
Rafa dengan segera mencari jalan agar bisa segera melihat istrinya,, meskipun dengan bertabrakan dengan orang-orang yang sedang berkumpul di tempat kejadian.
Fandi pun tak kalah paniknya,, Chris pun ikut panik begitu mendengar suara Ana yang sedang menangis karena Rara.
Apa-apaan Gracia,,, apa ini perbuatan dia? kalau sampai ini hasil dari perbuatan dia aku nggak akan tinggal diam Gracia,, apalagi kalau sampai Rara kenapa-kenapa gara-gara kamu,, sepertinya dia berkhianat padaku,, akhh sialan bisa-bisanya aku percaya pada wanita itu,,, katanya dia akan membuat aku bersama dengan Rara nyatanya dia mau menyingkirkan Rara ternyata,, batin Chris sambil mengikuti Rafa.
"Istriku,," ucap Rafa begitu melihat Rara yang masih belum sadarkan diri.
Dengan segera Rafa mengusahakan Rara agar sadar. Bahkan sampai memberikan Rara nafas buatan.
Karena kekhawatiran nya melihat Rara yang tidak sadarkan diri,, Rafa bahkan lupa untuk membawa Rara ke rumah sakit.
"Bangunlah sayang,, aku mohon,," ucap Rafa sambil mengusahakan agar Rara segera sadar.
__ADS_1
Ana masih terus menangis melihat kondisi Rara,, Ana benar-benar tidak mau jika terjadi sesuatu pada Rara,, dirinya akan merasa bersalah seumur hidupnya jika terjadi sesuatu pada Rara,, Ana akan menyesali dirinya yang terlambat menolong Rara,, karena terlalu khawatirnya pada Rara,, Ana sampai belum sadar jika dirinya sudah bisa berjalan seperti dulu.
Hingga tak lama Rara akhirnya batuk mengeluarkan air sambil membuka kedua matanya. Membuat yang lainnya langsung sedikit merasa lega.
Rara,, aku mohon kamu jangan kenapa-kenapa,, batin Chris.
"Sayang,," ucap Rafa sambil membawa Rara ke dalam dekapannya.
Rara masih berusaha mengatur nafasnya.
"Kak Rara,, udah nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Ana sambil melihat Rara dengan ekspresi wajah penuh kekhawatiran.
Rara masih diam saja karena masih sedikit shock dengan apa yang dialaminya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain ada Gracia yang sangat kesal karena rencananya lagi-lagi gagal.
"Sialan,, kenapa mesti gagal begini sih,, akhhh tunggu Ra,, aku masih mempunyai banyak rencana untuk menyingkirkan kamu,, pokoknya kamu harus tiada Rara, kamu nggak boleh hidup,, tadinya aku masih berpikir untuk menyingkirkan kamu atau nggak,, tapi melihat Rafa yang sangat mencintai kamu,, jalan satu-satunya menyingkirkan kamu,, aku nggak perduli jika harus berkhianat pada Chris,, jika itu bisa membuat diriku sampai pada tujuan ku," ucap Gracia sambil tertawa jahat membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri.
Gracia yang sadar dengan apa yang dia lakukan dengan segera berjalan ke tempat lain.
Sementara Fania terus melihat ponselnya menunggu kabar dari Zahra yang tak kunjung ada.
"Zahra ngapain sih,, aku lagi menunggu kabar bahagia dari dia, tapi dia malah nggak ada kabar gini,, hmmm apa-apa jangan-jangan dia lupa sama aku yang menunggu disini,," ucap Fania kesal sendiri.
Sementara di pinggir pantai...
"Rafa lebih baik bawa ke rumah sakit aja dulu,, jangan sampai Rara kenapa-kenapa," ucap Fandi yang tak kalah cemasnya pada Rara,, meskipun sudah melihat Rara sadar.
__ADS_1
"Iya,, ayo bawa Rara ke rumah sakit," ucap Citra juga yang baru teringat dengan rumah sakit.
Fandi langsung melotot kan kedua bola matanya begitu melihat pakaian Citra yang sangat kurang bahan.