Rara, padahal dia kan istri Rafa yang sudah tentu tidak gadis lagi," ucap Gracia.


"Aku nggak perduli dengan itu,, aku mencintai Rara,, aku hanya ingin hidup berdua dan bahagia dengan dia,, tidak perduli dia sudah disentuh oleh Rafa,, yang penting aku bisa bersama dengan dia," ucap Chris dengan penuh keyakinan.


"Oke,, tenang saja tidak lama lagi impian kamu akan terwujud,, asal kamu terus membantu rencana aku dan tidak ketahuan oleh siapapun,, dan satu lagi jangan terlalu dekat dengan Citra,, rencana bisa gagal kalau kamu terlalu dekat dengan orang lain," ucap Gracia lagi.


"Bagus kalau kamu berpikiran seperti itu," ucap Gracia.

__ADS_1


"Ya udah kamu boleh balik,, tunggu saja perintah aku selanjutnya,," ucap Gracia lagi.


"Oke," ucap Chris.


Chris pun segera pulang ke rumahnya sambil tersenyum bahagia mengingat Rara yang sebentar lagi akan dia dapatkan.


Hmm dasar Chris bodoh,, aku masih pikir-pikir mau ku apakan Rara,, kalau aku biarkan dia bersama kamu bisa-bisa suatu saat nanti dia kembali pada Rafa,, dan aku nggak mau itu terjadi,, aku ingin dia lenyap agar Rafa bisa bersama aku seperti dulu,, batin Gracia yang masih sangat terobsesi pada Rafa.


Sementara di tempat lain ada Citra yang sangat sedih di dalam kamarnya,, dia selalu terbayang-bayang akan Fandi yang sangat romantis pada Delia. Citra tidak bisa menerima itu semua namun dia tidak memiliki hak,, dia harus tetap berpura-pura tidak apa-apa di depan semua orang padahal hatinya sangat sakit setiap kali melihat kemesraan Fandi dan Delia.

__ADS_1


Sementara Fandi di tempat yang berbeda juga terbayang-bayang dengan Citra yang sangat dekat dengan Chris,, Fandi juga sangat kesal akan hal itu,, namun Fandi masih tidak mau mengakuinya.


__ADS_2