Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Masih belum aktif-aktif juga


__ADS_3

"Yah istriku udah nutup panggilan telfonnya," ucap Rafa sambil melihat ponselnya.


"Bagus deh biar kamu nggak fitnah aku terus, Rara pasti sengaja melakukan itu,, dia emang pengertian orangnya," ucap Fandi sambil tersenyum.


Rafa hanya diam sambil fokus melihat ke depan.


Rumah Aldi


"Gimana Ra,, lagi dimana sekarang suami kamu dan juga Fandi?" tanya Aldi.


"Lagi di jalan kok menuju kesini dan udah dekat juga,, paling sebentar lagi sampai kok," jawab Rara.


"Oh kirain mereka belum kesini,, hampir aku marah-marah lagi,," ucap Aldi.


"Jangan kebanyakan marah-marah kak nanti cepat tua dan nggak ada yang mau sama kakak," ucap Ana lalu tertawa.


"Benar tuh yang di bilang Ana," ucap Rara juga sambil tersenyum.


"Mau aku tua pun tetap lah bakalan ada yang suka nanti," ucap Aldi dengan kepedeannya.


"Terserah kamu lah kak," ucap Ana.


Tak lama Rafa dan Fandi sampai di rumah Aldi. Mereka segera masuk ke dalam rumah untuk bertemu Aldi,, Rara,, Ana dan juga Citra.


"Tuh mereka berdua akhirnya datang juga," ucap Aldi begitu melihat Rafa dan Fandi sedang berjalan ke tempat mereka duduk.


Citra segera menoleh dan tidak sengaja bertatapan mata dengan Fandi.


Fandi dengan cepat memalingkan tatapannya,, begitupun dengan Citra.


Sedangkan Rafa tersenyum lembut sambil melihat Rara.


"Sayang kangen," ucap Rafa begitu berada dekat dengan Rara sambil merangkul dan mencium kening Rara.


Rara benar-benar malu dengan kelakuan suaminya itu.


"Nggak usah lebay deh," cibir Aldi.


"Iri ajah kamu," ucap Rafa.


"Terserah kamu lah Rafa,, aku hanya bisa heran ajah," ucap Aldi.


"Udah nggak usah ribut,, mau langsung makan malam atau mau duduk sebentar dulu?" tanya Ana.


"Langsung makan ajah deh,, aku udah lapar dan juga udah pengen makan masakan istriku," ucap Rafa.

__ADS_1


"Ihh jangan lebay sayang," bisik Rara yang heran dengan kelakuan suaminya.


"Nggak lebay sayang memang aku pengen makan masakan kamu kok," ucap Rafa lagi.


"Itu yang masak kita bertiga,," ucap Rara.


"Siapa-siapa?" tanya Fandi penuh selidik yang sejak tadi hanya diam saja.


"Citra dan Ana," jawab Rara.


"APA!!! nggak ada racunnya kan tuh makanan?" ucap Fandi yang mulai nyolot.


"Nggak ada dong Fandi,, kamu tuh ada-ada ajah tahu nggak," ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya.


"Maksud kamu apa bilang seperti itu?" tanya Citra kesal.


"Nggak ada maksud apa-apa,, kenapa tersinggung?" tanya Fandi sambil nyolot dan itu sangat menjengkelkan dimata Citra.


"Ihhh nggak yah," ucap Citra.


"Oh kirain tersinggung,, karena aku nggak perduli kalau kamu tersinggung," ucap Fandi.


"Kak Fandi tenang ajah makanan itu nggak ada racunnya sama sekali,, Citra nggak setega itu kok mau meracuni kak Fandi," ucap Ana dengan santainya.


"Lah emang aku nggak ada niat kok mau meracuni orang,, walaupun ada manusia yang sangat menjengkelkan akan ikut makan sebentar," ucap Citra sambil melihat sinis kepada Fandi.


"Bentaran ajah kak,, kasih kelar dulu mereka ributnya," ucap Ana sambil melihat Fandi dan Citra yang sangat bermusuhan itu.


"Mau mati yah tunggu mereka kelar ributnya,, ayo kita makan sekarang,, aku udah lapar banget dan semuanya juga pasti udah pada lapar," ucap Aldi sambil berjalan menuju ke meja makan dan di ikuti dengan yang lainnya.


Fandi dan Citra terus lihat-lihatan dengan tatapan kesal.


Begitu sampai di meja makan,, Rara segera mengambilkan makan buat Rafa,, begitupun yang lain ikut mengambil makanan di piring masing-masing.


"Masakan kamu dan Ana enak banget Ra," ucap Fandi.


"Masakan Citra juga loh kak Fandi," ucap Ana.


"Iya Fandi,, Citra juga ikut masak," ucap Rara.


"Yang mana sih yang dia masak? aku nggak mau makan nanti ada racunnya," ucap Fandi dengan santainya.


"Itu yang kamu makan masakan dia juga kak Fandi,," ucap Ana sambil tersenyum.


"Hmm masa sih,, aku sih yakin dia pasti kebanyakan bantu lihat saja,, bukan bantu masak,, sambil mencari kesempatan buat meracuni makanan,, tapi karena nggak ada kesempatan jadi dia nggak jadi," ucap Fandi yang langsung to the point tanpa menyinggung lagi.

__ADS_1


Benar-benar cari ribut banget sih nih orang,, batin Citra kesal.


"Citra nggak gitu loh Fandi,, kamu salah menilai dia,, Citra itu baik dan juga benar-benar pintar masak, dan aku juga yakin kalau dia nggak ada niat sama sekali untuk meracuni makanan,," ucap Rara.


"Udah Ra nggak usah bela aku,, dia akan terus berpikiran negatif sama aku,, meskipun kamu sudah menjelaskannya," ucap Citra.


"Tapi aku juga nggak perduli kok dengan pikiran negatif dia sama aku,," ucap Citra lagi sambil melihat kesal pada Fandi.


Sedangkan Rafa asik dengan makannya,, dia hanya menjadi pendengar terbaik saja sambil fokus makan karena dia memang sedang sangat lapar.


"Cie Citra baper,, aku sih yakin kak Fandi itu nggak benar-benar dengan omongannya,, nggak usah kamu baper yah,," ucap Ana.


"Aku serius Ana dengan ucapan aku,, pokoknya kalian hati-hati ajah deh sama wanita jenis Citra begini,, yang bermuka banyak," ucap Fandi.


"Aku nggak baper kok Ana,, mau dia serius dengan ucapannya,, karena nggak penting juga buat aku," ucap Citra lalu kembali mengunyah makanannya.


"Udah nggak usah rusuh terus kalian, fokus makan ajah deh,, bisakan?" ucap Rafa.


"Nggak bisa," ucap Citra dan Fandi bersamaan yang langsung menimbulkan tawa.


"Kalian sangat kompak," ucap Aldi.


"Nggak ada niat gitu untuk ke jenjang yang lebih lagi dalam hubungan kalian berdua," ucap Aldi lagi yang langsung membuat Fandi dan Citra memasang wajah shock.


"Benar tuh yang dikatakan Aldi," ucap Rafa juga.


Fandi dan Citra langsung diam dan fokus makan,, mereka berdua malas menanggapi ucapan Aldi dan juga Rafa.


Setelah makan malam mereka segera duduk santai di ruang keluarga.


"Tumben kalian diam," ucap Aldi sambil melihat Fandi dan juga Citra.


"Ya ampun kamu ini yah Aldi,, kita diam kamu masalahkan,, kita ribut kamu lebih masalahkan lagi,, malahan bilang yang nggak akan mungkin terjadi,, sebenarnya mau kamu apa sih,," ucap Citra kesal.


"Nggak mau apa-apa sih,," ucap Aldi sambil nyengir.


"Dasar aneh,," cibir Citra.


"Yang penting bernafas," ucap Aldi lalu tertawa.


"Kak Aldi aneh banget sih," ucap Ana heran.


"Baru tahu yah kakak kamu itu aneh,, sejak dulu kali kakak kamu aneh Ana," ucap Rafa.


"Biar aneh yang penting ganteng,, iyakan?" ucap Aldi.

__ADS_1


"Idihh percuma ganteng kalau jomblo,," cibir Citra yang langsung membuat yang lain tertawa,, hanya Fandi saja yang diam.


Sementara di tempat lain,, Reno masih terus menghubungi Fania,, namun nomor ponsel Fania masih belum aktif-aktif juga.


__ADS_2