Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Di lapangan kalau perlu


__ADS_3

"Kalian berdua itu benar-benar tega sama aku yah, padahal aku itu lagi marah beneran ni,, tapi kalian tidak perduli malahan meledek aku lagi, ingat aku ini lagi sakit tahu, tega banget kalian berdua," ucap Aldi.


"Baru tahu yah kalau kita berdua itu tega, kamu juga sih, sok marah, kayak bocil ajah," ucap Rafa.


"Sembarangan ajah kamu ngomongnya, gimana aku nggak mau marah coba, kalian berdua itu lama banget datangnya, perut aku udah keroncongan nih," ucap Aldi.


"Kenapa nggak makan duluan Aldi, kamu ini emang kadang kalau lagi ******, ****** banget yah, udah tahu lapar tapi nggak mau makan duluan, sakit nggak enak tahu" ucap Rafa.


"Aku itu pengen makan bareng kalian, gimana sih, udah ahh ayo kita ke meja makan, dan langsung makan," ucap Aldi sambil berjalan ke meja makan.


Mereka pun segera ke meja makan, dengan Fandi yang terus melihat Citra karena Fandi selalu melihat Citra yang memberikan tatapan tidak suka pada Rara. Citra terlihat seperti sangat kesal pada Rara, dan Fandi tahu itu.


"Apa liat-liat?" tanya Citra yang sedikit nyolot pada Fandi, karena Citra menyadari kalau Fandi sejak tadi memperhatikan dirinya.


Fandi seketika terkejut dan langsung bersikap seperti biasa lagi. Yang lain menoleh kepada Fandi dan Citra semua.


"Siapa yang liat-liat kamu, kepedean banget kamu, artis saja yang jelas-jelas terkenal aku nggak lihat, sedangkan kamu artis bukan juga jadi ngapain aku lihat-lihat kamu membuang-buang waktu berharga aku dan juga akan mengotori mataku," ucap Fandi.


"Ihh masih ajah ngeles, udah ketahuan juga kalau sejak tadi kamu memperhatikan aku, emang kamu pikir aku nggak sadar gitu," ucap Citra yang tidak mau kalah.


"Hei tadi aku memang sempat melihatmu,, karena kamu selalu melihat Rara dengan tatapan tidak suka, jadi aku melihatmu tadi hanya karena itu nggak ada hal lain, sekarang aku tanya sama kamu ngapain kamu selalu melihat Rara dengan tatapan tidak suka, cepat kamu beritahu aku alasannya," ucap Fandi.


Mereka langsung menjadi tontonan buat yang lain.


"Bohong banget kamu, jelas-jelas kamu melihat aku karena aku cantik kan, pakai cari alasan segala lagi, dan fitnah aku lagi, siapa juga yang melihat Rara dengan tatapan tidak suka, kamu saja yang selalu berburuk sangka pada orang terutama sama aku," ucap Citra.

__ADS_1


Fandi langsung tertawa begitu mendengar ucapan Citra.


"Pakai ketawa segala lagi kamu, benarkan yang aku bilang," ucap Citra.


"Aku tertawa karena kamu sangat kepedean, apa tadi kamu bilang cantik darimananya kamu cantik, kalau kamu bilang kayak ondel-ondel baru aku setuju banget, dandan menor banget kayak gitu, perasaan ini hanya makan siang biasa, siapa yang kamu dandankan kayak ondel-ondel gitu," ejek Fandi sambil tertawa.


Citra benar-benar sangat kesal dengan Fandi, apalagi ucapan Fandi yang barusan benar-benar sangat membuat dia kesal, dia capek-capek dandan, di lirik dengan Rafa pun tidak dan malahan Fandi dengan santainya ngatain dia seperti ondel-ondel, padahal itu sudah dandanan terbaik menurut Citra yang akan membuat Rafa menjadi klepek-klepek padanya.


"Apa kamu bilang ondel-ondel, mata kamu itu katarak yah, jelas-jelas aku cantik begini kamu bilang ondel-ondel pantas saja aku tidak pernah melihatmu bersama wanita," ucap Citra.


Wahh beraninya dia bawa-bawa wanita dan bilangin aku katarak lagi, yah aku memang jomblo tapi kalau cuma mau mencari wanita sih gampang buat aku, hanya aku saja yang tidak mau, batin Fandi kesal.


"Hei Citra dengar yah kalau aku mau bersama wanita sangat mudah bagiku untuk mendapatkan wanita, hanya aku saja yang tidak mau, dan apa tadi kamu bilang aku katarak, hahah nggak terima banget kamu di bilangin seperti ondel-ondel," ucap Fandi.


"Kamu ini mau di lihat dari segi manapun nggak ada cantik-cantiknya masih ajah maksa buat di akuin cantik, dengar yah kamu kalau di bandingin dengan kucing yang ada di rumahku cantikan kucing aku tahu nggak," ucap Fandi lagi.


"Iya kenapa emang?" ucap Fandi.


"Kamu marah, kamu nggak terima, sana pergi bakar laut biar marahmu hilang," ucap Fandi lagi yang membuat Ana hampir saja tertawa tapi di tahannya karena keadaannya sekarang tidak cocok untuk tertawa begitu melihat ketegangan antara Fandi dan Citra.


Gila yah ini cowok, aku sumpahin deh kamu jomblo terus, batin Citra kesal.


"Kenapa diam, kamu nggak tahu laut ada dimana, mau aku antar?" tanya Fandi.


"Dengar yah kamu itu adalah laki-laki yang sangat menjengkelkan yang pernah aku tahu," ucap Citra yang semakin kesal pada Fandi.

__ADS_1


"Hemm apa tadi kamu bilang mau antar aku, hahah aku tahu kamu sengaja biar bisa dekat sama aku," ucap Citra.


Fandi langsung tertawa setelah mendengar ucapan Citra.


Sedangkan yang lain masih setia menonton Fandi dan Citra, bahkan Aldi langsung melupakan laparnya karena melihat Citra dan Fandi yang sedang ribut.


"Aku mau dekat sama kamu, nggak usah mimpi yah kamu, aku bisa gatal-gatal dan bisa ketularan jadi ondel-ondel kalau aku dekat-dekat kamu," ucap Fandi sambil bergidik ngeri.


"Ihh dasar lebay banget kamu, Ana apa kamu gatal-gatal selama dekat dengan aku?" tanya Citra.


"Ayo Ana kamu jawab jujur pasti kamu gatal-gatal kan," ucap Fandi juga kepada Ana.


Duhh mereka kenapa sih bawa-bawa aku batin Ana.


"Nggak kok kak Fandi aku nggak gatal-gatal kalau dekat dengan Citra, kak Fandi ada-ada ajah" ucap Ana jujur sambil tersenyum untuk mendinginkan sedikit suasana.


"Tuh dengar sendiri kan," ucap Citra.


"Kamunya ajah yang baper, tapi Ana aku beritahu kamu memang yah, jangan ikuti gaya ondel-ondel dia, sangat-sangat tidak bagus, dan kamu jangan berikan contoh yang tidak baik pada Ana," ucap Fandi sambil melihat Citra dengan tatapan kesal.


"Siapa juga yang kasih contoh tidak baik sama Ana, lagian Ana tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik," ucap Citra karena mengingat Ana yang tidak mau di ajak kerjasama membuat Citra juga kesal sedikit pada Ana, makanya dia memutuskan untuk mencari Zahra tapi dia belum ketemu juga dengan Zahra.


"Kamu itu sekarang lagi memberikan contoh yang tidak baik pada Ana, dan juga sebelum-sebelumnya kamu juga memberikan contoh yang tidak baik pada Ana, tapi untung Ana tidak mengikuti kamu," ucap Fandi.


"Sok tahu banget kamu yah," ucap Citra.

__ADS_1


"Bukan sok tahu tapi aku memang tahu," ucap Fandi lagi.


"Kalian ini lanjut sana ribut di luar, di lapangan kalau perlu, aku dan yang lain mau makan," ucap Aldi pada akhirnya begitu melihat pertengkaran Fandi dan Citra tidak selesai-selesai.


__ADS_2