Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Adegan uwu-uwuan,,,


__ADS_3

Astaga mama aku ini,, sengaja banget ngejekin aku,, terus sebentar dia marah-marah lagi,, batin Reno.


"Nggak kok ma,, aku lagi nggak galau,, aku hanya pengen bangun pagi aja kok,, terus sarapan pagi,," ucap Reno.


"Hmm biasanya mama yang bangunin juga,, sampai-sampai kadang menyiram kamu dengan air,, masih saja nggak mau ngaku kalau lagi galau,," ucap mama Reno.


"Galau karena wanita Ren?" tanya ayah Reno.


"Iya dong mas,, masa mau galau karena bencong,, mas ini ada-ada saja deh,," ucap mama Reno.


"Yah siapa tau aja kan ma,," ucap ayah Reno.


"Astaga jangan bicara seperti itu dong,, memang kalian mau kalau aku jadi galau gara-gara bencong?" tanya Reno.


"Coba saja,, nggak ada tawar-menawar lagi,, kamu mama coret dari kartu keluarga," ucap mama Reno.


"Nah itu kan,, makanya jangan gangguin Reno dong,," ucap Reno sambil mengunyah makanannya.


"Jadi sekarang kamu lagi galau beneran kan?" tanya mama Reno.


"Nggak kok ma,," jawab Reno.


Kalau aku bilang bisa-bisa aku nggak enak makan lagi,, karena mendengar mama yang marah-marah,, jadi nggak usah bilang aja,, walaupun sepertinya mama juga tau sih, batin Reno.


"Masih lagi bohong,, terus kenapa kamu sangat rapi sekali,, mau kemana kamu?" tanya mama Reno penuh selidik lalu segera mengunyah makanannya.


"Nggak kemana-mana kok ma,, cuma mau ke rumah teman aja kok,, Reno bosan ma di dalam rumah,," jawab Reno.


"Kalau bosan di dalam rumah,, ikut ayah saja Reno ke kantor biar kamu lebih tau lagi tentang perusahaan,, ayah itu sebenarnya sangat ingin kamu kerja Reno di perusahaan ayah,," ucap ayah Reno.


"Nah benar tuh kata ayah kamu,, ikut dia saja ke perusahaan,, biar kamu bisa belajar sedikit demi sedikit,," ucap Mama Reno juga.


Aduhh mampus,, kok aku bisa salah alasan sih,, aku sangat malas ke kantor,, aku lagi galau begini nggak dapat kabar dari Fania,, pengennya aku ketemu dengan Fania hari ini,, batin Reno.


"Em nantilah ayah,, aku lagi mau ke rumah teman dulu sekarang,, aku pasti ke perusahaan kok nanti,, tapi aku mau selesaikan kuliah aku dulu,," ucap Reno.


"Alasan saja kamu Reno,, mau ke tempat Fania kan?" ucap mama Reno.


Aduh mama aku begini amat sih,, batin Reno.

__ADS_1


"Reno ayah nggak suka sama Fania itu,, bisa kah kamu cari wanita lain saja,,, dan ayah pernah lihat dia juga berpakaian sangat sexy,, pernah lihat dia keluar dari club juga,, dia itu tidak baik untuk kamu,," ucap ayah Reno.


Ayah Reno memang sudah bertemu Fania juga,, awalnya dia itu tidak masalah dengan Fania,, antara setuju dan tidak, tapi dia lebih terima-terima saja dengan pilihan anaknya asal Reno bahagia,, tapi begitu tidak sengaja melihat Fania seperti itu dia jadi tidak setuju jika anaknya bersama dengan wanita seperti itu. Dia ingin anaknya bersama wanita baik-baik.


"Ayah aku nggak bisa,, ayah jangan ikut-ikutan mama dong nggak suka sama Fania,, waktu itu ayah kan nggak masalah sama Fania,, ayah terima-terima saja,, kenapa sekarang jadi tidak suka sama dia,, kan kalau masalah pakaian aku bisa menyuruh dia untuk tidak berpakaian sexy lagi,, dan kalau ke club aku juga akan memberitahukan dia untuk mengurangi sedikit demi sedikit dan pada akhirnya dia tidak akan pergi lagi,, seperti aku yang mau berubah ini dengan mengurangi ke club,, jadi ayah setuju saja yah sama hubungan aku dan juga Fania,," mohon Reno.


"Nggak tau lah Reno,, ayah itu sebenarnya tidak pernah mau mempermasalahkan wanita pilihan kamu,, karena kamu juga yang akan jalani nantinya dengan dia,, tapi apakah kamu tidak bisa mencari wanita yang lebih baik lagi,, itu semua juga untuk kamu nantinya supaya kamu bahagia,, tidak menyesal nantinya kalau sudah menikah,, kamu itu anak satu-satunya kita Reno,," ucap ayah Reno.


"Aku bahagia jika bersama Fania Ayah,," ucap Reno.


"Mama nggak tenang kalau kamu bersama dengan Fania,," ucap mama Reno.


"Mas,, aku habis bertemu dengan wanita yang sebenarnya cocok untuk Reno,, namanya Ana,, dia itu baik dan juga sopan sama orang lain, dia membantu aku membawa belanjaan tanpa aku minta bantuan,, dia bahkan mengira aku ini di perintah majikan dan dia dengan senang hati membantu aku tanpa melihat status aku,, tapi sayangnya aku lupa minta nomor ponselnya waktu itu,, tapi semoga saja aku bisa ketemu lagi dengan Ana itu, dan kalau aku sudah ketemu aku nggak akan lupa lagi meminta nomor ponselnya,," ucap Mama Reno yang membuat ayah Reno mengernyitkan dahinya.


Hm mulai lagi deh mama,, cerita tentang Ana,, batin Reno.


"Kok dia bisa mengira mama di perintah majikan?" tanya ayah Reno.


"Oh itu karena dari pakaian aku waktu itu mas,, sewaktu ke mall emang seperti itu sih kelihatannya jadi yah nggak salah dia mengira seperti itu,, tapi aku senang dari situ aku bisa kenal dia dan bisa tau dia itu wanita baik,, nggak sombong seperti Fania,, tapi sayangnya anak aku yang bodoh ini malah terlihat cuek,," ucap mama Reno sambil melihat kesal pada Reno yang terlihat seperti tanpa salah,, dan dia juga terlihat tidak perduli mengenai Ana.


"Cara berpakaian dia bagaimana?" tanya ayah Reno.


"Oh sudah pasti lebih baik mas dari Fania kalau masalah berpakaian,," jawab mama Reno.


"Iya mas,,, dan penilaian mama itu nggak akan salah,, nggak sama dengan penilaian anak kamu ini,," ucap mama Reno.


"Mama gitu amat sih,, sengaja banget," ucap Reno.


"Nggak sengaja memang itu kenyataannya kok,," ucap mama Reno.


Sementara di waktu yang sama di rumah Aldi.


"Kak abis sarapan aku mau keluar bentar yah, ada yang mau aku urusin,," ucap Ana tiba-tiba begitu sedang sarapan pagi bersama Citra dan juga Aldi.


"Mau urus apa?" tanya Aldi.


"Itu loh kak masalah kuliah aku,, kan nggak lama lagi mau masuk kuliah,," ucap Ana.


"Dek kamu serius dengan permintaan kamu itu?" tanya Aldi sekali lagi.

__ADS_1


"Iya kak serius banget loh,, kakak nggak usah khawatir dan mikir macam-macam yah,," jawab Ana.


"Hmm iya deh, hati-hati kamu kalau keluar sebentar,," ucap Aldi.


"Iya kak,," ucap Ana.


"Kak Aldi udah mau masuk kantor?" tanya Ana karena melihat pakaian rapi kakaknya.


"Iya,, bosan di rumah, lebih baik ke kantor,," jawab Aldi.


"Ya ampun kakak di rumah aja dulu nggak usah ke kantor,, baru keluar juga dari rumah sakit udah mau ke kantor aja,," ucap Ana.


"Iya Aldi,, kamu istirahat di rumah aja dulu,, ngapain sih ke kantor,, nanti kalau udah sehat baru ke kantor,," ucap Citra juga.


"Ini udah sehat kok,, kalian nggak usah khawatir,, malahan aku tambah sakit kalau di rumah terus,," ucap Aldi.


Setelah sarapan Aldi pun ke kantor,, sebenarnya Ana dan Citra masih melarangnya juga,, namun apa boleh buat kalau itu sudah menjadi kemauan Aldi.


"Ana aku ikut kamu yah,," ucap Citra begitu Aldi sudah berangkat ke kantor.


"Aduh nggak usah deh Cit,, lagian cepat kok,, kamu di rumah aja tungguin aku,," ucap Ana.


"Astaga Ana,, ikut pokoknya," ucap Citra.


"Ya ampun nggak usah Cit,, aku cepat kok,," ucap Ana.


"Jagain rumah aja kamu,," ucap Ana.


"Aku mau pergi sekarang,," ucap Ana sambil berjalan ke kamar mengambil kunci mobil lalu segera berjalan lagi menuju mobilnya meninggalkan Citra yang lagi memasang wajah cemberutnya.


Di waktu yang sama Rafa juga pamit kepada Rara untuk ke kantor.


"Sayang di rumah aja yah,, nggak usah kemana-mana,, kalau mau kemana-mana bilang dulu sama aku,, izin dulu pokoknya,, oke?" ucap Rafa sambil mengelus lembut rambut Rara.


"Iya,," ucap Rara sambil tersenyum.


"Oke, aku ke kantor dulu yah,," ucap Rafa lalu mencium kening,, pipi dan juga bibir istrinya tentunya yang membuat pelayan yang melihatnya putar balik langsung karena tidak mau membuat istri Rafa menjadi malu,, mereka tau kalau majikan mereka itu orangnya kadang pemalu.


Setelah adegan uwu-uwuan itu,, Rara salam kepada Rafa,, lalu Rafa segera ke kantor.

__ADS_1


Di waktu yang sama di rumah Reno.


Ayah Reno juga yang sudah sarapan segera ke kantor. Reno pun sama akan keluar untuk bertemu Fania. Sedangkan mama Reno akan keluar juga untuk sekedar jalan-jalan saja karena bosan di rumah.


__ADS_2