Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Cermin dong,,,


__ADS_3

"Pasti sudah dong ma,, nggak mungkin sepertinya dia belum sarapan,, secara kan ada kakaknya di rumah sakit,, dan kakaknya pasti menyuruh Ana untuk sarapan pagi,, dia pasti nggak membiarkan Ana untuk tidak sarapan pagi sampai sekarang, karena aku lihat kakaknya sangat menyayangi Ana,," ucap Reno yang membuat mama Reno tampak berpikir..


"Iya juga Reno benar yang kamu katakan,, kakaknya terlihat sangat menyayangi adiknya tidak mungkin dia membiarkan adiknya tidak sarapan pagi pada jamnya,, tapi ya sudah nggak apa-apa kalau dia udah sarapan kamu jagain Ana saja,, kan kakaknya orang sibuk nggak sama seperti kamu pengangguran,, jadi kalau dia ke kantor kamu deh yang jagain Ana,, biar kamu lebih bermanfaat aja jadi manusia," ucap Mama Reno dengan santainya yang membuat Ayah Reno langsung tertawa sedangkan Reno langsung melongo tak percaya begitu mendengar ucapan mamanya sendiri.


"Pa kenapa kamu tertawa?" tanya Mama Reno sambil mengernyitkan dahinya.


"Ma,, kamu santai sekali bilangin anak kita pengangguran,,, tapi emang benar sih anak kita satu-satunya ini pengangguran,," ucap ayah Reno sambil geleng-geleng kepala.


"Iyalah pa,, mama mana pernah bicara nggak sesuai kenyataan,," ucap mama Reno.


"Isshh mama harus gitu bilang seperti itu di depan Reno, seharusnya mama bilang seperti itu di belakang Reno aja ma,,, nyesek tau hati Reno ma,," ucap Reno dengan memasang wajah kasihannya.


"Hmmm nggak usah sok nyesek deh hati kamu Reno,, toh itu juga kenyatannya, bagus dong kalau mama bicara seperti itu di depan kamu bukan di belakang kamu,, sekarang pergi ke rumah sakit jenguk calon anak mantu mama,, jangan pakai lama nanti dia di ambil orang," ucap Mama Reno lagi.


"Astaga mama ini aneh banget sih,, jangan sampai deh ada orang lain yang dengar ucapan Mama apalagi Ana,, aku kan nggak ada hubungan apa-apa sama dia ma,, malu tau kalau ada yang dengar seperti itu apalagi Ana dan keluarganya," ucap Reno.


"Hmmm nggak usah malu kalau gitu," ucap mama Reno lagi dengan santainya.


"Astaga mama aneh banget sih,," ucap Reno.


"Baru sadar yah Reno kalau mama kamu aneh,, kemana aja kamu selama ini," ucap ayah Reno sambil menggelengkan kepalanya dan menahan tawanya.


"Aku nggak aneh yah,, aku ini cuma menyarankan Reno untuk mendapatkan wanita baik-baik,, seorang ibu wajar seperti itu,, dan Ana lah wanita baik itu,, mama kalau jadi kamu Reno,, sudah lama mama mengejar Ana itu,, Ya Allah bukakanlah pikiran anak aku ini, berikan dia kepintaran sedikit saja untuk melihat mana wanita yang baik yang cocok untuk jadi istri dan ibu dari anak-anaknya," ucap Mama Reno yang lagi-lagi membuat ayah Reno malah tertawa sedangkan Reno hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Mamanya.


"Reno nggak kasihan apa melihat mama kamu yang seperti ini,, jadi kamu ikuti lah kemauan mama kamu untuk kali ini saja,, dekati tuh si Ana,, mama kamu suka banget sama si Ana itu,, dan aku kalau mama sudah suka pasti aku akan suka juga," ucap ayah Reno.


"Haduhh nggak tau lah ayah,, pusing aku,, kayak ayah nggak tau sih gimana mama, udah ahh aku mau pergi sekarang ke rumah sakit," pamit Reno kepada kedua orang tuanya.


"Iya,, iya,, pergilah,, hati-hati kamu,, jangan ngebut-ngebut,, lihat-lihat juga di samping dan belakang kamu,, jangan sampai arwah Fania marah sama kamu karena kamu mau menjenguk Ana,, mulai sekarang belajar lah hafal doa-doa pengusir setan,, tau sendiri kan Fania seperti itu waktu masih hidup yang dendam orangnya,, bisa-bisa sekarang juga dia masih dendam,," ucap mama Reno asal yang membuat Ayah Reno lagi-lagi tertawa begitu mendengar ucapan istrinya itu sedangkan Reno semakin tidak habis pikir dengan ucapan Mamanya.


"Mama ini apaan sih,, nggak mungkin lah seperti itu,, udah ahhh aku mau pergi sekarang bisa-bisa aku seperti mama kalau lama-lama disini," ucap Reno lalu segera pamit lagi kepada kedua orang tuanya dan segera berjalan keluar menuju mobilnya sambil geleng-geleng kepala begitu mendengar ucapan Mamanya.


Bisa-bisanya mama aku bicara seperti itu,, aku kan takut,, tapi mama aku nggak boleh tau kalau aku takut,,, aku kan cowok massa penakut sih,,, semoga saja Fania sudah tenang di alamnya,, batin Reno yang sedang berjalan menuju ke mobilnya.


"Pa ada sesuatu yang mama ingin katakan sama papa," ucap mama Reno begitu Reno sudah berjalan keluar rumah menuju mobilnya.

__ADS_1


Ayah Reno langsung mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan istrinya.


"Apa ma?" tanya Ayah Reno penasaran.


"Pa,, Ana itu ada hubungan keluarga dengan Rafandra Alexander loh," ucap mama Reno yang langsung menghentikan ayah Reno yang sedang ingin memasukkan satu sendok nasi di mulutnya.


"Yang pengusaha terkenal itu?" tanya ayah Reno.


"Iya pa,, Ana itu bukan orang sembarangan ternyata tapi dia tidak pernah menunjukkan semuanya pada mama dan Reno,, kalau dia nggak kecelakaan mungkin aku dan Reno nggak akan tau kalau dia ternyata orang yang sangat kaya raya,,," ucap mama Reno.


"Wahh bagus dong wanita seperti itu ma,, dia nggak sombong,, hanya pantas saja Reno nggak mau mengejar Ana ma,, mungkin dia berpikir kalau dia nggak pantas buat Ana karena Ana bukan orang sembarangan," ucap Ayah Reno.


"Hmm sayangnya bukan karena itu pa dia nggak mau mengejar Ana," ucap mama Reno.


"Lalu karena apa dong ma?" tanya ayah Reno lagi.


"Yah karena dia mencintai Fania dong pa ngeselin banget kan anak kita itu,, dan juga katanya dia nggak pantas buat Ana karena dia udah tidur dengan Fania,, jadi dia merasa dirinya tidak pantas buat Ana,," ucap mama Reno yang membuat ayah Reno tampak berpikir.


"Benar juga sih ma pikiran Reno itu kalau dia berpikiran seperti itu,,, Reno kan sudah tidak perjaka lagi, kalau Ana pasti dia itu masih polos,, jadi emang nggak cocok,,," ucap ayah Reno sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat kesal.


"Astaga mama,, mengancamnya begitu sekali sama suami sendiri,," ucap ayah Reno lalu tertawa.


"Bercanda ma,, aku tetap mendukung mama kok,, hanya papa agak kasihan aja sama Ana kalau dia jadi dengan Reno, kan Ana wanita polos masih bersih, lahh si Reno anak kita itu,, mama sudah tau sendiri kan gimana dia," ucap Ayah Reno lagi.


"Haduhh nanti mama perintah anak kita itu berubah lagian Fania juga sudah tidak ada,, nggak ada lagi tempat dia mau main celup-celup,,, nggak apa-apa kali pa,, duda menikahi perawan asal saling mencintai,," ucap mama Reno yang lagi-lagi membuat suaminya tertawa sambil geleng-geleng kepala.


"Aku terserah mama saja kalau begitu,, aku akan mendukung mama terus,, asal jatah nggak di kurang-kurangi," ucap ayah Reno.


"Dasar jantan," cibir mama Reno sambil menahan tawanya.


"Makanlah ma makan,," ucap ayah Reno sambil tersenyum.


"Ingat umur pa,, jangan tersenyum seperti itu sama mama,, udah nggak mampan," ucap mama Reno.


"Terus senyum yang mampan gimana ma?" tanya ayah Reno.

__ADS_1


"Yang mampan itu kalau senyum sambil memberikan uang sama mama,, nah itu mampan banget itu pa," ucap mama Reno.


"Haduhh emang beda yah kalau pengantin lama,, kapan sih pa nggak berikan mama uang,, tiap hari ada,, tiap bulan ada," ucap ayah Reno.


"Oh iya,, aku lupa,, maklum lah pa faktor umur," ucap mama Reno lalu tertawa.


Ayah Reno pun ikut tertawa lalu mereka kembali melanjutkan sarapan paginya.


Sementara Reno terus terngiang-ngiang ucapan mamanya dan juga mengingat Ana. Reno juga mendadak berubah menjadi sedih begitu melewati tempat kecelakaan yang merenggut nyawa Fania.


Kenapa harus dengan cara seperti itu Fania kamu meninggal,, setiap kali melewati jalan ini aku selalu mengingat kamu yang kecelakaan dan meninggal,, batin Reno.


Rumah sakit...


"Dek aku ke kantor dulu yah, kamu baik-baik disini yah, kalau pengen sesuatu perintah anak buah ku saja atau telfon kakak langsung yah," ucap Aldi sambil melihat Ana yang baru selesai sarapan.


Aldi menyuapi Ana ketika sarapan.


"Kakak belum sarapan,, massa udah mau ke kantor saja," ucap Ana sambil melihat Aldi juga.


"Oh itu urusan gampang,, di kantor aku bisa sarapan,, yang penting itu kamu dulu,, kalau kamu udah sarapan aku bisa tenang,," ucap Aldi sambil tersenyum.


"Iya Ana benar tuh kata Aldi yang penting itu kamu," ucap Citra yang akan menjaga Ana ketika Aldi ke rumah sakit.


"Kamu juga Citra sarapan terus minum obat,, supaya wajah kamu bisa kembali seperti dulu lagi, nggak memar seperti itu,, kamu jadi semakin menakutkan tau nggak,, semakin jelek lagi,," ejek Aldi sambil menahan tawanya.


"Haduhh Aldi bisa tidak nggak gangguin aku,, aku mau juga dong di suapin sama kamu," ucap Citra yang membuat Aldi langsung bergidik ngeri dan itu langsung membuat Citra dan Ana langsung tertawa.


"Ogah banget,, aku ke kantor dulu yah dek, ingat kalau mau apa-apa perintah anak buah ku saja atau telfon aku yah,," ucap Aldi cepat.


"Iya,, kakak hati-hati,," ucap Ana.


"Iya, kamu baik-baik yah disini,, Citra jagain Ana baik-baik yah,, awas saja kalau nggak," ucap Aldi lagi.


"Iya,, iya bawel banget sih kamu, pantas saja jomblo," ledek Citra.

__ADS_1


"Hmm cermin dong,, kamu aja jomblo tuh,, jelek lagi,,, aku mau ke kantor dulu,,," ledek Aldi lalu segera berjalan keluar dari dalam kamar rawat Ana sambil tertawa karena melihat ekspresi wajah Citra.


__ADS_2