
Rafa sedikit tersentak begitu mendengar ucapan Rara.
"Cerai Rara?" tanya Rafa ulang.
"Iya Rafa kita cerai saja" ucap Rara yakin.
Walaupun di dalam hatinya dia benar-benar tidak ingin bercerai dengan Rafa, karena dia sangat mencintai Rafa. Tapi dia tahu Rafa mencintai orang lain dan Rafa bahagia bersama orang lain, jadi lebih baik dia yang mengalah, dia akhiri saja sekarang sebelum nanti dia semakin tidak bisa melepaskan Rafa.
"Apa ini karena laki-laki lain?" tanya Rafa kesal.
Rara benar-benar langsung melongo tak percaya setelah mendengar ucapan Rafa, bagaimana bisa terlintas di pikirannya laki-laki lain sedangkan Rara tak pernah menyukai laki-laki lain dan ada hubungan lebih dengan laki-laki lain, justru Rafa lah yang memiliki hubungan dengan wanita lain, yang menjadikan Rara sebaiknya ingin mundur saja demi kebahagiaan Rafa.
"Rara ayo jawab, pasti benarkan karena laki-laki lain makanya kamu ingin cerai cepat-cepat sekarang" desak Rafa sambil menggoyangkan kedua bahu Rara yang lagi bengong.
"Rafa kamu apa-apaan sih, ini tidak ada hubungannya dengan laki-laki lain Rafa. Ini semua aku lakukan demi kebahagiaan kamu dan kamu dengan teganya menuduhku seperti itu" ucap Rara sambil mencoba melepaskan pegangan tangan Rafa di kedua bahunya.
Rara bisa melihat ada ekspresi kesal dan juga tak terima di wajah Rafa setelah Rara mengatakan ingin bercerai. Dan itu yang membuat Rara heran kepada Rafa, seharusnya Rafa bahagia bila Rara ingin bercerai cepat jadi dia bisa bersama Gracia bahkan bisa langsung menikahi Gracia wanita yang dia cintai.
"Kebahagiaan aku, kamu bilang. Kamu nggak tahu apa-apa Rara sama kebahagiaan aku" Kata Rafa.
"Kata siapa aku nggak tahu apa-apa, aku tahu kamu bahagia kalau bersama Gracia Rafa, makanya aku mundur dan melepaskan kamu, biar kamu bisa bersama Gracia wanita yang kamu sangat cintai itu, tapi kenapa kamu seperti ini sih, kamu jangan egois ingin memiliki keduanya, pilihlah salah satunya dan aku sudah memutuskan untuk mundur Rafa asal kamu bahagia" cerocos Rara entahlah dia benar-benar cerewet sekarang di mata Rafa.
"Apa begini cara kamu cemburu, kamu bertambah cerewet saja" ucap Rafa yang tak menggubris ucapan Rara tadi, justru dia malah fokus memperhatikan Rara yang sedang berbicara mengeluarkan unek-uneknya atau lebih tepatnya seperti istri yang lagi mengomel karena cemburu.
"Rafa kamu tuh yah, aku ini lagi bicara serius Rafa. Kita bercerai saja" ucap Rara lagi.
Rara kesal karena Rafa malah tidak menggubris ucapannya dan malah membahas masalah cemburu.
Memang aku sejelas itu kalau lagi cemburu padahal aku sudah menyembunyikan semuanya biar Rafa tidak tahu, tapi dia malah tahu dengan mudahnya batin Rara.
"Ayo katakan ini gara-gara siapa kamu ingin kita bercerai cepat-cepat, gara-gara Fandi atau Aldi atau laki-laki yang aku tidak tahu, bilanglah biar aku memberi orang itu pelajaran karena marayu istri orang hingga dia ingin bercerai cepat" kata Rafa.
Rara benar-benar heran dengan pemikiran Rafa.
__ADS_1
"Rafa apa kamu pikir aku wanita yang seperti itu, yang mudah termakan rayuan laki-laki padahal aku sudah menikah, kamu dengar baik-baik yah Rafa, aku tuh selama menikah dengan kamu, aku nggak pernah macam-macam di belakang kamu. Aku ingin kita bercerai itu biar kamu bisa bersama Gracia" ucap Rara.
"Aku sudah bersama Gracia sekarang biarpun kita belum bercerai kan, udah kamu nggak usah memikirkan Gracia, satu hal saja yang harus kamu pikirkan, Gracia tidak boleh mengetahui aku sudah menikah dan kamu adalah istriku, aku tidak ingin membuatnya sakit hati" kata Rafa.
"Kamu sangat menjaga perasaan Gracia, apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan aku juga Rafa sedikit saja yang jadi istri tidak di anggap seperti ini, pokoknya aku mau cerai secepatnya" ucap Rara sambil menahan air matanya.
"Dengar tidak akan aku menceraikan kamu Rara dalam waktu secepat ini perjanjian tetaplah perjanjian dan aku menganggap kamu sebagai istri aku kok, sekarang aku menganggap kamu sebagai istriku, dan tidak usah cemburu pada Gracia kamu jadi semakin cantik dan menggemaskan kalau cemburu."
"Kamu menganggap aku sebagai istri, apa kamu sadar mengucapkan itu lagian aku nggak cemburu, dan Rafa kamu lebih baik pulang sekarang sebelum aku naik darah disini" usir Rara sambil menatap kesal pada Rafa.
"Aku mau tidur disini bersama istriku, bisa-bisanya kamu mengusir suami sendiri" ucap Rafa dengan santainya sambil terus memperhatikan wajah Rara yang sedang kesal namun semakin menggemaskan saja di matanya.
Dia kalau cemburu semakin cantik saja batin Rafa.
"Kenapa aku tidak bisa mengusir kamu sedangkan kamu saja mengusir aku, pulanglah di rumah kamu dan jangan lupa aku ingin secepatnya berpisah dari kamu, aku nggak mau di giniin terus, aku ingin juga ada pria yang mencintai aku dan benar-benar menjaga perasaan aku, nggak kayak sekarang punya suami tapi suami aku itu lebih menjaga perasaan wanita lain dan dengan santainya menjalin hubungan dengan wanita lain, aku ini manusia bukan batu yang tidak mempunyai perasaan" ucap Rara lalu berdiri ingin segera membukakan pintu buat Rafa agar Rafa pulang.
Namun Rafa malah menggendongnya membawanya ke kamar lalu mengunci pintu kamar Rara.
Di tindihnya tubuh Rara di atas tempat tidur membuat Rara benar-benar ketakutan, karena Rara bisa melihat jelas wajah Rafa yang benar-benar sedang marah, namun Rara bingung apa yang Rafa marahkan sedangkan semua yang dia ucapkan benar adanya.
"Bibirmu ini bisa-bisanya bilang menginginkan pria lain mencintai kamu sedangkan aku masih suami kamu sayang hemm" ucap Rafa setelah mencium paksa bibir Rara sambil mengelus bibir Rara.
Rara benar-benar takut mendengar Rafa berbicara seperti itu, karena biarpun dia mengucapkan kata sayang tapi jelas sekali kalau dia sedang marah.
"Memang kenapa aku harus nggak berani, minggirlah Rafa lebih baik kamu pulang sekarang, ini sudah mau larut" ucap Rara yang setelah itu merutuki kebodohannya sendiri karena telah berani berbicara seperti itu di saat Rafa sedang marah, Rara sendiri tidak tahu mendapat keberanian itu darimana.
Rafa bukannya pulang malah membuka bajunya.
"Rafa aku menyuruhmu pulang bukan menyuruhmu membuka baju" ucap Rara kesal sambil berusaha mendorong Rafa namun sia-sia.
"Kamu harus aku beri anak sayang, agar waktumu hanya untuk memikirkan anak bukan memikirkan pria lain" ucap Rafa dengan senyum mengerikannya.
"Rafa aku nggak mau" ucap Rara yang semakin takut.
__ADS_1
"Kenapa tidak mau, katanya kamu mencintaiku dan juga kamu istriku."
"Nggak aku nggak mau, aku nggak mau melakukan itu sama orang yang tidak mencintaiku" ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya.
"Cinta dan tidaknya tetap saja kamu istriku dan kenapa bibirmu ini mengatakan pria lain tadi sayang, itu sangat tidak suka aku dengar, jadi kamu harus hamil anakku agar kamu tidak minta cerai dalam waktu dekat ini dan juga tidak memikirkan pria lain" ucap Rafa lalu mulai mencium bibir Rara lagi namun Rara menolaknya terus.
"Rafa kamu jangan egois seperti ini, aku nggak mau Rafa, kamu sadarlah Rafa kamu jangan seperti ini" ucap Rara sambil menangis setelah Rafa melepaskan ciuman paksanya.
Namun Rafa tak menghiraukan itu semua, dia terus menjamah tubuh Rara bahkan sudah merobek baju Rara.
Rara semakin menjadi menangis karena sekarang dia sudah hampir tidak menggunakan sehelai benang pun, namun Rafa tak menghiraukannya sedikit pun, dia terus saja menggerayangi tubuh istrinya tanpa terlewat sedikit pun dan memberikan tanda kepemilikannya padahal Rara sudah menangis histeris.
Hingga ponselnya berdering membuatnya menghentikan aktivitasnya, namun tetap menindih tubuh Rara agar Rara tidak kemana-mana.
Rara masih sesenggukan karena ulah Rafa itu.
Rafa melihat ponselnya dan tersentak kaget karena ternyata Gracia yang menelponnya.
"Diamlah" ucap Rafa setelah mencium bibir Rara.
Rafa masih sempat-sempatnya mencium bibir Rara lalu mengangkat panggilan telfon dari Gracia, bahkan Rafa masih menindih tubuh Rara.
"Halo sayang" ucap Rafa begitu mengangkat panggilan telfon dari Gracia.
Episode kali ini mengandung kejengkelan yang hakiki,,di mohon bersabar๐๐
#################
Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...
-Takdirku bersamamu
-Cinta presdir tampan
__ADS_1
klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca๐๐๐