Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Dia lagi di rumahnya,,,


__ADS_3

"Belum lama apanya Zahra,, udah lama kali menurut aku,," ucap Fania sambil melihat jam tangannya.


Zahra menggelengkan kepalanya sambil melihat kesal pada Fania.


"Itu kan menurut kamu yang sedang pengen tau keberadaan Reno sekarang,, sedangkan menurut aku belum lama sama sekali tuh,," ucap Zahra sambil melihat Fania.


"Zahra telfon lagi dong anak buah kamu itu,, beritahu dia supaya cepat,, lelet banget sih,, bikin kesal aja,," ucap Fania lagi.


"Isshh ogah malas banget aku telfon lagi nanti mengganggu dia yang mencari informasi lagi,, udah dehh duduk tenang aja kamu,, aku heran banget deh sama kamu,, baru saja kamu nggak tau keberadaan Reno sekarang sudah begini saja tingkah kamu bagaimana kalau sampai Reno punya wanita lain behh jangan sampai kamu gila yah,," ledek Zahra.


"Isshhh Zahra jangan ngomong gitu dong,, aku nggak mungkin gila juga kali," ucap Fania.


"Bercanda doang,, tapi kalau Reno bersama dengan wanita lain,, kamu ikhlas gitu? karena yah menurut aku nih Reno sedikit berubah deh sepertinya,," ucap Zahra yang sebenarnya hanya ingin bercanda saja pada Fania,, dia hanya ingin melihat ekspresi wajah panik Fania.


"Yah nggak ikhlas lah,, wanita siapa juga coba yang ikhlas pacarnya punya wanita lain,, Reno nggak berubah kok,,, dia masih sama saja seperti Reno yang dulu yang bucin sama aku,," ucap Fania.


"Iya deh,," ucap Zahra.


Sementara di rumah Reno tepatnya di dapur Reno masih saja terus di kerjain dengan Ana dan Reno hanya bisa pasrah saja karena Ana mendapatkan dukungan dari mamanya. Dan di lain sisi Reno terus memikirkan Fania yang nelfon tapi dia malah bilang sama Fania kalau Fania salah nomor.


"Kak Reno gimana mau cepat selesai kalau kak Reno sambil melamun seperti itu," ucap Ana sambil menggelengkan kepalanya melihat Reno.

__ADS_1


Mama Reno pun ikut melihat Reno.


Duhh benar-benar yah nih anak pasti sengaja banget dia nih biar aku dimarahi lagi dengan mama aku,,, pasti nggak lama lagi mama aku akan marah nih,,, batin Reno.


"Reno kenapa kamu melamun segala sih,, cepat kerjakan itu jangan sampai yah mama tidak memberikan kamu makan,," ucap mama Reno sambil menahan tawanya.


Tuh kan apa yang aku duga beneran terjadi,, batin Reno.


"Mama ancamannya ngeri banget sih,, kalau mama nggak beri aku makan aku bakalan nggak bisa hidup lagi ma,, memang mama ikhlas kehilangan anak mama satu-satunya,, yang ganteng dan juga penurut seperti aku ini,," ucap Reno.


"Hah,, penurut? nggak salah ucap kamu tuh,, mama ikhlas-ikhlas aja kok," ucap mama Reno yang membuat Ana langsung tertawa.


"Behh nih anak,, jangan begitu kamu sama orang yang lebih tua,, nggak takut dosa apa kamu," ucap Reno.


"Hemm kamu ini sok-sokan bilang dosa," ucap mama Reno lagi.


"Yah emang benar kan ma,, mama belain dia terus padahal anak mama itu aku loh," ucap Reno.


Ana hanya menjulurkan lidahnya pada Reno dan itu masih dilihat oleh Reno.


Reno langsung berjalan maju kepada Ana.

__ADS_1


"Ekhhm Reno mau ngapain kamu maju dekat-dekat sama Ana?" ucap mama Reno yang langsung membuat Reno menghentikan langkahnya.


"Tuh tadi Reno lihat ada sesuatu di rambutnya ma,," jawab Reno asal.


Sementara di tempat Zahra,, akhirnya anak buahnya menelepon Zahra.


"Buruan angkat Zahra," ucap Fania cepat begitu dia melihat anak buah Zahra yang menelepon.


"Iya kali,," ucap Zahra lalu segera mengangkat panggilan telfon dari anak buahnya.


"Halo,, gimana,, dia lagi dimana sekarang?" tanya Zahra langsung.


"Dia lagi di rumahnya Nona," ucap anak buah Zahra yang langsung membuat Fania lega.


"Bersama ibunya dan juga seorang wanita," ucap anak buah Zahra lagi yang membuat Zahra dan Fania terkejut,, apalagi Fania dia benar-benar terkejut.


###########


Mampir ke novel author yang baru yah judulnya DENDAM DAN CINTA,,, tekan saja profil author,,,


Makasih sebelumnya🙏😊

__ADS_1


__ADS_2