
Rafa kebingungan harus mencari Rara kemana dan lagi bawahannya belum ada yang tahu keberadaan Rara, mereka masih terus melacak keberadaan Rara yang hilang tak ada tanda-tanda.
Semua itu karena bawahan Gracia juga sudah profesional dan juga sangat rapi dan teliti apabila di perintahkan untuk menculik orang.
Rafa yang masih fokus dengan pikirannya sendiri tidak memperdulikan Aldi dan Fandi yang sedang mengemudikan mobil Rafa, tiba-tiba ponsel Rafa berdering membuat Rafa sedikit tersentak kaget begitu ponselnya berdering.
Rafa segera melihat siapa yang meneleponnya, Rafa berharap itu adalah telfon dari salah satu bawahannya dan membawa kabar baik namun salah ternyata Gracia yang meneleponnya.
"Halo" ucap Rafa begitu mengangkat panggilan telfon dari Gracia.
"Halo sayang, gimana kabarmu hari ini?" tanya Gracia lalu tertawa.
"Gracia dimana istriku?" tanya Rafa langsung karena tidak ingin berbasa-basi dengan Gracia.
Fandi langsung menghentikan mobil dan mereka fokus mendengarkan pembicaraan Rafa dan Gracia.
Rafa pun langsung speaker ponselnya.
Gracia masih tertawa-tertawa seperti orang gila.
"Gracia cepat katakan dimana istriku" bentak Rafa.
"Sabar dong sayang jangan terburu-buru seperti itu, istrimu saat ini masih baik-baik nggak tahu kalau sebentar" ucap Gracia lalu tertawa lagi.
"Gracia awas saja kalau kamu sampai melukai istriku sedikit saja"
"Nggak kok dia belum terluka sekarang, dia sedang tidur nyenyak malahan"
"Kamu mau melihatnya video call saja di nomor ini, aku tahu kamu pasti sangat merindukan dia kan" ucap Gracia.
Rafa langsung menutup panggilan telfonnya dengan Gracia, lalu segera video call Gracia.
Gracia tersenyum licik melihat Rafa video call dirinya. Lalu Gracia segera mengangkat panggilan video call itu.
Gracia langsung tersenyum bahagia begitu melihat Rafa berbeda dengan Rafa yang sangat ingin memakan Gracia kalau seandainya dia makanan.
"Gracia dimana istriku?" tanya Rafa lagi.
Gracia pun tampak marah karena Rafa selalu saja menanyakan Rara padahal dia sudah pasang senyum terbaiknya tetapi tetap saja sudah tidak berpengaruh lagi di mata Rafa.
"Rafa kamu bisa tidak jangan menanyakan wanita itu terus" bentak Gracia.
"Lalu kamu mau aku menanyakan siapa" ucap Rafa.
__ADS_1
"Seharusnya kamu menanyakan aku"
"Kamu memang sudah gila, cepat kembalikan istriku Gracia"
"Aku gila karena kamu, kamu membohongi aku Rafa, malahan kamu ingin menjebak aku"
"Karena kamu wanita jahat Gracia, jadi kamu pantas di perlakukan seperti itu, sekarang lebih baik kamu kembalikan istriku sebelum aku membunuhmu" ancam Rafa.
Gracia tertawa mendengar ancaman Rafa, Gracia tidak takut sama sekali.
"Sebelum kamu membunuhku aku akan membunuh istrimu duluan, gara-gara dia kamu membohongiku, kamu mempermainkan perasaanku, kamu pura-pura mencintaiku hanya untuk menjebak aku"
"Dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan semua itu Gracia, aku memang sudah tidak mencintaimu dan kamu juga wanita jahat, siapa yang mau dengan wanita jahat sepertimu"
"Kamu bohong Rafa, jelas-jelas semua ini terjadi karena dia, semuanya karena dia. Kamu melakukan segala cara untuk melindungi dia, kamu membohongiku karena dia, kamu mau menjebak aku karena dia" teriak Gracia sambil menyiramkan air pada Rara dan itu terlihat jelas oleh Rafa.
Rara langsung terbangun begitu Gracia menyiram dirinya dengan air.
"Rara" ucap Rafa khawatir karena sekarang Rara sedang berada di tempat Gracia wanita gila di mata Rafa.
Rara tampak mengerjapkan matanya dan melihat-lihat sekeliling dengan tatapan bingung, dan lebih bingung lagi begitu dia melihat Gracia.
"Kamu siapa?" tanya Rara pada Gracia.
Gracia pun lagi-lagi tertawa mendengar pertanyaan dari Rara.
Rara langsung ketakutan.
"Gracia awas kamu kalau sampai kamu berani lakukan itu" ucap Rafa khawatir.
Rara pun langsung melihat Rafa dari layar ponsel Gracia.
"Rafa tolongin aku" ucap Rara karena sudah sepenuhnya tahu kalau dia sedang dalam bahaya sekarang karena tangannya di ikat juga.
"Rara kamu tenang yah, aku pasti akan menemukan kamu dan menolongmu" ucap Rafa.
"Hahaha romantis sekali kalian yah" ucap Gracia.
"Datanglah menolong istrimu sendiri, jangan bawa siapa-siapa, kalau kamu melanggarnya, istrimu langsung mati" ucap Gracia lagi sambil memperlihatkan senjatanya.
Rafa langsung menutup panggilan telfonnya. Dan segera melacak keberadaan Gracia namun bawahan Rafa sudah lebih dulu memberitahu keberadaan Gracia.
"Rafa loe jangan pergi sendiri kesana, itu sangat berbahaya" ucap Aldi.
__ADS_1
"Iya Rafa benar yang di katakan Aldi, biar kita ikut dengan kamu" ucap Fandi.
"Kalian nggak dengar wanita gila itu bilang apa tadi, gue nggak mau kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku" ucap Rafa.
"Rafa kita bisa memikirkan cara lain yang penting sekarang kita sudah tahu keberadaan Rara" ucap Fandi.
"Tidak, gue tidak mau membahayakan nyawa istriku" ucap Rafa.
"Baiklah, kamu masuk duluan tetapi kamu harus hati-hati dan jaga dirimu baik-baik, biar kita mikirin cara lain agar bisa masuk juga karena gue yakin Gracia pasti sudah memiliki niat jahat" ucap Fandi.
"Iya, gue kesana duluan nanti kalian menyusul, kalian juga hati-hati, ingat Gracia itu wanita licik pasti dia sudah menaruh penjagaan ketat di tempatnya, jadi jangan tertipu dengan keadaan yang sunyi"
"Iya, kita turun disini saja, loe hati-hati" ucap Fandi.
Rafa pun segera ke tempat Gracia seorang diri.
######
"Tolong lepaskan aku, salahku apa aku nggak kenal sama kamu" ucap Rara walaupun Rafa bilang akan menolong dirinya namun Rara tidak mau berharap banyak.
"Salahmu karena kamu mengambil orang yang harusnya untuk aku" ucap Gracia sambil mencengkram kedua pipi Rara.
Rara tidak paham sama sekali dengan maksud Gracia.
"Aku tidak mengerti sama sekali maksud kamu, mungkin kamu salah orang" ucap Rara dengan polosnya setelah Gracia melepaskan cengkramannya pada pipinya, membuat Gracia semakin kesal.
"Kamu telah mengambil Rafa" teriak Gracia seperti orang stres.
Rara terkejut mendengar ucapan Gracia.
Mengambil apa maksudnya, aku nggak mengerti, Rafa siapa yang dia maksud batin Rara.
"Rafa siapa yang kamu maksud?" tanya Rara ingin memastikan.
"Rafa suamimu" ucap Gracia sambil mencengkram kembali kedua pipi Rara membuat Rara meringis kesakitan.
"Kamu sepertinya salah paham, Rafa tidak mencintaiku mana mungkin aku mengambilnya" ucap Rara memberi penjelasan begitu Gracia melepaskan kembali cengkramannya.
Gracia yang mendengar itu semakin kesal, kenapa ada orang sebodoh Rara, pikir Gracia.
"Kamu ini polos atau ******"
"Nggak tahu, aku mohon lepaskan aku. Aku sama sekali tidak mengambil Rafa, Rafa itu tidak mencintaiku percayalah padaku, aku tidak bohong" mohon Rara.
__ADS_1
Gracia yang sudah sangat emosi langsung ingin menampar pipi Rara namun tangannya tidak sampai di pipi Rara karena Rafa sudah menahannya.
Gracia memang sudah memberitahu bawahannya agar membiarkan Rafa masuk dengan memperlihatkan foto Rafa terlebih dahulu kepada bawahannya.