
"Aduh sakit,," ringis penjambret itu dua-duanya.
"Sakit-sakit,, lebih sakit lagi hati orang yang kamu jambret kalau tadi kamu tidak aku beri pelajaran," ucap mama Reno.
Mama Reno yang akan ke rumah temannya tadi kebetulan melewati jalan itu,,, tidak sengaja melihat Ana turun dari dalam mobilnya,, sedangkan Ana sendiri berada di tempat itu hanya untuk singgah membeli cemilan dan juga minuman di salah satu kios tapi siapa sangka kalau dia akan di jambret.
Ana yang sudah berada dekat dengan kedua penjambret itu belum menyadari dengan kehadiran mama Reno karena mama Reno yang terlihat berbeda dari awal bertemu dengan Ana,, Ana tau kalau ibu-ibu yang telah membantu dia.
Ana yang melihat kedua penjambret itu akan di pukul oleh orang-orang yang berada disitu dengan segera menahan mereka.
"Jangan pukuli mereka,, bawa saja ke kantor polisi biar polisi yang mengurus penjambret seperti mereka ini, dan di berikan hukuman setimpal dengan perbuatan mereka,, padahal kalau tadi kamu meminta baik-baik pasti aku akan berikan sebagian dari uangku,, tapi kalian memutuskan untuk menjambret aku jadi selamat bertemu dengan polisi,," ucap Ana.
Ana kamu masih sempat-sempatnya berbicara seperti itu tapi kamu memang baik,, hemm anak ini pasti belum menyadari kehadiran aku disini,, atau mungkin dia tidak mengenal aku karena penampilan aku yang sangat berbeda dari pertama kali aku bertemu dengan dia,, batin Mama Reno.
"Ampun,, ampun,, maafkan kami mbak,, kami tidak akan menjambret lagi,, kami mohon lepaskan kami jangan bawa kami ke kantor polisi,," ucap salah satu penjambret itu.
"Nggak bisa kalau itu,, nggak adil banget,, bapak-bapak tolong yah bawa mereka berdua ke kantor polisi,, jangan di pukuli yah,, bawa saja mereka biar polisi yang urus,," ucap Ana.
"Iya kita akan bawa mereka berdua ke kantor polisi,, selama ini di daerah ini memang rawan penjambret dan ternyata kalian berdua pelakunya,, enak saja minta di lepaskan,, ayo kita bawa mereka ke kantor polisi,," ucap salah satu warga.
__ADS_1
Wah ternyata mereka penjambret kelas kakap,, ada gunanya juga payungku yah,, bisa membuat mereka jatuh dan berhasil di tangkap,, emang udah takdir kalian berdua akan tertangkap sekarang,, batin Mama Reno karena tadinya dia hanya ingin membantu Ana tapi ternyata dia malah membantu warga di sekitar sini untuk menangkap penjambret yang ternyata sudah sering melakukan aksi kejahatannya.
Mama Reno merasa senang bisa membantu orang lain.
Mereka pergi membawa kedua penjambret itu ke kantor polisi dan tak lupa juga mereka mengucapkan terima kasih kepada mama Reno yang telah berhasil membuat kedua penjambret itu jatuh dan akhirnya bisa di tangkap.
Ana juga seger mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menolongnya dan membuat kedua penjambret itu jatuh.
Ana pasti tidak terlalu mengenal aku,, batin Mama Reno.
"Ini tas kamu,, di cek dulu siapa tau ada yang hilang,, ada yang sempat mereka ambil,," ucap mama Reno sambil memberikan tas Ana.
"Nggak ada kok yang hilang Alhamdulillah,,, oh iya terima kasih yah tante udah nolongin aku udah buat kedua penjambret itu jatuh,, pokoknya terima kasih banget tante,," ucap Ana dengan sangat tulus.
Untung saja ada tante,, coba kalau tidak mereka pasti sudah membawa lari tas aku,, dan bukan itu yang aku takutkan,, yang aku takutkan sudah pasti kak Aldi akan tau jika aku korban penjambretan kalau dia melihat aku kehilangan tas,, bisa-bisa kedua penjambret itu akan memiliki nasib yang lebih mengenaskan di bandingkan berada di dalam penjara kalau sudah kak Aldi yang turun tangan,, jadi penjara jauh lebih bagus untuk mereka berdua,, dan untung saja ada tante pemberani ini,, keren lagi gaya dia membuat jatuh kedua preman itu,, salut banget aku,, pasti waktu masih muda tante ini bar-bar deh,, batin Ana.
"Iya,, sudah kamu santai aja sama tante,," ucap mama Reno sambil tersenyum.
Ana terus memperhatikan Mama Reno,, Ana merasa seperti tidak asing dengan wanita yang sedang berbicara padanya tapi dia juga perhatikan sangat jauh berbeda dengan wanita yang dia kenal sebelumnya. Dari dandanan dan cara berpakaian jelas jauh berbeda dan juga wanita itu membawa mobil mewah. Tapi dari suara Ana ingat betul kalau suara mereka sama dengan wanita yang dia bantu di Mall dan sempat ngobrol-ngobrol.
__ADS_1
Kok tante ini mirip banget yah sama yang di Mall,, apa tante yang di Mall itu punya saudara kembar sehingga bisa seperti ini,, suaranya sangat mirip,, wajah juga tidak jauh berbeda hanya ini di tambah dengan dandanan,, tapi style mereka sangat berbeda sih,, apa mungkin ini hanya perasaan aku aja kali yah,, atau jangan-jangan majikan dia yang ngeselin itu sudah berubah jadi baik dan membuat tante itu jadi begini tapi mana mungkin juga sih secara dia ngeselin seperti itu,, lagian mana mungkin juga langsung bawa mobil mahal seperti ini karena kalau aku ingat-ingat wajah majikannya tante itu tidak ada baiknya sama sekali, batin Ana.
Mama Reno terus memperhatikan hati Ana yang tampak sedang berpikir.
Pasti sekarang Ana lagi bingung begitu melihat aku,, dari ekspresi wajahnya kelihatan banget,, batin mama Reno.
"Ada apa kok kamu jadi bengong begitu?" tanya mama Reno sambil menyentuh bahu Ana.
Ana terlonjak kaget begitu mendengar ucapan mama Reno dan juga sambil menyentuh bahunya.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok tante,, hanya wajah dan suara tante itu seperti nggak asing buat aku,, tante itu sangat mirip dengan orang yang belum lama ini aku ketemu,, hanya bedanya tante yang belum lama ini aku ketemu punya majikan yang menjengkelkan,, kalau tante kaya jadi nggak mungkin punya majikan,, jadi mungkin hanya mirip saja,," ucap Ana.
Hahaha lucu juga pasti yang dia maksud Reno,, tapi memang benar sih Reno itu menjengkelkan,, pokoknya aku harus bisa mendapatkan nomor ponsel Ana,, siapa tau aja kan masih bisa di usahakan agar dia bisa jodoh dengan Reno,, hmmm betapa senangnya aku kalau Ana yang jadi menantu aku nanti,, walaupun Ana ini kalau di pikir-pikir tidak cocok sih dengan Reno yang sudah tidak perjaka itu main cocok tanam dengan Fania terus,, tapi kayaknya nggak apa-apa kali yah nanti kalau mereka mau menikah aku akan membawa Reno dulu ke dokter untuk memeriksa kesehatannya kalau nggak sehat yah batal nikahnya,,, daripada anak aku itu bersama Fania,, haduh bisa pusing tiap hari aku punya mantu modelan Fania itu,,, batin Mama Reno yang sudah berangan-angan duluan.
"Yang kamu ketemu di Mall yah,, yang kamu bantu itu,, terus punya majikan yang sangat sombong di tambah menjengkelkan,, iyakan?" ucap mama Reno sambil tersenyum.
Ana terkejut begitu mendengar ucapan mama Reno.
"Loh kok tante tau sih,, jangan-jangan tante yang itu kembaran tante yah? atau keluarga? tapi nggak mungkin juga sih,, kan tante kaya masa tante biarin saudara atau keluarga tante kerja di tempat orang yang menjengkelkan itu,," ucap Ana.
__ADS_1
"Iya tentu tante tau karena tante itu adalah aku,," ucap mama Reno yang membuat Ana melongo tak percaya.