
"Tapi Nona saya perlu memberitahukan dulu pada tuan Reno kalau Nona datang atau sama Nyonya," ucap pak satpam itu lagi.
"Dan Nona darimana tau mengenai wanita yang sedang bersama Nyonya dan tuan Reno sekarang?" ucap pak satpam itu lagi.
"Itu urusan aku kamu nggak perlu tau,,, sekarang lebih baik kamu nggak usah ikut campur dan aku mau masuk," ucap Fania.
"Tidak bisa begitu Nona,, saya harus menelepon Nyonya dulu,,"
"Ngapain sih kamu telfon dia,, aku ini pacarnya Reno,, jadi sudah pasti bisa masuk," ucap Fania kesal.
"Iya Nona tapi lebih baik saya beritahu Nyonya dulu,, kalau sudah dapat izin barulah Nona masuk saya tidak akan menghalangi Nona untuk masuk,"
"Awas saja kamu yah,, aku benar-benar akan memecat kamu duluan jika aku sudah menjadi istrinya Reno," ucap Fania lagi.
"Iya terserah Nona saja, yang penting sekarang saya harus mengerjakan tugas saya dulu," ucap pak satpam itu lagi sambil mengambil ponsel dari dalam kantung celananya.
Lalu segera dia menelepon mama Reno.
"Reno bawa kesini ponsel mama,, dan liat siapa yang menelepon," ucap mama Reno begitu mendengar ponselnya berdering.
Reno pun mengikuti ucapan Mamanya,, dan dia langsung mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat nama kontak yang menelepon mamanya ternyata satpam yang bekerja di rumahnya.
"Mama ada hubungan dengan pak satpam? mama nggak macam-macam kan sama pak satpam,, mama nggak mengkhianati papa kan?" ucap Reno sambil membawakan ponsel mamanya.
"Ku getok juga kepala kamu ini,, bisa-bisanya kamu berpikiran sampai kesitu,, bawa kesini cepat, ada tamu yang tak di undang berarti kalau dia menelepon begini,," ucap mama Reno.
Jangan-jangan itu Fania lagi yang datang,, tapi mana mungkin sih,,, Reno terlihat santai aja sekarang,, kan kalau dia mau bawa Fania ke rumah pasti dia sudah mohon-mohon duluan sama aku agar tidak terlalu memperlihatkan ketidaksukaan aku pada Fania, batin Mama Reno.
"Wihhh mama berlebihan banget, tamu tak di undang segala," ucap Reno lalu tertawa.
"Maafin Reno ma,, yang sudah berpikiran sampai kesitu," ucap Reno lagi.
"Aku angkat nih panggilan telfonnya?" tanya Reno karena melihat mamanya masih sibuk.
__ADS_1
"Iya angkat,, terus aktifkan speaker ponselnya,, aku mau dengar dan juga mau bicara,, nggak perlu kamu yang bicara," ucap mama Reno.
"Siap mamaku sayang," ucap Reno lalu segera mengangkat panggilan telfon dari pak satpam di rumahnya.
Ana hanya melihat Reno dengan tatapan kagum,, dia kagum dengan Reno yang walaupun terlihat sombong tapi dia sangat penurut dan sangat menyayangi mamanya,, dia tidak melawan Mamanya walaupun sejak tadi Mamanya selalu memarahi Reno di hadapan Ana yang tentunya cowok akan merasa malu,, sudah pasti cowok itu akan memilih pergi tapi Reno tidak dia tetap pada tempatnya menuruti keinginan mamanya,, mendengarkan kemarahan Mamanya dan menanggapi dengan senyuman atau candaan,, dan cowok yang menyayangi mamanya termasuk ke dalam tipe pria idaman Ana.
Astaga Ana stop,, apa yang kamu pikirkan,, untung saja kan dia tidak bisa membaca pikiran kalau bisa kamu pasti malu banget,, masih banyak pria lain yang menyayangi mamanya nggak usah kagum padanya dan mikir yang nggak mungkin terjadi,, batin Ana sambil bergidik ngeri.
"Halo Nyonya," ucap pak satpam itu begitu melihat mama Reno sudah mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
Astaga berlebihan banget sih kayak penjahat saja aku,, ngapain juga coba mesti di telfon dulu,, seharusnya langsung masuk ke dalam saja kan,, lagian aku nggak ada tampang-tampang jahatnya sama sekali,, mana mungkin aku bisa berbuat macam-macam juga sih,, batin Fania.
"Halo ada apa pak? ada tamu yang tak di undang yah?" ucap Mama Reno.
"Iya ada Nyonya,, sesuai dengan perintah Nyonya kalau dia yang datang harus memberitahukan Nyonya dulu kan kalau dia tidak bersama dengan tuan Reno, jangan langsung masuk, dan sekarang dia lagi berada di depan Nyonya," ucap
Mama Reno cukup terkejut begitu tau bahwa Fania datang,, dia juga penasaran apa yang membuat Fania termotivasi untuk datang ke rumahnya tanpa bersama dengan Reno dan bahkan mama Reno yakin kalau Reno tidak tau apa-apa mengenai kedatangan Fania.
Reno mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan pak satpam sedangkan Ana hanya diam saja menjadi pendengar.
"Iya sangat benar pak," ucap mama Reno.
"Ma siapa sih yang di maksud dengan Pak satpam?" tanya Reno penasaran,, dia sama sekali tidak kepikiran bahwa yang pak satpam maksud itu adalah Fania.
"Fania ada di depan," jawab mama Reno.
Deg....
Reno benar-benar tidak menyangka kalau Fania akan datang disaat yang tidak tepat,, Reno langsung melihat ke arah Ana yang tentu Reno takut akan salah paham nanti ketika Fania melihat Ana di dalam rumahnya.
Fania nggak boleh masuk ke dalam, batin Reno.
Sedangkan Ana juga langsung memperhatikan ekspresi wajah Reno yang langsung berubah dan dia juga penasaran,, siapa Fania itu karena ekspresi wajah Reno langsung berubah begitu mendengar nama Fania.
__ADS_1
Siapa wanita itu? batin Ana yang penasaran.
"Ma biar aku pergi menemui Fania, dia nggak mengabari aku sama sekali,, jadi biar aku saja yang menemui dia mungkin ini hanya kesalahan teknis saja dia tiba-tiba datang,," ucap Reno cepat.
Hmmm nggak boleh,, kali ini aku setuju dia datang anakku Reno yang goblok,, karena ini waktu yang apa untuk membuat dia berpikiran macam-macam sama kamu,,, batin Mama Reno sambil melihat Ana.
"Hmmm nggak usah lah Reno,, biarkan dia masuk saja,," ucap Mama Reno.
"Tapi ma,, mama kan nggak suka sama dia,, tumben banget mama mau dia masuk,, biasanya kalau Reno mau bawa dia mama selalu bilang nanti-nanti terus tapi kenapa sekarang mama malah seperti nggak ada masalah apapun,, malah mau menyuruh dia masuk?" ucap Reno.
"Reno,, Reno mau kamu ini apa sih,, heran deh mama sama kamu,,, mama jadi serba salah banget sekarang,, mama nggak izinkan dia kesini salah,, mama lagi izinkan dia masuk juga salah,, jadi mau kamu ini apa hah,, cepat bilang sudah kesal mama ini," ucap mama Reno.
Nggak sekarang juga kali ma,, kan ada Ana nanti Fania mikir macam-macam,, mana mama dekat banget lagi sama Ana,, batin Reno.
"Nanti saja ma,, Fania aku bawa kesini,, sekarang dia nggak usah masuk dulu,, aku nggak mau nanti dia salah paham ma sama Ana,,, mama mengertilah sama aku,," ucap Reno.
"Fania siapa sih?" tanya Ana yang sejak tadi sudah sangat penasaran.
"Pacarku," jawab Reno.
Deg....
Seperti ada yang lain yang Ana rasakan pada hatinya begitu mengetahui Fania adalah pacar Reno. Yang sedang berada di depan rumah Reno sekarang.
##############
Mampir ke novel author yang baru yee....
"Dendam dan Cinta"
klik profil aku aja
mksh sebelumnya🙏😊
__ADS_1