Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Lupa tutup


__ADS_3

"Rafa loe jangan ngomong gitu kasian kita ini yang belum nikah," ucap Fandi.


"Siapa suruh juga loe nanya, gimana sih loe. Tapi yah kalian buruan deh nemuin orang yang cocok dengan kalian terus nikah," ejek Rafa.


"Haduh mentang-mentang udah nemuin yang cocok loe, udah cetak gol jadi sombong kebangetan loe yah," ucap Aldi.


"Kalau Rara mau sama gue baru gue nikah sekarang juga," ucap Aldi enteng.


"Mau loe gue buang ke kutub," ucap Rafa cepat.


Mereka pun langsung tertawa bersama kecuali Citra.


"Gimana keadaan loe Al?" tanya Rafa.


"Udah lebih baik, nggak datang loe bareng Rara?" tanya Aldi.


"Datang dong tapi bentaran," ucap Rafa.


"Oh oke. Rara mana?" tanya Aldi.


"Tunggu gue tutup dulu tubuhnya, nggak ikhlas gue loe berdua lihat," ucap Rafa sambil menutup seluruh tubuh Rara pakai selimut menyisakan kepalanya saja yang terlihat.


"Dasar loe," ucap Fandi.


Rafa pun segera memperlihatkan Rara yang sedang tidur pulas karena kelelahan.


"Udah lihatkan dia lagi tidur," ucap Rafa.


"Loe apain tuh si Rara sampai jam segini masih tidur?" tanya Fandi yang memang sangat kepo.


"Gue garap biar cepat dapat penerus, dia kelelahan banget jadi gue biarin dia istirahat dulu, kalau dia bangun baru gue kesana bareng istriku," ucap Rafa.


"Astaga Rafa loe jawab seperti air mengalir yah santai amat, gue nggak tahu yang begituan," ucap Fandi.


"Makanya jangan nanya," ucap Rafa lalu tertawa puas.


"Udah ahh gue mau lanjut tidur dulu sambil memeluk istri, bye bentar gue datang," ucap Rafa lalu segera menutup panggilan video call dengan Fandi.


Rafa yang selesai video call dengan Fandi langsung menelepon bawahannya untuk membawakan baju buat istrinya dengan model yang bagian lehernya tertutup, Rafa mengingat banyak tanda yang dia buat di leher istrinya dan sudah pasti Rara tidak mau kalau sampai itu terlihat, jadi sebelum Rara ngambek dia harus menyiapkannya terlebih dahulu.


"Gila Rafa mainnya sampai buat Rara gitu," ucap Fandi sambil bergidik ngeri.


"Gue juga nggak nyangka Rafa bisa begitu, padahal kalau di lihat-lihat dia itu masih polos, dan gue yakin pasti belum punya pengalaman," ucap Aldi.


"Kayaknya dia pintar dengan sendirinya pas langsung praktek," ucap Fandi lalu tertawa.


"Ehh tutup kuping kalian jangan dengar yang begituan, kalian masih di bawah umur," ucap Aldi kepada adiknya dan juga Citra.

__ADS_1


"Iihh apaan sih kakak nggak gitu juga kali," ucap adik Aldi.


"Tapi badan kak Rafa kekar banget yah," ucap adik Aldi lagi kagum.


"Gue mau cari cowok yang kayak gitu, bagus ajah di lihat," ucap adik Aldi lagi yang membuat Aldi melongo tak percaya begitu mendengar ucapan adiknya.


"Nggak usah mikirin itu, loe nggak boleh nikah kalau gue belum nikah," ucap Aldi sambil menahan tawanya.


"Ihh kalau jodohku datang duluan kakak bisa apa," ucap adik Aldi.


"Bisa gagalin pernikahan loe lah," ucap Aldi.


"Ihh enak ajah nggak semudah itu ferguso," ucap adik Aldi sambil memeletkan lidahnya membuat Aldi dan Fandi tertawa sedangkan Citra masih kesal dan juga dia ingin sekali mendapatkan Rafa, karena Rafa sangat sesuai dengan tipe dia.


########


Rara pun yang sudah tidur cukup lama akhirnya bangun juga. Sedangkan Rafa yang sudah selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya sambil memperhatikan istrinya itu.


"Sayang gimana udah puas tidurnya?" tanya Rafa sambil berjalan dekat Rara.


Rara pun menganggukan kepalanya.


"Ya udah ayok mandi abis itu makan dulu sayang," ucap Rafa lagi lalu mengecup kening istrinya itu.


"Kamu udah makan?" tanya Rara masih dengan suara khas bangun tidurnya.


"Kenapa nggak makan duluan ajah atau bangunin aku," ucap Rara.


"Nggak mungkinlah," ucap Rafa.


"Ya udah aku mandi dulu untuk yang kesekian kalinya," ucap Rara membuat Rafa tertawa.


"Aku juga gitu loh sayang jadi sama," ucap Rafa lagi.


"Hemm,"


"Masih sakit?" tanya Rafa perhatian.


"Udah nggak terlalu kayaknya," ucap Rara sambil beranjak dari tempat tidur.


"Aku bantuin yah," ucap Rafa.


"Nggak usah sayang, kamu lanjut ajah ngeringin rambutmu," ucap Rara cepat.


"Sayang kok jalanmu seperti itu?" tanya Rafa sengaja ingin menggoda istrinya itu yang memang cara jalannya terlihat berbeda.


"Ini semua karena perbuatan kamu masih pura-pura bertanya lagi," ucap Rara gemas lalu segera menutup kamar mandi.

__ADS_1


Rafa pun langsung tertawa, dia sangat senang menggoda istrinya.


Setelah menyelesaikan tawanya dia pun segera menelepon pelayan agar membawakan mereka berdua makanan.


"Pengantin baru emang beda yah jam laparnya,"


"Iya nih, pasti keasikan gituan jadi lupa deh sama makan,"


"Iya, aduh jadi pengen jadi pengantin baru lagi,"


"Sayangnya udah nggak bisa," ucap salah satu pelayan lalu mereka tertawa bersama.


Pelayan pun segera menyiapkan makanan yang sudah mereka buat untuk bos mereka lalu segera membawanya ke kamar sebelah bos mereka.


Apa yang dilakukan Rafa pada tubuhku, leherku kok jadi gini, ya ampun itu suami atau vampir batin Rara yang sedang berada di dalam kamar mandi sambil bercermin, Rara benar-benar terkejut begitu melihat tubuhnya.


Rara keluar menggunakan baju mandi sambil bibirnya yang sudah cemberut membuat Rafa mengernyitkan keningnya bingung.


"Kenapa sayang kamu nggak suka airnya biar aku menyuruh orang untuk menggantinya," ucap Rafa.


"Ihhh bisa-bisanya kamu bicara seperti itu, ini bukan masalah airnya tapi ini masalah yang ada di leher aku dan di tubuh aku yang lain, kamu ini vampir yah," ucap Rara sambil berjalan ke dekat Rafa yang sedang duduk di sofa.


"Iya sayang, aku juga baru tahu kalau ternyata aku ini vampir setelah di kasih jatah sama kamu," ucap Rafa sambil menarik istrinya itu untuk duduk di pangkuannya.


"Aku serius kamu bercanda mulu," ucap Rara.


"Aku juga serius sangat mencintai kamu sayang," ucap Rafa sambil mengelus lembut wajah istrinya itu yang sudah merona lagi.


Baru Rafa mau menggoda lagi, tiba-tiba pelayan datang untuk membawakan makanan buat Rafa dan Rara.


"Siapa itu" ucap Rara sambil turun dari pangkuan Rafa.


"Itu pasti pelayan yang membawa makanan untuk kita berdua sayang, aku pergi buka dulu pintunya," ucap Rafa sambil berjalan untuk membuka pintu kamar dan memang benar pelayan yang membawa makanan.


"Ayo bawa masuk kesini," ucap Rafa.


Pelayan itu pun segera masuk ke dalam kamar mereka lalu segera meletakan makanan di depan Rara.


"Biar aku ajah yang nyiapin buat suamiku, makasih yah," ucap Rara lalu tersenyum.


Pelayan yang melihat Rafa mengizinkan langsung mengiyakan.


"Baik Nyonya," ucap pelayan itu dengan senyumnya yang menurut Rara senyumnya itu seperti ada yang beda. Lalu pelayan itu pun pamit keluar dan Rafa mengunci pintu kamarnya kembali.


Sumpah itu cap banyak banget, tuan Rafa benar-benar ganas batin pelayan itu sambil masih senyum-senyum.


"Kok dia senyum kayak beda gitu yah," ucap Rara sambil bingung dan kemudian dia teringat dengan bekas yang ada di lehernya.

__ADS_1


"Aku lupa tutup leherku," teriak Rara ngenes yang membuat Rafa langsung tertawa.


__ADS_2