Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kapan kamu masuk kuliahnya?


__ADS_3

Reno mengernyitkan dahinya sambil berpikir,,, karena jauh dari dalam lubuk hatinya dia juga sebenarnya mengakui sangat susah merubah Fania,, tapi apa boleh buat Reno sangat mencintai Fania dan dia tidak mau kehilangan Fania,, makanya selama ini dia selalu mengerti sambil sesekali merayu Fania agar mau berubah.


Duh gimana dong nih,, aku mau jawab apa sama mama,, aku nggak mau banget salah jawab dan membuat mama memanfaatkan jawabanku itu,, batin Reno yang sudah sangat mengerti dengan sifat mamanya.


"Kenapa diam Reno,, lagi mikir yah kamu,, buruan jawab,, gimana kalau kamu tidak bisa merubah Fania,, cepetan jawab nggak usah banyak mikir percuma juga," ucap mama Reno.


"Emm yah nggak kenapa-kenapa ma,, udah mama nggak usah tanyakan itu,, aku akan usaha merubah dia kok ma,, jadi nggak usah tanya macam-macam yah Mamaku sayang," ucap Reno sambil tersenyum manis pada mamanya.


"Enak ajah nggak usah mikir macam-macam kamu bilang,, mama tahu kamu nggak yakin sama diri kamu sendiri kalau kamu bisa merubah Fania,, dan wanita seperti itu kamu masih pertahankan juga benar-benar mengherankan,," ucap mama Reno sambil menggelengkan kepalanya.


Ya ampun mama aku ini kok bisa tahu sih apa yang lagi ada di dalam pikiranku,, batin Reno.


"Aku yakin kok ma bisa,, mama nggak usah khawatir yah,, aku akan sangat mengusahakan itu,," ucap Reno.


"Mama mau kemana tadi?" tanya Reno berusaha mengalihkan pembicaraan kepada mamanya kalau sudah menyangkut dengan Fania.


"Mau ke dapur,, sengaja banget kamu bertanya buat mengalihkan pembicaraan," ucap mama Reno.


Astaga dia tahu lagi, batin Reno.


Reno sudah sangat ingin kembali ke kamarnya karena dia sudah tidak sanggup mendengar ceramah mamanya mengenai Fania.


"Nggak gitu kok ma,, oh iya mama mau ambil minum yah?" tanya Reno.


"Iya,, kenapa memangnya?" tanya mama Reno.


"Nanti aku ambilin yah ma,,, sekarang mama tunggu saja disini,, nggak lama kok Reno ambilinnya," ucap Reno lagi sambil ingin berjalan ke dapur namun mama Reno menahan tangannya.


"Kenapa ma?" tanya Reno.

__ADS_1


"Ada lagi yang lain,, biar Reno ambilin sekalian," ucap Reno lagi.


"Nggak ada yang lain,, tapi nanti mama yang ambil sendiri saja,, takutnya nanti kamu simpankan racun lagi di minuman mama,, biar mama cepat-cepat tiada supaya kamu bebas dengan Fania,, nggak ada yang melarang kamu bersama dia lagi,," ucap Mama Reno yang membuat Reno shock seketika.


"Astaga mama ini,, mana mungkin Reno seperti itu ma,, aku itu nggak pernah berpikiran sampai kesitu ma,, Reno itu sayang banget sama mama,, lagian mama lupa kalau papa juga tidak suka pada Fania,, jadi sudah pasti Reno juga nggak akan bebas,, tapi walaupun kalian berdua tidak menyukai Fania,, Reno tidak akan mungkin meracuni orang tua Reno sendiri,," ucap Reno sungguh-sungguh.


"Siapa yang tahu jangan sampai kamu khilaf," ucap mama Reno.


"Biar mama saja yang ambil sendiri dan kamu ikut juga,, jangan harap kamu,, mama izinkan masuk ke dalam kamar," ucap mama Reno lalu segera berjalan menuju dapur,, begitupun Reno juga ikut berjalan ke dapur sesuai keinginan mamanya.


Ya ampun gini amat punya mama yang tidak merestui hubungan anaknya,, tahu ajah sama niat aku tadi,, batin Reno.


"Ngomel-ngomel lagi kamu di dalam hati,, kamu pikir itu bagus begitu, nggak baik tahu mengomeli orang tua apalagi mama kamu sendiri di dalam hati,," ucap mama Reno yang sedang berjalan di depan Reno. Dia berusaha menahan tawanya.


"Tidak kok ma,,, mama selalu saja berpikiran negatif pada anaknya sendiri,, padahal anaknya ini sangat tulus," ucap Reno.


Diam ajah lah,, bicarapun tak ada gunanya,, aku akan selalu salah,, batin Reno yang masih setia mengikuti mamanya.


"Ma,, Kenapa mama nggak menyuruh pelayan ajah,, supaya mama nggak perlu capek-capek turun ke dapur gini," ucap Reno yang tidak jadi diam.


"Mama lagi pengen ajah,, ehh tahu-tahunya mama lihat ada orang yang bolak-balik seperti setrikaan hanya karena wanita," sindir mama Reno.


"Mama ihh udah dong bahas itu,, nanti mama marah-marah lagi,, terus narik kuping aku,, kan sakit ma," ucap Reno.


"Lebih sakit hati mama,, punya anak membangkang terus sama mama,," ucap Mama Reno.


"Nggak kok ma kan Reno membangkangnya cuma itu saja," ucap Reno lagi.


"Banyak kamu Membangkangnya Reno,, kuliahmu juga itu nggak jelas sekarang,, pusing mama bagaimana kamu bisa memimpin perusahaan kalau seperti itu,, otakmu saja itu gobloknya begitu bisa-bisa kamu di bodoh-bodohi terus perusahaan papa kamu bisa-bisa gulung tikar hanya karena kamu,,, seharusnya kamu itu belajar baik-baik Reno karena kamu saja anak kami,," ucap mama Reno sambil menuangkan air minum di gelas.

__ADS_1


"Aku bakalan urusin kok ma kuliah aku,, lagian aku ini pintar kok ma hanya malas ajah," ucap Reno sambil nyengir dan melihat mamanya yang sedang minum.


"Iya kamu malas karena Fania,, dia saja yang kamu urus dengan club,," ucap mama Reno setelah minum.


"Reno bakalan kurangin ke club ma dan kalau Fania Reno nggak bisa janji apa-apa ma sama mama,,, tapi Reno bakalan masuk kuliah kok ma,," ucap Reno.


Dasar nih anak,, tapi ya sudahlah yang penting dia sudah mau mengurangi untuk ke club lumayan juga,, daripada dia ke club terus,, batin mama Reno.


"Oke kurangi ke club,, ingat perkataan kamu itu,," ucap mama Reno.


"Iya Mamaku sayang," ucap Reno sambil tersenyum.


"Kuliah kamu bilang akan masuk,,, tapi sampai sekarang kamu belum masuk-masuk juga,,, kamu ini sudah tua Reno,, tinggal kamu sajakan yang belum wisuda,, teman-temanmu yang lain sudah wisuda pasti,," ucap mama Reno lagi.


Mamaku tahu ajah sih kalau teman-temanku yang lain sudah wisuda,, tapikan masih ada yang belum juga,, batin Reno.


"Ma ada kok yang belum wisuda juga ma selain aku,, dan juga aku masih mau mengambil beberapa mata kuliah ma,,," ucap Reno yang memang masih ada beberapa mata kuliah yang belum dia selesaikan.


"Sekarang masih libur itulah Reno nggak masuk kampus ma,,, kalau sudah nggak libur Reno bakalan masuk kampus," ucap Reno lagi.


"Oke mama pegang kata-kata kamu," ucap mama Reno lalu segera berjalan menuju kamarnya.


Reno pun mengikuti lagi mamanya karena dia ingin ke kamarnya juga.


Sementara di rumah Aldi mereka masih makan dalam keadaan yang kadang ribut,, tapi kadang juga hening.


Fandi dan Citra saling berpandangan tidak suka,, sementara yang lain asik makan. Apalagi Rafa,, dia makan dengan sangat lahap.


"Ana kapan kamu masuk kuliahnya?" tanya Aldi tiba-tiba di tengah-tengah makan mereka.

__ADS_1


__ADS_2