Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sesekali melihat ponselnya,,,


__ADS_3

Anak buah Fandi mengernyitkan dahinya sedikit begitu mendengar perintah Fandi.


Loh bukannya Citra itu teman Nyonya Rara dan setau aku wanita itu nggak jahat kok tuan menyuruhku untuk mencari tau tentang wanita itu,, hmm tuan cukup aneh hari ini,, batin anak buah Fandi.


"Kamu dengar apa yang aku perintahkan?" ucap Fandi karena tidak mendengar suara anak buahnya sendiri.


"Iya dengar tuan," ucap anak buah Fandi dengan cepat.


"Oke bagus,, cari tau sekarang juga jangan sampai mereka tau ataupun curiga sama kamu,, fotonya akan aku kirimkan,, aku tutup panggilan telfonnya dulu," ucap Fandi lagi.


"Iya tuan," ucap Anak buah Fandi.


Fandi langsung menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya begitu mendengar ucapan anak buahnya lalu segera mengirimkan foto Citra dan Chris kepada anak buahnya.


Setelah itu Fandi dengan cepat membeli minuman lalu segera kembali ke mobilnya.


Datang juga Fandi,, tumben dia lama banget,, hampir aja aku nyusul dia ke dalam,, batin Rara sambil melihat Fandi yang sedang berjalan menuju ke mobil.


"Lama banget Fan,, tumben banget,, aku baru mau nyusul kamu tadi loh,,, ucap Rara begitu Fandi sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Ya ampun untung Rara nggak nyusul,, kalau dia nyusul bisa-bisa aku ketahuan,, batin Fandi merasa lega karena Rara tidak menyusulnya masuk ke dalam.


"Maaf Ra di dalam antri pas mau bayar," ucap Fandi yang sudah menyiapkan alasan memang apabila Rara bertanya.


"Oh gitu pantas aja,," ucap Rara sambil melihat Fandi.


Rara pun segera mengambil minuman yang diberikan oleh Fandi.


"Minum dulu Ra biar segar," ucap Fandi.


"Iya kamu juga minum dulu tuh,, jangan sampai kamu lagi kepanasan sekarang," ucap Rara sambil melihat Fandi.


"Yakin? siapa tau aja kamu kepanasan begitu melihat Citra tadi bersama Chris," ucap Rara sambil nyengir melihat Fandi.


"Ahh nggak kok Ra,, kamu ini ada-ada saja,, jangan ikutin suami kamu dong Ra yang gangguin aku melulu," ucap Fandi sambil melihat Rara.


"Iya deh,, tapi kalau kamu kepanasan,, aku sarankan kamu segera mengejar Citra,, jangan sampai deh dia di ambil orang terus kamu hanya bisa gigit jari aja," ucap Rara lagi.


"Ra, jangan bicara seperti itu dong,, aku nggak suka sama Citra,, kamu karena jadi istri Rafa nih akhirnya tengilnya Rafa mulai berpindah sama kamu," ucap Fandi.

__ADS_1


Rara pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fandi yang asal menurut Rara.


"Ada-ada aja kamu Fan, aku cuma mengingatkan aja karena penyesalan itu ada di belakang," ucap Rara lagi.


"Iya Ra,, aku tau kok,, tapi aku memang nggak suka pada Citra," ucap Fandi sambil menyetir mobilnya lagi untuk mengantar Rara.


Sementara Citra sedang asik jalan bersama Chris..


"Cit,, kita mau kemana lagi?" tanya Chris karena sejak tadi mereka sudah keliling tapi dia tidak merasa bosan pada Citra karena Citra orangnya lucu menurut Chris.


Citra tampak berpikir sejenak begitu mendengar ucapan Chris.


"Emmm kita ke kampus Ana saja yuk,, aku pengen ketemu dengan tuh anak,," ucap Citra pada akhirnya.


"Oke,, kamu tau kan alamat kampus dia?" tanya Chris sambil melihat Citra.


"Iya tau dong Chris," ucap Citra lagi.


Chris pun segera menuju ke kampus Ana begitu Citra telah memberitahukan alamat kampus Ana.

__ADS_1


Sementara Fandi sejak tadi sesekali melihat ponselnya melulu karena menunggu kabar dari anak buahnya...


__ADS_2