
"Iya ma?" ucap Reno sambil melihat mamanya.
"Kerjakan sayur itu," ucap mama Reno lagi.
"Tapi ma,, aku nggak tau kerja sayur,, dia pasti sengaja nih mau ngerjain Reno,, iyakan?" ucap Reno sambil melihat Ana.
Dan Ana langsung memasang wajah penuh kasihannya biar dia di bela dengan mama Reno.
Wahh ada apa dengan ekspresi wajah dia,, bisa-bisanya langsung berubah mendadak,, padahal tadi dia lagi nyolot sama aku,, batin Reno.
Mama Reno pun hampir tertawa melihat Ana,, yang memang sengaja ingin mengerjai Reno. Tapi dia berusaha tidak tau apa-apa saja.
Aku memang sengaja banget lagi mau ngerjain kamu,, dasar cowok sombong masa kerja sayur aja nggak tau sih,, batin Ana.
"Mana mungkin dia sengaja mau mengerjai kamu Reno,,, lihat dia kasihan gitu kamu tuduh sembarangan,, ayo kerjakan sayur itu biar cepat kamu makan," ucap Mama Reno lagi.
"Astaga ma,, dia hanya pura-pura saja,, dia pasti sengaja banget nih berekspresi penuh kasihan seperti itu," ucap Reno sambil melihat kesal pada Ana.
"Kak Reno ini main tuduh sembarangan aja,, aku nggak berniat yah mau mengerjai kakak,, aku kan hanya menyuruh kakak kerja sayur itu supaya cepat,, daripada kakak duduk-duduk santai seperti itu menjadi pengamat,, lebih baik kakak kerja itu sayur kan,, dan nggak usah menyuruh bibi,, kan bibi pasti kasihan capek,," ucap Ana.
"Iyakan tante?" ucap Ana sambil melihat mama Reno.
"Benar banget sayang,, jadi Reno cepat kerjakan sayur-sayur itu,, dan nggak usah banyak komentar lagi,, karena mama juga sudah lapar ini jangan sampai kamu yang mama makan," ucap Mama Reno yang hampir membuat Ana tertawa.
Tante ada-ada aja nih, tapi tante bagus juga mengerti dengan aku yang mau mengerjai Reno,, batin Ana sambil tertawa di dalam hatinya.
"Mama tega amat sama anak sendiri nggak di belain,, malah mendukung nih anak," ucap Reno sambil mengambil sayur-sayur itu lalu mengerjakannya.
"Karena yang dia katakan memang benar Reno makanya mama mendukung dia dong,," ucap mama Reno.
"Iya,, iya terserah mama saja,, aku memang selalu salah di mata mama nggak pernah benar aku di mata mama," ucap Reno.
"Emang iya," ucap mama Reno lagi.
"Astaga,," ucap Reno.
"Kenapa?" tanya mama Reno.
"Nggak kenapa-kenapa kok ma,," ucap Reno sambil nyengir.
"Kerjakan cepat nggak usah nyengir begitu," ucap Ana.
"Isshh nih anak yah," ucap Reno sambil ingin melemparkan sayur pada Ana.
"Hee Reno nggak boleh begitu,,, kayak cewek saja kamu marah main lempar-lempar,," ucap Mama Reno.
"Ya ampun ma,, nggak kok,, aku cuma ancam doang,," ucap Reno.
"Nggak boleh,, bisa-bisanya kamu mengancam Ana,, kamu nggak boleh mengancam-ngancam Ana,," ucap Mama Reno.
__ADS_1
"Aku juga nggak takut kok sama ancamannya kak Reno,, jadi tante tenang aja," ucap Ana sambil tersenyum mengejek pada Reno.
Hemmm untung aja ada mama disini,, kalau nggak ada mama,,, udah lama aku menyuruh kamu mengerjakan ini sendiri,,, dia berani pasti karena ada mama aku nih,, batin Reno yang sedang mengomel di dalam hatinya.
"Bagus sayang,, memang seharusnya kamu nggak usah takut sama Reno ini,, tapi kalau dia sudah kelewatan batas beritahu tante saja,, karena pasti di dalam hati dia ini,, dia tidak terima kamu perlakukan seperti ini," ucap Mama Reno sambil melihat Reno.
"Mama sembarangan aja nih kalau bicara,, aku nggak begitu kali,," ucap Reno.
"Hemm aku lebih percaya sama tante,, pasti kamu sekarang lagi kesal kan sama aku?" ucap Ana lagi.
"Hahaha kesal sama kamu? ngapain juga aku mau kesal sama kamu membuang-buang tenaga ku," ucap Reno.
Emang iya aku kesal banget sama kamu,, kalau nggak ada mama,, kamu sudah lama aku kerja seperti sayur ini,, batin Reno.
"Idihh bohong banget,, kelihatan tuh,," ejek Ana.
"Masak,, masak,, nggak usah lihatin aku terus,, suka nanti kamu sama aku," ucap Reno dengan kepedean nya.
"Haa suka sama kamu,, ihhh amit-amit,,," ucap Ana.
"Aku juga amit-amit kali,," ucap Reno.
Sementara di tempat lain di waktu yang sama Citra sudah sampai di rumah Rafa,,, dengan segera Citra menelepon Rara terlebih dahulu.
Rara yang mendengar bunyi ponselnya segera mengambil ponselnya,, lalu melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
"Halo Cit,, kamu lagi dimana sekarang?" tanya Rara langsung begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Citra.
"Ini Ra,, aku barusan sampai di rumah kamu,, kamu di rumahkan?" tanya Citra.
"Iya dong,, aku kan udah bilang tadi lagi di rumah,, tunggu aku keluar dulu,," ucap Rara sambil berjalan untuk membuka pintu rumahnya.
"Nyonya mau kemana? tuan Rafa tidak mengizinkan Nyonya keluar tanpa seizin dia,, hari ini tuan Rafa tidak bilang kalau Nyonya akan keluar rumah,," ucap anak buah Rafa begitu melihat Rara ingin keluar dari dalam rumah.
Astaga Rafa ini,, batin Rara.
"Disitu aja kok,, aku ada tamu," jawab Rara.
"Oh baiklah Nyonya, silahkan,," ucap anak buah Rafa lagi lalu membiarkan Rara melanjutkan jalannya.
Wahh Rara benar-benar dijaga yah,, batin Citra karena mendengar pembicaraan Rara dan anak buah Rafa.
Citra segera berjalan ke dekat pintu rumah Rafa,, dia menutup panggilan telfonnya terlebih dahulu dengan Rara. Dan tak lama Rara pun keluar. Rara tersenyum ramah begitu melihat Citra dan begitu pun Citra langsung tersenyum begitu melihat Rara.
"Ayo Cit,, masuk ke dalam?" ucap Rara sambil menggandeng tangan Citra.
"Iya Ra,, nggak kenapa-kenapa kan kalau aku masuk ke dalam?" tanya Citra yang membuat Rara mengernyitkan keningnya bingung.
"Iya dong nggak kenapa-kenapa,, memangnya mau kenapa-kenapa kan apa juga coba Cit?" ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Yah abisnya kamu sepertinya sangat penuh penjagaan Ra,,, mau keluar depan pintu aja sudah ditanya, apalagi kalau membawa masuk orang baru seperti aku ini," ucap Citra.
"Oh kamu pasti mendengar yang tadi yah?" tanya Rara yang sudah mengerti dengan arah pembicaraan Citra.
Dan Citra pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Ra,," ucap Citra sambil melihat Rara.
"Hemm nggak usah dengarkan yang tadi,, mereka itu di perintah dengan Rafa seperti itu,, makanya aku mau keluar aja di tanyain dulu,, dan kamu nggak mungkin dong di larang masuk,, mereka nggak akan bisa larang kamu," ucap Rara.
"Ayo masuk," ucap Rara lagi dan Citra pun mengikuti Rara.
"Maaf Nyonya,, saya harus memeriksa Nona ini dulu sebelum masuk,, takutnya ada benda berbahaya yang dia akan bawa masuk atau hal berbahaya lainnya," ucap anak buah Rafa begitu Rara dan Citra sudah di depan pintu masuk.
"Ya ampun nggak usah memeriksa Citra,, dia ini teman aku dan juga teman Rafa,, jadi dia tidak mungkin membawa hal-hal yang berbahaya atau apalah itu,," ucap Rara.
"Maaf Nyonya saya hanya menjalankan perintah,, jadi teman Nyonya harus diperiksa terlebih dahulu dan saya juga harus menelepon tuan Rafa terlebih dahulu kalau ada teman Nyonya yang berkunjung ke rumah ini, kalau tuan Rafa izinkan masuk barulah dia bisa masuk,," ucap anak buah Rafa lagi yang membuat Rara benar-benar shock. Dia tidak menyangka kalau Rafa akan memberikan perintah sampai seperti itu.
Ya ampun Rara benar-benar sangat di jaga yah,, Rafa benar-benar sangat mencintai Rara,, dia sangat takut Rara kenapa-kenapa,, tapi aku dukung sih Rafa yang begini karena pasti banyak yang iri sama Rara dan berniat jahat pada Rara,, sementara Rara ini pasti sangat berarti buat Rafa,, batin Citra yang lagi-lagi kagum pada Rafa dan merasa Rara benar-benar wanita paling beruntung diperlakukan seperti itu dengan seorang pria,, dimana banyak wanita yang menginginkan berada di posisi Rara saat ini,, dia saja sangat ingin diperlakukan seperti itu oleh seseorang nantinya.
"Ya ampun tidak usah sampai segitunya juga dong,, Rafa pasti mengizinkan dia masuk,, nggak usah telfon Rafa nanti akan mengganggu dia yang lagi kerja karena sekarang masih jam kerja,," ucap Rara.
"Maaf Nyonya pasti tuan Rafa akan mengangkat panggilan telfon dari aku walaupun sedang bekerja,, karena tuan Rafa bilang apapun yang berhubungan dengan Nyonya tidak akan menggangu dia jadi saya harus menelepon dia,," ucap anak buah Rafa lagi.
"Wow,," ucap Citra yang langsung membuat Rara dan anak buah Rafa menoleh kepadanya.
"Kamu kenapa Cit?" tanya Rara heran.
"Rafa benar-benar sesuatu banget Ra,, dia sweet banget sama kamu,," ucap Citra terkagum-kagum yang langsung membuat Rara melongo tak percaya dengan respon Citra.
"Yang seperti itu kamu bilang sweet,, kamu benar-benar aneh Cit,," ucap Rara tidak habis pikir pada Citra.
"Iya Ra yang seperti itu sweet tau,," ucap Citra lagi.
"Terserah kamu lah Cit,, pusing aku,, kamu aneh banget,, kamu sadar nggak sih kalau sekarang kamu itu harus diperiksa dulu dan harus persetujuan dari Rafa dulu barulah kamu boleh masuk,, dan kamu malah bilang sweet? dimana letak sweet nya?" ucap Rara sambil melihat Citra dan menggelengkan kepalanya penuh keheranan.
"Haduhh Ra susah jelaskan sama kamu mah,, yang penting Rafa itu benar-benar sangat mencintai kamu,, dan aku nggak kenapa-kenapa kok kalau mau diperiksa,, mau dihubungi Rafa dulu aku nggak apa-apa,, oke,, jadi ayo periksa saja,, atau telfon Rafa dulu,, mana-mana aja deh aku mahh nurut aja sama kamu,," ucap Citra sambil mengedipkan matanya pada anak buah Rafa yang memang tampan juga dan terlihat masih muda.
Anak buah Rafa benar-benar merinding mendapat kedipan mata dari seorang wanita.
Kenapa dengan wanita ini,, apa matanya kelilipan,, batin anak buah Rafa.
Rara benar-benar langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu melihat kelakuan Citra pada anak buah Rafa,, yang di mata Rara pria itu sangatlah datar.
##########
Mampir ke novel author yang baru yah judulnya DENDAM DAN CINTA,,, tekan saja profil author,,,
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca,,, komen,, like,, beri tips,, DLL.... pokoknya author ucapkan banyak terima kasih,,, lope-lope buat kalian semuanya 😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1