Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Ngapain dia kesini sih Ra,,


__ADS_3

Sepupu Fania benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan Zahra. Sepupu Fania juga tau kalau Fania pacaran dengan Reno.


"Kok Reno bisa setega itu sama Fania?" ucap sepupu Reno.


"Yah nggak tau lah,, tapi yang pastinya semua itu karena Ana," ucap Zahra yang masih benar-benar kesal.


Sementara Reno masih berada di dalam ruangan Ana.


Sekarang mereka tinggal berdua membuat dia dan Ana sedikit merasa canggung karena baru kali ini mereka berdua saja. Pernah di taman belakang rumah Reno tapi itu dalam keadaan yang berbeda dari yang sekarang.


"Emmm Ana gimana sekarang perasaan kamu? apa yang sakit?" tanya Reno basa-basi.


"Emm udah baik-baik aja kok,, dan nggak ada yang sakit lagi," jawab Ana asal sambil merasa sangat deg-degkan.


Citra awas kamu yah Cit,, batin Ana meronta-ronta karena ulah Citra dia dalam keadaan seperti ini bersama Reno.


"Hah benarkah? bagus dong," ucap Reno sambil tersenyum.


"Emm iya,," ucap Ana sambil tersenyum juga.

__ADS_1


"Oh iya nanti hari pertama kamu masuk kampus biar aku yang jemput kamu yah," ucap Reno lagi.


"Hah nggak usah,, repotin kamu aja,, aku ada sopir kok," ucap Ana cepat.


"Nggak sama sekali,, aku nggak bakalan kerepotan,, lagian lebih bagus kamu bersama-sama aku,, aku kan senior kamu," ucap Reno.


"Senior yang udah tua banget," ucap Reno lagi sambil tertawa.


"Kalau gitu cepat-cepat lah kamu urus kuliah kamu, biar cepat wisuda, biar nggak ketuaan di kampus," ucap Ana lalu tertawa juga.


"Iya kok,, aku udah mau fokus sekarang dan juga fokus sama kamu,, sampai kamu sembuh," ucap Reno sambil melihat Ana.


"Hmmm udahlah yang pada intinya aku akan menjaga kamu,, membantu masa pemulihan kamu,, dan aku senang lakukan itu," ucap Reno sambil tersenyum melihat Ana.


Ana pun hanya bisa tertunduk sambil tersenyum begitu mendengar ucapan Reno.


Sementara Citra sedang berpikir keras untuk mendekati Fandi,, pria yang membuat dirinya jatuh cinta lagi setelah dirinya putus dengan mantan.


Fandi itu gimana yah kalau mau mendekati dia,, secara dia itu dingin banget,, dia nggak sembarangan kalau mau senyum,, tapi kalau Rara gampang banget membuat dia tersenyum,, apa aku tanya saja sama Rara yah,, gimana cara membuat Fandi tersenyum? masuk akal kah kalau aku lakukan itu? batin Citra.

__ADS_1


"Ayolah Citra berpikir,," gumam Citra pelan.


Sementara Rafa yang melihat istrinya hanya duduk bengong saja segera berjalan mendekati istrinya.


"Sayang kamu bosan yah?" tanya Rafa yang baru masuk ke dalam ruangannya bersama Fandi.


"Kamu udah selesai mimpin rapatnya?" tanya Rara.


"Iya sudah,, kamu bosan yah menunggu? seharusnya tadi kamu ikut masuk saja sayang ke dalam ruang rapat biar nggak bosan," ucap Rafa lagi lalu segera duduk di samping Rara.


"Iya Ra,, benar kata Rafa,," ucap Fandi lalu segera duduk juga di sofa.


"Emm aku nggak mau menganggu kalau kamu lagi kerja," ucap Rara pada Rafa.


"Ya ampun kamu nggak akan mengganggu aku sayang," ucap Rafa.


"Hmmm mana mungkin,, aku nggak mau nanti kamu nggak konsentrasi memimpin rapatnya," ucap Rara sambil nyengir.


"Oh iya sebentar aku bakalan nggak bosan kok karena Citra lagi di perjalanan menuju kesini untuk menemani aku," ucap Rara sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hah,, ngapain dia kesini sih Ra," ucap Fandi yang mood nya langsung berubah.


__ADS_2