Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Lebih baik cari yang lain saja,,,


__ADS_3

Fandi lalu mencari tempat aman untuk memastikan pria yang dia lihat tampak mencurigakan menurutnya.


Pria itu tidak menyadari keberadaan Fandi,, karena dia sedang menelepon bosnya.


Fandi yang melihat pria itu seperti sedang mau menelepon seseorang,, dengan segera berusaha untuk bisa mendengarkan pembicaraan pria lain itu.


Dia benar-benar mencurigakan,, seperti sangat nggak asing wajah dia,, atau apa aku yang salah ingat,, lebih baik aku dengarkan saja pembicaraan dia,, kan nggak apa-apa juga,, kalau dia bukan orang jahat aku bisa langsung pergi dari sini sebelum Citra muncul lagi di hadapan aku dan bicara sembarangan lagi pada Rara dan Rafa,, batin Fandi sambil melihat pria yang sedang dia curigai.


"Halo gimana keadaan di sana?" tanya bos dari pria itu.


"Belum ada kesempatan dia di jaga terus bos," ucap pria itu yang semakin membuat Fandi curiga.


Tuh kan dia pasti bukan pelanggan biasa yang datang makan,, dari gerak-geriknya saja sangat mencurigakan,,, dia siapa yang dimaksud pria ini? atau jangan-jangan Rara yang dia maksud lagi,, batin Fandi.

__ADS_1


"Sudah aku duga,, biarkan saja,, kamu terus saja awasi dia kalau ada kesempatan lakukan tugas yang aku perintahkan,,, tapi kamu jangan sampai ketahuan,,, aku capek kehilangan orang-orang kepercayaan aku,, Denis dan kawan-kawannya sudah diamankan jangan sampai kamu juga ikut-ikutan,," ucap Bos pria itu.


"Iya bos saya mengerti,," ucap pria itu lagi.


"Oke kalau begitu,, aku tutup dulu panggilan telfonnya,,, lakukan tugas kamu dan nggak boleh ada yang curiga sama sekali,"


"Iya bos,,"


Bos pria itu pun segera menutup panggilan telfonnya dengan pria itu begitu dia mendengar ucapan anak buahnya.


"Sekarang kan Rara sedang dijaga baik-baik,," ucap Fandi pelan.


Lebih baik kembali saja menemui Rara,, batin Fandi.

__ADS_1


Sementara Citra masih sesenggukan karena sikap Fandi kepada dirinya. Tapi dia tidak bisa membenci Fandi karena dia benar-benar sangat mencintai Fandi.


Sementara Chris benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan sambil melihat Citra yang masih sesenggukan dan juga Rara yang tampak sedang menghibur Citra biar tidak sedih lagi.


"Cit udah yah nggak usah nangis lagi," ucap Rara.


"Pengennya gitu Ra,, tapi air mata aku nggak mau berhenti keluar,, aku benar-benar sedih Ra,," ucap Citra.


"Kamu sabar aja Citra, dan usaha terus kalau kamu masih mencintai Fandi,, kejar dia siapa tau suatu saat nanti mungkin Fandi akan mencintai kamu juga,," ucap Rafa.


"Kalau dia masih nggak mau ya udah cari yang lain saja,, terus pamer ke Fandi,, biar dia nyesek,," ucap Rafa sambil menahan tawanya karena tidak enak pada Citra yang sedang sedih.


Citra semakin sedih begitu mendengar ucapan Rafa.

__ADS_1


"Sayang kamu jangan bicara seperti itu dong,, kasian Citra dia pasti semakin sedih kamu bicara seperti itu," ucap Rara sambil melihat Rafa.


"Yah aku kan hanya kasih saran aja sayang,, lagian percuma juga kan dia mengejar Fandi tapi Fandi nggak menyukai dia juga,, jadi lebih baik cari yang lain saja," ucap Rafa lagi.


__ADS_2