Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Benar-benar sangat berubah,,,


__ADS_3

Ya ampun apa-apaan,, Fandi lihat ke arah aku,, terkejut banget aku belum menyiapkan mental juga,, duhh tapi kenapa aku melihat ke tempat lain sih,, Fandi nggak mikir macam-macam kan,,, kapan lagi coba dilihatin sama Fandi,, batin Citra yang sudah penuh tanda tanya.


Rafa hanya menahan senyumnya melihat kejadian itu,, semenjak dari dalam mobil dia memang sudah berniat untuk memperhatikan gerak-gerik Fandi


Fandi,, Fandi,, matamu tertuju pada Citra tuh,, tapi gengsi kamu besar banget,, nggak nyadar-nyadar dia,,, batin Rafa.


"Kak Rafa,, kak Fandi,, kak Rara,, ayo duduk kak,," ucap Ana sambil tersenyum bahagia.


"Aku senang banget kalian datang kak,," ucap Ana lagi.


Rafa,, Rara,, dan Fandi pun tersenyum begitu mendengar ucapan Ana sambil duduk.


"Kita juga senang melihat kamu yang semakin membaik sayang,," ucap Rara sambil tersenyum.


"Oh iya Aldi belum pulang yah?" tanya Rafa.


"Belum kak,, Kak Aldi emang gitu,, lupa adiknya kalau udah kerja," ucap Ana sambil cemberut.


"Kata siapa lupa sama adik kesayangannya,," ucap Aldi yang sudah berdiri di depan pintu lalu segera berjalan mendekat kepada Ana.

__ADS_1


Ana pun tersenyum begitu mendengar ucapan Aldi.


"Nggak akan mungkin lupa sama adik kesayangan aku,," ucap Aldi sambil duduk di dekat Ana.


"Kalian udah lama?" tanya Aldi pada Rafa,, Rara dan juga Fandi.


"Belum lama kok,, kita barusan aja datang," ucap Rafa.


"Oh baguslah jadi kita bisa bertemu lama-lama,," ucap Aldi yang memang jarang memiliki waktu bersama keluarganya semenjak dia sudah ke kantor lagi.


"Ehh Reno kamu disini juga ternyata," ucap Aldi lagi sambil melihat Reno dan tersenyum.


"Aku senang banyak yang sayang dan perduli pada adik aku ini," ucap Aldi sambil melihat Ana.


"Iya karena Ana memang pantas mendapatkan kasih sayang,, dia kan anak baik,,, nggak kayak yang satunya centil,," ucap Fandi yang langsung membuat semua mata tertuju padanya.


Hah siapa tuh yang dimaksud Fandi,, bukan aku kan,, batin Citra sambil melihat Fandi juga.


"Ekhhemm,, ekheem,," batuk Rafa yang disengaja.

__ADS_1


Duhh kenapa aku bicara seperti tadi sih,, Rafa pasti semakin ledekin aku nih,, bibir ini nggak bisa dikondisikan banget,, batin Fandi sambil melihat kesal pada Rafa.


"Siapa tuh Fan? Citra maksud kamu?" ucap Aldi to the point sambil melihat Fandi.


"Iyalah Aldi mau siapa lagi," ucap Rafa.


"Bukan lah,, maksud aku orang lain," ucap Fandi cepat.


Rafa langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fandi.


Citra benar-benar menahan senyumnya.


"Orang lain siapa? istriku nggak mungkin kan? istriku kan nggak pernah centil sama orang lain,, dia hanya centil sama aku saja di dalam kamar," ucap Rafa lagi yang langsung mendapatkan cubitan dari Rara.


"Awwwssh sakit sayang," ringis Rafa sambil melihat Rara yang sedang mencubitnya.


"Abis kamu bicara sembarangan ihh,," ucap Rara dengan pipi yang sudah merona sambil menahan malu karena ucapan Rafa.


"Loh memang iyakan,, di dalam kamar kamu sangat centil,, aku sampai keenakan banget," ucap Rafa lagi lalu tertawa,, dia memang sengaja ingin menggoda istrinya yang sangat pemalu.

__ADS_1


Yang lain pun ikut tertawa melihat Rara yang benar-benar malu,, lalu tiba-tiba menjadi hening seketika begitu Chris masuk ke dalam ruangan Ana,,, apalagi Fandi ekspresi wajahnya benar-benar sangat berubah.


__ADS_2