Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Delia...


__ADS_3

Fandi dengan semangatnya mencari tau tentang wanita yang baru diingatnya itu.


Tak lama bagi Fandi untuk mendapatkan informasi mengenai wanita itu,, apalagi Fandi tau nama dan kampus wanita itu.


Hingga tak lama dia pun sampai di kampus tempat wanita itu kuliah.


Semoga aja cepat ketemu deh,, aku mesti jadiin dia pacar pura-pura aku,, aku rasa dia wanita yang cocok,, batin Fandi.


"Aku nggak boleh ketahuan kalau berbohong,, bisa malu banget nanti,, apalagi Citra pasti akan tertawa bahagia,, bisa-bisanya dia mengungkapkan perasaannya kepada Chris,, katanya cinta sama aku,, tapi dia seperti itu pada Chris,, cinta apaan tuh,, dia pikir bisa mempermainkan perasaan aku,,,," ucap Fandi sambil melihat kesekelilingnya.


Hingga tak lama dia pun melihat sosok wanita yang dicarinya.


"Nah itu dia,," ucap Fandi sambil tersenyum bahagia dan berjalan ke dekat wanita yang sedang berjalan sambil memegang buku.


"Hei," sapa Fandi sambil tersenyum pada wanita itu.


Wanita itu pun langsung melihat ke arah Fandi.


Pria ini seperti nggak asing,, batin wanita itu.

__ADS_1


"Masih ingat aku nggak?" ucap Fandi lagi sambil tersenyum manis pada wanita itu.


"Iya aku ingat,, kamu yang nolongin aku kan?" ucap wanita itu lagi sambil tersenyum juga pada Fandi.


Fandi pun menganggukkan kepalanya sambil masih tersenyum bahagia.


Fandi sangat senang karena wanita itu masih mengingat dirinya.


Semoga dia mau di ajak kerjasama,,, sebenarnya aku sangat ikhlas menolong kamu waktu itu tanpa menginginkan imbalan,, ini terpaksa aku meminta imbalan karena aku rasa kamu yang cocok untuk tugas ini,, batin Fandi.


"Nggak nyangka kita bakalan ketemu lagi,, aku sangat senang,," ucap wanita itu lagi.


"Sengaja mencari aku?" ucap wanita itu sambil melihat Fandi.


Fandi pun menganggukan kepalanya sambil melihat wanita itu.


"Nama kamu Delia kan?" ucap Fandi yang menanyakan ulang nama wanita itu.


"Iya,, kamu Fandi kan?" ucap Delia sambil melihat Fandi.

__ADS_1


"Iya, kamu masih ingat yah,, aku pikir kamu nggak ingat lagi,," ucap Fandi sambil melihat Delia juga.


"Iyalah aku masih ingat,, aku nggak mungkin melupakan orang yang sudah menolong aku,, dan juga kamu kan terkenal,, kamu kan tangan kanan Rafandra Alexander," ucap Delia lagi.


"Ehh iya juga yah,," ucap Fandi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Oh iya,, ada apa? kata kamu tadi sengaja mencari aku?" ucap Delia lagi.


"Kamu butuh sesuatu? katakan saja aku pasti bantu selagi aku bisa," ucap Delia lagi.


"Emmm iya aku sangat membutuhkan bantuan kamu,, tapi ada baiknya kita ke tempat lain aja yah,, karena sejak tadi kita menjadi pusat perhatian," ucap Fandi yang menyadari dengan apa yang terjadi disekelilingnya.


"Iya juga yah,, ayo kalau gitu,, sebelum ada gosip yang bukan-bukan,, dan kamu dirugikan,," ucap Delia.


"Nggak akan ada kalau aku tidak mengizinkan,, hanya aku nggak enak aja karena kamu jadi pusat perhatian,, jangan sampai kamu nanti yang rugi,,, karena banyak yang melihat iri pada kamu," ucap Fandi sambil berjalan diikuti oleh Delia.


"Iya sudah pasti banyak yang iri,, karena aku berbicara dengan Fandi tapi tenang saja aku nggak mudah ditindas kok,," ucap Delia.


Emmm sangat cocok untuk menjadi pacar pura-pura aku,, batin Fandi.

__ADS_1


__ADS_2