Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kesal setengah mati....


__ADS_3

"Iya betul tuh kata Citra,, sepertinya kak Reno akan mengungkapkan perasaannya pada kamu,, jadi dandan lah yang cantik,, oke," ucap Tasya yang ikutan heboh begitu mengetahui Reno mengajak Ana untuk makan malam berdua.


Ana pun geleng-geleng kepala melihat Citra dan Tasya yang sudah heboh duluan.


"Kalian tuh mikirnya jauh banget sih,, nggak mungkin tau kak Reno seperti itu,, mungkin dia hanya mau mengucapkan selamat atas kesembuhan aku,, karena kalau dia bilang langsung ketika ada kalian pasti kalian bakalan gangguin dia,, makanya dia mengajak aku untuk makan malam berdua," ucap Ana yang tidak mau kepedean duluan.


"Aduhh nggak gitu Ana, percaya deh sama aku,, aku ini pakar cowok tau,, jadi percaya sama aku yah," ucap Citra lagi.


"Hmmm pakar cowok tapi kok pacaran pura-pura sih,," ledek Ana lagi.


"Ana, udah deh nggak usah bahas itu,, aku khilaf melakukan itu semua,, sekarang kita bahas dulu pakaian yang akan kamu pakai ketika makan malam berdua dengan Reno,, biar Reno terpana gitu pas lihat kamu," ucap Citra lagi yang membuat Ana hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Mereka kok pikirannya udah jauh banget sih,, kak Reno nggak mungkin suka sama aku kali,, ada-ada aja deh pikiran mereka,, batin Ana yang lagi-lagi tidak mau kepedean duluan.


Sedangkan Tasya dan Delia menahan tawanya begitu mendengar ucapan Ana dan Citra.


"Kalian bisa juga yah tinggal serumah,, padahal nih yah aku lihat-lihat kalian tuh jarang banget akur,, pasti ribut melulu, iyakan Delia?" ucap Tasya.


Delia pun menganggukkan kepalanya.


"Karena kita udah terbiasa,, iyakan Cit?" ucap Ana sambil melihat Citra.


"Iya,, ini cuma pertengkaran biasa aja kok, biasalah," ucap Citra.

__ADS_1


"Ehh ngomong-ngomong kalian bantuin yah,, bikin Ana terlihat cantik,," ucap Citra lagi.


"Iya dong itu sudah pasti,, aku akan dandan kamu, aku tau loh tipe wanita Reno,, ehhh tapi tenang aja aku nggak akan dandan kamu seperti mantannya,, nggak benget deh," ucap Tasya sambil bergidik ngeri mengingat Fania.


"Nah iya nggak boleh,, dan Ana nggak usah banyak komentar,, aku tau kok kamu suka Reno juga, nggak usah pura-pura,, selama ini tuh aku selalu memperhatikan kalian berdua, dan kalian tuh saling suka cuma nggak ada yang mau jujur duluan, tapi kali ini Reno memilih jujur duluan,, baguslah,, kan dia cowok," ucap Citra lagi.


"Hmm terserah padamu saja Cit,, kamu emang paling tau,," ucap Ana yang memilih mengikuti Citra saja karena dia memang sudah ketahuan kalau menyukai Reno..


Ana juga tidak tau kapan yang tepatnya dia jatuh cinta pada Reno,, karena cinta itu ada disaat mereka selalu bersama-sama.


"Iya dong,, Citra gitu loh," ucap Citra sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


Hanya Fandi saja yang tidak aku tau perasaannya,, dia tuh terkadang seperti menyukai aku, tapi juga terkadang dia membuat ku sadar kalau dia nggak mungkin jatuh cinta padaku,, akhh pusing banget deh kepala aku,, kenapa sih aku mesti jatuh cinta sama manusia seperti Fandi itu,, nggak jelas banget deh hatiku,, batin Citra yang merutuki dirinya sendiri karena sampai sekarang dia masih sangat menyukai Fandi meskipun Fandi selalu membuat dirinya kesal setengah mati.


__ADS_2