
"Aku disini ajah jagain Rara dari wanita jahat,, kan gawat," ucap Fandi.
"Siapa tuh yang kamu bilangin?" tanya Citra.
"Buat yang merasa ajah," jawab Fandi.
"Ayo Fandi kamu ikut ajah,, lagian kalau yang kamu takutkan Citra kan ada Ana disini,, atau kamu sengaja yah, mau pendekatan dengan Citra," ucap Aldi sambil menahan tawanya.
"Ya ampun nggak banget,, aku ikut ke ruangan kamu Aldi,, Rara hati-hati yah kamu kalau berada disini,, kamu jangan terlalu dekat dengan dia,, dekat sama Ana saja," ucap Fandi lalu segera pergi ke ruang kerja Aldi bersama dengan Rafa dan Aldi.
Citra hanya menatap kesal punggung Fandi.
Dia pikir aku apaan coba, batin Citra kesal.
Rara langsung diam saja karena dia memang tidak terlalu akrab dengan Citra,, bahkan tidak akrab sama sekali.
"Rara kenapa kamu bisa tahan dekat-dekat dengan orang yang menjengkelkan seperti Fandi itu," ucap Citra tiba-tiba yang membuat Ana sedikit terkejut karena tidak biasanya Citra mau mengajak bicara Rara,, bahkan tidak pernah sama sekali Citra mengajak bicara Rara,, sedangkan Rara ikut terkejut juga begitu Citra mengajaknya bicara duluan,, karena Rara tahu Citra tidak suka pada dirinya.
"Rara aku tanya loh sama kamu, apa kamu tidak kesal sama sekali berada dekat dengan dia," ucap Citra lagi.
"Tidak sama sekali karena Fandi itu orang yang sangat baik loh,, bahkan dia selalu menjaga dan membantu aku juga kalau kesusahan waktu itu,, sebelum aku mengenal Rafa dan menikah dengan Rafa,, Fandi yang selalu ada membantu aku,, dan juga dialah yang menjadi teman aku satu-satunya di kampus, jadi Fandi itu sangat baik orangnya" ucap Rara sambil tersenyum.
"Iya Cit kak Fandi itu orangnya sangat baik sama aku ajah dia baik banget loh,, hanya aku heran ajah dia sepertinya sangat tidak menyukai kamu," ucap Ana juga.
"Aku juga tidak menyukai dia,, kalian sepertinya salah menilai dia,, mana ada orang baik seperti itu," ucap Citra.
"Mana mungkin kita berdua tidak menyukai kak Fandi secara kak Fandi emang baik banget,, hati-hati loh kamu jangan terlalu membenci kak Fandi nanti kamu jatuh cinta lagi sama dia,, kan bisa bahaya kalau kamu jatuh cinta sama kak Fandi karena kak Fandi orangnya nggak peka dan juga dia sangat baik kepada semua wanita,, jadi banyak yang suka kak Fandi hanya kak Fandi ajah yang nggak pernah menanggapinya jangan sampai kamu masuk ke dalam daftar wanita yang tidak di anggap dengan kak Fandi,," ucap Ana.
"Iyakan kak Rara," ucap Ana sambil melihat Rara.
__ADS_1
"Fandi sebenarnya sangat sedikit mempunyai teman wanita dan sepertinya cuma aku ajah deh teman wanita dia," ucap Rara.
"Oh gitu yah,, berarti aku salah dong menganggap kak Fandi baik kepada semua wanita," ucap Ana sambil nyengir.
"Nggak salah dong karena baiknya Fandi emang baik,, hanya saja dia emang nggak terlalu banyak teman wanita,," ucap Rara.
"Terserah deh kalian mau bilang apa,, yang jelas aku sangat kesal sama Fandi dan tidak akan pernah mungkin aku jatuh cinta pada dia orang menjengkelkan itu," ucap Citra dengan penuh keyakinan.
"Awas saja nanti kamu jatuh cinta,, pokoknya saran aku jangan terlalu membenci kak Fandi,, karena benci dan cinta itu beda tipis,, bisa-bisa kamu kira kamu masih membenci dia,,, ehh tau-taunya kamu udah jatuh cinta sama dia," ucap Ana lagi.
"Udah deh Ana itu nggak mungkin banget,, pegang kata-kata aku ini,, aku nggak mungkin jatuh cinta sama Fandi,, manusia menjengkelkan itu," ucap Citra lagi.
##########
Ruang kerja Aldi
"Kamu mau bicarakan apa Rafa dan sepertinya Fandi sudah tahu,, makanya tadi dia nggak mau ikut," ucap Aldi.
"Aku cuma mau bilang sama kamu kalau Gracia sudah meninggal," ucap Rafa yang membuat Aldi langsung terkejut begitu mendengar semuanya.
"Serius,, Gracia sudah meninggal?" tanya Aldi untuk memastikan semuanya dan juga pendengarannya.
"Iya serius dia sudah meninggal," ucap Rafa.
"Loh kok bisa?" tanya Aldi.
"Yah karena ajal," jawab Fandi.
"Fan aku tuh lagi serius, apa penyebab dia bisa meninggal?" tanya Aldi lagi.
__ADS_1
"Dia kecelakaan karena mabuk dan juga mengonsumsi obat-obatan terlarang dengan dosis tinggi," jawab Rafa.
"Wahh,, gila wanita itu,, tahu darimana kalian kalau dia meninggal karena itu?" tanya Aldi.
"Yah dari anak buah lah Aldi,, gimana sih kamu pakai nanya segala lagi,, selama inikan kita menyuruh orang untuk mencari keberadaannya Gracia,, tapi begitu di temukan sedikit petunjuk Gracia sudah kecelakaan duluan dan meninggal," ucap Fandi.
"Masalahnya aku dan Rafa kayak belum terlalu yakin dengan meninggalnya Gracia,, tapi anak buahku melaporkan bahwa memang Gracia yang meninggal,," ucap Fandi.
"Ya udah pantau terus ajah kalau gitu,, siapa tahu ada pergerakan mencurigakan dari mereka,, yang akan memberikan sedikit petunjuk gitu," ucap Aldi.
"Udah kok,, aku udah menyuruh mereka tapi emang nggak ada yang mencurigakan,, sampai sekarang mereka belum melapor lagi,, terakhir tadi anak buahku mengirimkan pesan kalau orang tua Gracia sudah datang ke rumah sakit untuk mengambil jasad Gracia dan menguburkannya," ucap Fandi.
"Oh berarti bagus dong kalau gitu setidaknya Gracia sudah tidak ada lagi,, walaupun sebenarnya aku ingin sekali membalas menembaknya,, biar dia tahu rasanya di tembak itu nggak enak,, tapi dia sudah meninggal duluan," ucap Aldi.
"Ikhlaskan saja kamu terkena tembakan, anggap saja itu kenang-kenangan dari Gracia untuk kamu sebelum dia meninggal," ucap Fandi yang membuat Aldi bergedik ngeri.
Fandi dengan santainya menertawakan Aldi.
"Oh yah,, jadi gimana sama kuliah kalian?" tanya Aldi karena mengingat Rafa dan Fandi sudah masuk kantor.
"Gampang sih itu,, Rafa kan emang udah selesai kulianya dan itu kampus milik dia juga jadi gampang buat dia keluar," ucap Fandi.
"Terus kamu?" tanya Aldi lagi.
"Aku juga gampang nggak usah pusingin itu,,, lagian kan aku emang udah bisa selesai sejak dulu aku saja yang selalu menundanya dan juga kampus itukan milik dia,, jadi bosku ini pasti akan mengaturnya," ucap Fandi lagi sambil melihat Rafa.
"Iya juga sih,, kamu di kampus lama-lama karena Rara kan?" tanya Aldi.
"Apa benar?" tanya Rafa cepat.
__ADS_1
"Iya memang benar,, aku kan di tugaskan untuk menjaga dan membantu Rara waktu itu sama ayahmu Rafa,,, gimana sih kamu," jawab Fandi.
Sekaligus untuk menjaga calon istriku waktu itu,, tapi ya sudahlah kamu dan Rara sudah bahagia,, lebih baik kamu bersama Rara daripada bersama Zahra wanita jahat dan sombong itu batin Fandi.