
Cepat sekali kamu melupakan aku Reno,, bahkan kamu rajin ke kampus hanya karena wanita itu,, padahal aku belum lama dikabarkan meninggal Reno,, apa selama ini cinta kamu palsu,, atau hati kamu memang sudah terbagi ketika bertemu dengan Ana wanita perebut itu,, batin Fania yang sudah benar-benar sangat kesal dan kecewa.
Fania tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Reno pada dirinya,, Fania selalu menganggap Reno sangat mencintai dirinya dulu,, hingga ketika Reno melakukan hal ini sekarang membuat Fania benar-benar shock.
"Tunggu pembalasan aku Ana,, kamu sudah merebut Reno dariku,, pria yang sangat aku cintai,, kamu pasti akan menderita Ana,, akan menderita,," ucap Fania yang dengan tatapan mata tajamnya.
###########
Sementara Gracia masih terus mencari cara agar rencana dirinya berjalan mulus.
Tapi Gracia benar-benar kesal karena Fandi yang terus bersama Rara,, bahkan Gracia juga tidak bisa mendekati Zahra karena tidak mau di curigai oleh Fandi,, padahal Gracia sangat kasihan melihat Zahra di bully oleh teman-teman kampusnya sendiri.
"Ra,, setelah bertemu dosen nggak ada lagi kan?" tanya Fandi pada Rara.
__ADS_1
"Iya nggak ada lagi Fan,, ada apa memangnya?" tanya Rara.
Sedangkan Gracia sedang berusaha mendengar percakapan Fandi dan Rara tanpa membuat Fandi curiga.
Gracia sengaja memakai handset agar Fandi mengira dirinya tidak mendengar percakapan mereka.
"Kita langsung pulang aja yah,, karena aku mau masuk ke kantor lagi,, kamu di rumah aja,, nggak usah keluar-keluar mau siapapun yang mengajak kamu,, dan ingat kamu harus mendapatkan izin dulu sebelum keluar rumah,, jadi kalau nggak ada izin kamu jangan keluar," ucap Fandi.
"Ya ampun Fandi di rumah sangat membosankan,, aku nggak mau Fan,, aku bisa kan jalan-jalan bersama Felly dulu,, karena dia mahasiswi baru disini,, kasihan dia,, sejak tadi aku nggak melihat dia bersama orang lain,, pasti dia belum punya teman dan nggak punya teman itu nggak enak,, karena aku sudah pernah merasakan walaupun aku masih beruntung sedikit karena aku punya kamu yang selalu ada buat aku,," ucap Rara sambil melihat Gracia yang pura-pura sedang mendengarkan musik.
Fandi melirik sedikit pada Gracia.
Hmm dia ini sepertinya memang sengaja ingin mendengarkan pembicaraan aku dan Rara,, dari ekspresi wajahnya dia lebih terlihat seperti orang yang sedang menguping bukan sedang mendengarkan musik,, siapa wanita ini? batin Fandi.
__ADS_1
"Ra nggak usah keluar jalan-jalan,, aku harap kamu mengerti gimana aku dan Rafa selalu menjaga kamu,, jadi ayo kita pulang saja,, karena Rafa juga pasti tidak akan mengizinkan kamu," ucap Fandi.
"Ya udah kalau gitu,, ayo kita pulang," ucap Rara sambil mengingat Rafa yang sudah pasti akan melarang dirinya.
"Felly aku pulang dulu yah," ucap Rara begitu berada di dekat Felly.
"Iya," ucap Gracia langsung membuat dirinya merutuki kebodohannya sendiri.
Sial,, semoga Fandi tidak curiga,, bodoh banget aku yang langsung merespon ucapan Rara,, batin Gracia.
Fandi hanya melihat Gracia dengan tatapan sulit diartikan.
Apa yang sedang dia pikirkan? batin Gracia.
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu Rara dan Fandi pun segera pergi dari hadapan Gracia membuat Gracia menebak-nebak sendiri dengan apa yang dipikirkan Fandi.