
"Udahan dong" ucap Rara.
"Sayang kita pulang ke rumah bentar yuk" ajak Rafa yang sangat susah menahan semuanya.
"Mau ngapain, kita lagi jagain Aldi juga, lagian ini itu udah larut" ucap Rara.
"Pulang belah duren sayang abis itu kita datang lagi" bisik Rafa.
"Emang kamu lagi pengen makan duren?" tanya Rara yang belum mengerti maksud Rafa.
"Iya pengen banget sayang" ucap Rafa lalu ******* bibir Rara.
"Emang kamu abis beli duren?" tanya Rara lagi.
Rafa pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah mendengar pertanyaan Rara.
Fandi pun sengaja batuk nyaring agar dia tidak tersiksa lagi.
"Rafa tuh nggak enak sama Fandi buka selimutnya, dan nanti ajah kamu makan duren ini udah larut tahu nggak dan aku nggak mungkin ninggalin Aldi, atau kamu pulang sendiri ajah kalau gitu tapi kamu hati-hati yah"
Pasti Fandi sengaja nih batin Rafa.
Rafa pun segera membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan juga Rara setelah dia memperbaiki baju Rara yang berantakan karena ulahnya.
Rafa melihat kesal kepada Fandi yang sedang melihat mengejek pada dirinya sambil berusaha menahan tawanya.
"Loh kok kamu tidur lagi?" tanya Rara.
Rafa pun mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Rara.
"Kan udah larut sayang, jadi aku mau tidur dong" jawab Rafa.
"Bukannya kamu pengen makan duren tadi, aku pikir kamu mau pulang buat belah duren terus makan duren" ucap Rara yang membuat Fandi langsung tertawa begitu mendengar ucapan Rara dan itu membuat Rara bingung.
"Fandi kok loe tertawa sampai segitunya sih, loe nggak lihat itu Aldi masih terbaring lemah seperti itu" ucap Rafa kesal kepada Fandi.
"Iya Fandi loe jangan ribut kasian Aldi" ucap Rara juga.
"Maaf-maaf abis gue benar-benar nggak bisa menahan tertawa gue tadi" ucap Fandi sambil masih berusaha menahan tawanya karena melihat ekspresi Rafa yang sangat kesal kepadanya.
Kasian banget sih loe Rafa, pasti yang loe maksud belah duren lain ehh Rara yang dia maksud belah duren beneran batin Fandi.
"Kenapa loe tertawa Fandi?" tanya Rara bingung.
"Gue tertawa karena gue dengar Rafa mau belah duren jam segini Rara"
"Oh iya nih Rafa lagi pengen makan duren tapi gue nggak bisa menemani dia pulang sebentar, loe temani dia dulu Fandi bisa kan karena gue bakalan menjaga Aldi disini" ucap Rara yang membuat Rafa dan Fandi langsung bergidik ngeri.
Ya ampun Rara loe itu polos banget sih batin Fandi.
"Kalian berdua kenapa?" tanya Rara.
"Emm nggak kenapa-kenapa istriku sayang, aku nggak jadi mau makan duren lagian aku bisa lakuin itu kalau bersama kamu bukan bersama Fandi, jadi nanti saja sekarang kita tidur saja yah" ucap Rafa.
__ADS_1
Aku masih normal sayang mana mungkin aku mau ena-ena dengan Fandi batin Rafa sambil bergidik ngeri.
"Iya Rara benar yang dikatakan Rafa" ucap Fandi yang tiba-tiba langsung membela Rafa.
"Kalian berdua ini kenapa sih?" tanya Rara bingung.
"Nggak kenapa-kenapa kok, ayo kita tidur lagi" ajak Rafa.
Rara pun mengikuti ucapan Rafa.
######
"Semuanya amankan untuk melarikan diri?" tanya Gracia pada salah satu bawahannya.
"Iya aman, tapi bos harus segera pergi sebelum bawahan mereka menyadari"
"Oke, kalian juga harus hati-hati jangan sampai ketahuan, gue bakalan kabur duluan dan juga kita bakalan menyusun rencana di tempat kita yang baru" ucap Gracia.
"Baik bos, semuanya akan sesuai rencana kalau bos besarnya belum turun tangan, jadi cepatlah bergerak sekarang bos karena mereka sedang sibuk dengan yang terkena tembakan"
Gracia pun segera melarikan diri.
#######
"Gracia berhasil kabur Rafa" ucap Fandi begitu mendapatkan informasi dari bawahannya.
"Dia pasti mengelabui bawahan kita" ucap Fandi.
"Suruh mereka cari terus wanita itu dan tetapkan penjagaan yang ketat untuk orang-orang yang penting buat kita terutama Rara, gue yakin banget pasti dia tidak akan berhenti sampai disini" ucap Rafa.
"Iya loe benar Rafa"
"Kita masuk saja dulu buat istirahat, gue yakin dia akan datang kembali kok, di saat itu gue bakalan pastikan dia tidak bisa kabur lagi" ucap Rafa.
Rafa dan Fandi keluar depan pintu kamar rawat Aldi setelah Rara tertidur untuk membicarakan mengenai Gracia yang kabur, karena Fandi baru mendapatkan kabar dari bawahannya.
"Bisa nggak loe nggak usah peluk-peluk Rara" ucap Fandi sambil mengikuti Rafa yang sedang berjalan masuk ke dalam ruang rawat Aldi.
"Nggak bisa" ucap Rafa singkat.
"Loe menikah deh pasti loe seperti itu juga" ucap Rafa lalu tersenyum.
"Nggak ada yang mau sama gue" ucap Fandi.
"Tuh Zahra mau sama loe" ucap Rafa sambil tertawa pelan karena sudah berada di dalam ruang rawat Aldi.
"Astagfirullah amit-amit, cewek bekas orang begitu" ucap Fandi sambil bergidik ngeri.
"Loe tahu darimana?" tanya Rafa.
"Gue punya videonya kali, gue simpan ajah siapa tahu nanti di butuhkan"
"Iya-iya terserah loe deh"
__ADS_1
Mereka pun akhirnya tidur dengan Rafa yang memeluk Rara dan juga Fandi yang memeluk guling.
######
Pagi harinya
"Paman" ucap Rara senang begitu melihat Rafindra namun Rara belum tahu kalau Rafindra adalah Ayah kandung Rafa.
Rara pun salam kepada Rafindra.
"Sayang kamu baik-baik sajakan?" tanya Rafindra kepada Rara.
"Iya paman aku baik-baik saja, paman juga baik-baik sajakan?" tanya Rara.
"Iya"
"Aku khawatir sekali begitu mendengar kabarmu tapi untung kamu baik-baik saja"
"Paman tahu dari Rafa pasti, seharusnya dia tidak perlu memberitahukan ke paman biar paman tidak perlu khawatir dan datang kesini karena pasti paman sibuk" ucap Rara.
"Paman nggak sibuk kok dan aku tahu dari Fandi" jawab Ayah Rafa.
"Haa paman dekat juga sama Fandi?" tanya Rara sedikit terkejut.
"Itu rahasia, kamu jangan kepo" ucap Ayah Rafa lalu tertawa.
"Oh iya kemana Rafa dan Fandi?" tanya Ayah Rafa.
"Mereka sedang keluar membeli makanan paman" jawab Rara.
Ayah Rafa pun mengernyitkan keningnya.
"Mereka nggak menyuruh orang gitu?" tanya Ayah Rafa.
"Nggak paman, orang siapa juga yang mau disuruh dan juga kata Rafa dia ingin membeli sendiri"
Sebenarnya Rara sudah mulai bertanya-tanya tentang Rafa semenjak Rafa menolongnya, namun Rara masih menahannya sampai sekarang.
"Tumben banget anak itu" ucap Ayah Rafa.
"Tumben apanya paman?" tanya Rara.
"Nggak kok sayang, nggak usah dipikirkan"
"Oh iya gimana keadaan Aldi?" tanya Ayah Rafa sambil melihat kondisi Aldi yang masih terbaring tidak sadarkan diri.
"Paman juga kenal Aldi?" tanya Rara lagi.
"Iya dong, paman kesini untuk melihat kondisi kalian berdua" jawab Ayah Rafa santai.
"Oh begitu yah, kata dokter tadi dia baik-baik saja, sebentar lagi mungkin dia akan sadar, padahal sejak semalam dokter bilang begitu tapi Aldi belum sadar-sadar juga paman aku takut terjadi sesuatu pada Aldi" ucap Rara.
Tiba-tiba Fandi dan Rafa masuk ke dalam ruang rawat Aldi.
__ADS_1
"Paman" ucap Fandi.
"Ayah" ucap Rafa.