Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Predikat penjaga kampus...


__ADS_3

Ana hanya diam saja karena sangat tidak bersemangat lagi begitu membahas kuliah,, mengingat dirinya juga yang tidak bisa kuliah lagi akibat kelumpuhannya,, meskipun Ana mendengar tadi kalau dia masih bisa sembuh.


Aldi benar-benar merasa terpukul begitu melihat adiknya yang kehilangan semangatnya. Dia tidak melihat lagi adiknya yang biasanya cerewet.


"Dia kuliah di Universitas XXXXXX,," ucap Aldi yang sangat mengingat kampus tempat adiknya akan masuk kuliah.


Reno dan Mama Reno sedikit terkejut begitu mendengar ucapan Aldi.


Apa ini yang dinamakan jodoh,, batin Mama Reno senang.


"Oh jadi di kampus itu Ana akan pindah," ucap Rara yang juga tau salah satu kampus terbaik yang ada di kotanya setelah kampus tempatnya kuliah bersama Fandi dan juga Rafa.


"Iya disitu," ucap Aldi sambil melihat Rara.


"Itu tempat aku kuliah juga sekarang,, baguslah,, Ana aku akan menjaga kamu,,, aku senang kita satu kampus," ucap Reno sambil tersenyum melihat Ana.


Yang berada di ruangan itu lagi-lagi terkejut,, bahkan Ana juga ikut terkejut karena tidak menyangka kalau dia akan satu kampus dengan Reno,,, sedangkan Mama Reno perasaannya sangat bahagia saat ini.


"Beneran kalian satu kampus?" tanya Aldi seakan tidak percaya.


"Iya kita satu kampus,," ucap Reno lagi untuk meyakinkan Aldi.


"Bagus dong Ana,," ucap Citra.


"Tapi aku pasti akan merepotkan kamu Reno," ucap Ana yang akhirnya mau bicara walaupun masih sesenggukan.


Reno langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Ana.


"Nggak kok,, kamu nggak akan merepotkan aku santai aja,, kamu kuliah jurusan apa?" tanya Reno sambil tersenyum melihat Ana.


"Manajemen Bisnis," jawab Ana yang lagi-lagi membuat Reno dan mama Reno terkejut,, tapi mama Reno terkejut campur bahagia.


"Ya ampun kok bisa begini yah," ucap mama Reno sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Jurusan kita sama Ana,, berarti kamu pasti junior aku dong," ucap Reno.


"Ini semakin bagus jadi aku bisa terus menjaga kamu," ucap Reno penuh semangat.


"Wah,, benar-benar kebetulan yang sangat bagus,, Ana kamu harus tetap semangat yah untuk kuliah,, kamu akan sembuh kok,, tante juga akan selalu menemani kamu,, kamu juga bisa ke rumah tante bersama Reno,," ucap Mama Reno sambil mendekati Ana.


"Iya dek," ucap Aldi juga.


"Iya Ana,, kamu harus tetap semangat,, pokoknya aku akan selalu ada sampai kamu bisa jalan lagi," ucap Reno sambil mendekati Ana juga.


"Dan kamu nggak usah takut di bully karena ada aku,, mereka yang kuliah di jurusan itu pasti sudah tau aku dan nggak akan macam-macam sama orang yang dekat sama aku," ucap Reno dengan bangganya yang membuat mamanya langsung mencebikkan bibirnya sambil melihat Reno.


"Bangga sekali yah kamu berbicara seperti itu,, seperti tidak ada beban sama sekali,, kalian tau nggak kenapa dia bisa terkenal seperti itu?" ucap Mama Reno yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari orang-orang yang berada di dalam ruangan itu.


"Ma,," ucap Reno sambil memasang wajah memelas nya pada mamanya.


Namun mama Reno hanya melirik sekilas pada Reno.


"Karena dia belum selesai-selesai juga kuliahnya sampai sekarang membuat aku sebagai mamanya sangat stress karena dia nggak selesaikan kuliahnya cepat,, dia terlalu banyak santainya gara-gara berpacaran dengan Almarhumah Fania itu,," ucap Mama Reno.


"Itulah makanya dia terkenal,, karena mereka takut pada Reno dan juga segan pada Reno yang mendapatkan predikat penjaga kampus karena nggak selesai-selesai kuliahnya,," ucap mama Reno lagi yang langsung membuat tawa di ruangan itu pecah.


"Astaga mama ku ini kalau bicara selalu sangat jujur,, simpan kan lah sedikit malu untuk Reno ma," ucap Reno sambil melihat mamanya dengan memasang wajah kasihannya.


"Malas banget mama mau menyimpan kan sedikit malu untuk kamu,, makanya kalau masuk kuliah nanti kamu rajin-rajin lah ke kampus,, rajin urus kuliah kamu biar cepat selesai," ucap mama Reno lagi yang malah mengomeli Reno.


"Iya mamaku sayang,, kan sekarang ada Ana sudah pasti aku akan rajin ke kampus karena Ana pasti akan rajin ke kampus,,, dia pasti nggak bakalan malas" ucap Reno sambil melihat Ana.


"Iyalah Ana nggak mungkin malas seperti kamu,, Ana ini anaknya rajin dan juga pasti pintar," ucap mama Reno yang lagi berusaha memberikan semangat pada Ana yang lagi-lagi kembali terdiam.


"Aku juga pintar loh ma," ucap Reno.


"Iya pintar bohong,, katanya ke kampus padahal pergi pacaran,, nah itulah kepintaran kamu disitu," ucap Mama Reno lagi yang membuat orang di dalam ruangan itu tertawa.

__ADS_1


"Astaga mamaku ini niat banget buat aku malu,, yang dikatakan mamaku nggak sepenuhnya benar kok," ucap Reno.


"Aku percaya sama tante," ucap Ana tiba-tiba yang membuat orang di dalam ruangan itu langsung menoleh kepada Ana. Dan juga mereka senang karena Ana mau bicara lagi.


"Iya deh,, benar yang dikatakan mama aku,, aku senang kamu mau bicara lagi Ana," ucap Reno sambil tersenyum.


Mereka pun ikut tersenyum yang berada di dalam ruangan itu.


"Kapan kalian masuk kuliah?" tanya Rafa.


"Minggu depan kita masuk,, iyakan Ana?" tanya Reno yang sengaja supaya Ana mau bicara dan tidak terlalu memikirkan masalah kelumpuhannya.


Ana pun menganggukkan kepalanya sambil melihat Reno.


"Iya minggu depan," ucap Ana sambil melihat Reno juga.


"Kalau gitu kamu nggak usah sedih-sedih lagi,, nggak usah nangis,, kamu akan masuk kuliah minggu depan loh sebagai Mahasiswa baru,, jadi mata kamu nggak boleh bengkak,, kamu harus terlihat cantik,, kamu harus tersenyum,," ucap Reno sambil menghapus air mata Ana.


"Iya Ana semangat Ana semangat," ucap Citra yang heboh sendiri,, Fandi langsung melihat ke arah Citra membuat Citra langsung diam seketika karena di lihat dengan Fandi.


"Apaan sih ribut banget,, nanti Ana sedih lagi kalau kamu ribut," ucap Fandi sambil melihat Citra.


Orang yang berada di dalam ruangan itu hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali fokus pada Ana.


"Mana ada seperti itu,, Ana pasti semangat sepertinya,,," ucap Citra pelan namun masih di dengar dengan Fandi.


"Kalau dia nggak semangat gimana? kamu ribut seperti itu pasti dia teringat akan masa-masa cerewetnya dia,, dan takutnya dia akan sedih lagi karena mengingat dirinya tidak bisa jalan,, jadi kalau mau ribut nanti aja,,, kalau dia sudah agak mendingan dan sudah terlihat mau menerima keadaannya yang sekarang," bisik Fandi di telinga Citra yang membuat Citra langsung deg-degkan karena Fandi terlalu dekat dengan dirinya.


"Iya-iya tau,, kamu nggak usah dekat-dekat gini dong,, ngambil kesempatan aja kamu," ucap Citra pelan.


"Nggak tuh,, kepedean banget kamu," ucap Fandi.


Citra pun hanya diam,, entahlah semenjak dia mengakui di dalam hatinya kalau dia menyukai Fandi,, dia jadi semakin tidak bisa untuk adu ribut dengan Fandi karena dia pasti kalah.

__ADS_1


__ADS_2