Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Membaca pesan..


__ADS_3

Fandi sejak tadi memperhatikan kedekatan Delia dan Aldi membuat Fandi membatalkan niatnya untuk datang ke tempat Delia dan Aldi sedang berdiri.


Hmm tumben nih si Aldi ketawa-ketawa seperti itu bersama wanita lagi,, dia kan tipe yang nggak suka dekat-dekat dengan wanita kecuali wanita itu keluarganya,, aku lihat-lihat juga Aldi dan Delia sepertinya cocok,, apa aku dekatkan saja mereka yah? iya sebaiknya aku biarkan saja mereka menghabiskan waktu berdua,, aku nggak usah ganggu,, lebih baik aku pulang saja,, aku yakin sih Aldi pasti mengantar Delia pulang,, nggak mungkin dia membiarkan Delia pulang sendiri,, batin Fandi sambil terus melihat Aldi dan Delia yang terlihat sudah akrab.


Fandi pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Sementara itu...


"Serius loh aku nggak tertawa,, kamu mau aku bantu nggak?" tanya Aldi sambil melihat Delia yang tampak cemberut.


"Nggak usah kak,, aku mau cari saja buku di tempat yang nggak tinggi,," ucap Delia yang langsung membuat Aldi tertawa.


"Tuh kan,, sejak tadi pasti kak Aldi mau tertawa hanya kak Aldi tahan," ucap Delia lagi sambil melihat Aldi dengan ekspresi wajah yang cemberut dan itu membuat Aldi sangat gemas.


"Nggak kok,, tadi itu kamu lucu banget makanya aku langsung tertawa," ucap Aldi sambil mengusap lembut rambut Delia.


Delia benar-benar deg-degan diperlakukan seperti itu oleh seorang pria, apalagi pria itu adalah Aldi.

__ADS_1


Aldi yang menyadari apa yang dilakukannya langsung menjadi canggung.


Aldi pun langsung mengambil buku yang ingin diambil oleh Delia.


"Emm ini,, kamu nggak perlu lagi mencari buku ditempat yang nggak tinggi," ucap Aldi sedikit canggung sambil satu tangannya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Delia pun langsung mengambil buku itu dari tangan Aldi dengan perasaan campur aduk.


"Emm makasih kak," ucap Delia.


"Iya sama-sama," ucap Aldi.


Delia pun tampak gelagapan begitu mendengar pertanyaan Aldi.


"Emm nggak ada kak,, kita tunggu kak Fandi aja," ucap Delia.


"Hmm pacar kok dipanggil kak,, biasanya orang pacaran itu ada panggilan khusus loh," ucap Aldi lagi yang kembali heran dengan panggilan Delia pada Fandi.

__ADS_1


"Lebih nyaman aja kak dengan panggilan itu dan juga lebih sopan juga makanya aku memanggil pacar ku dengan panggilan seperti itu," ucap Delia yang sedikit canggung begitu menyebut kata pacar karena dirinya dan Fandi tidak benar-benar pacaran saat ini.


"Oh oke lah," ucap Aldi.


"Ayo kita cari tempat duduk aja kalau gitu sambil menunggu Fandi," ucap Aldi lagi.


Delia pun menganggukkan kepalanya.


"Ayo kak,," ucap Delia.


Di tempat duduk...


Mereka terus menunggu Fandi sambil sesekali berbincang dan mereka sama-sama tidak membahas kejadian tadi yang membuat mereka merasa canggung satu sama lain.


"Kak Fandi lama banget telfonan nya,, dia nggak kenapa-kenapa kan kak?" ucap Delia yang mulai khawatir pada Fandi.


Aldi pun ikut khawatir karena mengingat musuh mereka yang ada dimana-mana,, Aldi benar-benar takut jika Fandi kenapa-kenapa.

__ADS_1


Hingga Aldi langsung melototkan kedua bola matanya begitu membaca pesan dari Fandi.


__ADS_2