Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sangat shock...


__ADS_3

"Fania yang sabar yah," ucap Zahra sambil melihat Fania dengan tatapan mata kasihan,, karena Zahra tau Fania sangat mencintai Reno tapi kini Reno sudah melupakan Fania dan dekat dengan wanita lain bahkan sebentar lagi akan jadian.


"Aku nggak bisa sabar Zahra,, kamu tau kan bagaimana aku sangat mencintai Reno,, tapi sekarang dia malah akan bersama wanita lain,, aku yakin banget Reno pasti akan mengungkapkan perasaannya pada Ana,, dia nggak mungkin makan malam romantis seperti itu tanpa tujuan,, aku tau betul Reno,, aku lama menjalin hubungan dengan dia," ucap Fania yang benar-benar sangat sakit hati.


"Yah kita nggak bisa berbuat apa-apa Fan,, lebih baik fokus pada kesehatan kamu,, lalu balas dendam,, cuma itu satu-satunya yang bisa membuat kamu bahagia Fania,, dengan membalaskan dendam kamu,, terutama pada Ana, wanita tidak tau diri itu," ucap Zahra yang mencoba memberikan semangat buat Fania.


"Hmm iya," ucap Fania juga.


Sementara di tempat lain,, Reno masih pangling melihat Ana,, Ana menjadi sangat gugup begitu mendapatkan tatapan seperti itu dari Reno. Ana menjadi sangat tidak percaya diri karena menurutnya mungkin ada yang salah pada dandanannya malam ini.


Hmm ini semua karena Citra,, kak Reno jadi seperti ini,, pasti dandanan aku aneh banget deh,, dia sampai diam membisu seperti ini,, awas yah kamu Citra,, bikin malu aku aja,, akhhh rasanya aku ingin pulang saja,, batin Ana.


"Kak,, aku pulang aja yah,, maaf kak dandanan aku alay banget malam ini," ucap Ana sambil nyengir melihat Reno.

__ADS_1


Ana pun hendak berbalik arah kembali menuju pintu keluar namun dengan segera Reno menahan tangan Ana.


"Mau kemana? jangan pulang,, maaf aku sangat pangling melihat kamu,, aku sampai nggak bisa berkata-kata,, kamu beda sekali malam ini,,, kamu benar-benar sangat cantik,, cantik banget,," ucap Reno yang membuat pipi Ana menjadi merona karena tersipu malu.


"Kak Reno jangan bicara seperti itu,, jujur saja kak,, aku nggak apa-apa kok,, pasti aku aneh banget malam ini,, makanya kak Reno seperti tadi," ucap Ana lagi yang berusaha tidak kegeeran.


"Aku sungguh-sungguh dengan ucapan aku, aku nggak berbohong sama sekali,, kamu sangat berbeda malam ini,, kamu sangat cantik,, dan sebelum-sebelumnya pun kamu juga cantik,," ucap Reno lagi sambil tersenyum.


"Ayo duduk,, jangan pulang,, baru juga sampai,, aku khusus menyiapkan ini untuk kamu loh,," ucap Reno sambil menarikkan kursi untuk Ana.


"Kamu suka?" tanya Reno sambil tersenyum melihat Ana.


Ana pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Iya suka banget,, aku nggak nyangka loh kak Reno bisa berbuat seperti ini untuk aku," ucap Ana sambil melihat Reno.


Reno pun tersenyum lembut pada Ana sambil memegang kedua tangan Ana.


Deg...


Jantung Ana benar-benar terasa ingin copot begitu Reno memegang tangannya.


Detak jantung Ana benar-benar berdetak sangat kencang,, apalagi begitu dia melihat Reno.


Sementara Reno terlihat ingin mengucapkan sesuatu.


Ya ampun jantungku kenapa sih nih,, duhh aku seperti ingin pingsan saja,, begini ternyata rasanya tangan digenggam oleh orang yang disuka,, batin Ana.

__ADS_1


"Ana,, aku ingin menikah dengan kamu, maukah kamu menjadi istriku?" ucap Reno sambil menggenggam tangan Ana dan melihat Ana yang tampak sangat shock.


__ADS_2