
"Udah jujur ajah sama mama," ucap mama Rafa.
"Iya sih tapi dikit kok ma," ucap Rara.
Mama Rafa langsung tertawa begitu mendengar jawaban menantunya.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Rara segera berjalan ke kamar untuk membangunkan suaminya.
Setelah membuka pintu kamar, tampak Rafa yang masih sangat nyenyak tertidur di tempat tidurnya, Rara menggelengkan kepalanya sambil berjalan mendekat ke tempat tidur untuk membangunkan Rafa.
"Sayang bangun," ucap Rara lembut sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rafa pelan, namun Rafa belum juga bangun.
"Sayang," ucap Rara lagi sambil masih menggoyangkan tubuh Rafa pelan.
Rafa hanya menggeliatkan tubuhnya dan belum juga bangun.
"Sayang bangun udah pagi," ucap Rara lagi sambil menggoyangkan tubuh Rafa.
Rafa bukannya bangun dia malah menarik Rara agar tidur di sampingnya.
"Ya ampun Rafa ayo bangun, kok malah narik aku sih," ucap Rara.
"Malas, aku pengennya tidur sambil meluk kamu," ucap Rafa masih menutup matanya sambil memeluk Rara.
"Udah pagi sayang, ayo kamu bangun mandi terus turun sarapan, aku udah buatin sarapan buat kamu," ucap Rara.
"Cium dulu kalau gitu," ucap Rafa lagi masih dengan suara khas bangun tidurnya sambil membuka matanya.
Rara langsung mencium suaminya agar suaminya segera mandi, karena Rara merasa tidak enak jika harus membuat mertuanya menunggu mereka untuk sarapan pagi.
"Udah sayang, ayo pergi mandi," ucap Rara lagi.
"Baiklah istriku, siapin aku baju yah, aku mau masuk kantor hari ini sayang karena bulan madu nggak jadi hemm," ucap Rafa.
"Oke sayang aku akan menyiapkan bajumu, kamu pergilah mandi," ucap Rara.
Rafa tersenyum lalu mengecup pipi istrinya kemudian segera ke kamar mandi.
########
__ADS_1
"Duh Fandi gue malas banget makan-makanan rumah sakit terus tahu nggak, karena nggak enak banget ya ampun tawar nggak berasa," ucap Aldi begitu melihat Fandi yang sedang memegang piring mangkuk yang berisikan bubur untuk orang sakit dan akan di makannya lagi.
"Hemm loe harus makan pokoknya lagian loe udah mau pulang juga Aldi, jadi nggak usah banyak komentar deh loe, nikmati ajah setiap makanan yang loe di kasih karena masih banyak orang di luaran sana yang kelaparan," ucap Fandi.
"Astaga Fandi loe malah ceramah, iya gue tahu kok itu masih banyak orang di luaran sana yang membutuhkan makanan, yang kelaparan, tapi gue benar-benar nggak suka makanan rumah sakit, tawar nggak berasa tahu nggak, hambar kayak hidup gue ini yang hambar," ucap Aldi dengan memasang wajah kasihannya.
"Lebay loe, makan nggak, sebelum-sebelumnya juga loe makan terus nggak protes sama sekali" ucap Fandi yang sudah seperti emak-emak yang sedang memaksa anaknya untuk makan.
"Yah sekarang gue protes Fandi, ganti dong makanannya lagian gue udah mau pulang juga, jadi pasti boleh di ganti," ucap Aldi.
"Nggak boleh Aldi, coba deh loe dengar apa kata gue, kan loe udah mau pulang juga, jadi makanlah bubur ini sebagai kenang-kenangan buat loe," ucap Fandi sambil menahan tawanya.
"Ngeselin banget lu, nggak bisa di ajak kerjasama, sini gue makan deh kalau gitu," ucap Aldi yang pada akhirnya akan memakan bubur itu.
Fandi segera memberikan bubur itu kepada Aldi lalu Aldi segera memakannya walaupun terpaksa, dia juga tidak ada pilihan lain daripada dia kelaparan lebih baik dia makan, Aldi tidak biasa kalau tidak sarapan pagi, mau pesan makanan lain sudah pasti Fandi tidak akan mengizinkannya.
#########
Rafa yang telah selesai mandi segera memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya.
Pintar banget sih dia milih bajunya, ini warna yang cocok dan juga aku sangat menyukainya batin Rafa sambil memakai pakaiannya.
Rara membuka pintu kamar lalu melihat Rafa sedang bercermin.
"Sayang nggak usah terlalu kelamaan bercermin, ayo turun sarapan," ucap Rara sambil berjalan ke dekat suaminya.
"Ya ampun isriku kamu buat aku kaget saja, aku barusan bercermin kok, belum ada lama-lamanya sama sekali," ucap Rafa.
"Oh kirain udah lama, sini aku pakaikan dasi kamu," ucap Rara.
Rafa dengan segera memberikan dasinya pada istrinya.
"Sayang kamu jangan kemana-mana yah, kamu di rumah ajah, tapi kalau kamu memang bosan kamu bisa ke kantor aku saja dengan di antar sopir," ucap Rafa sambil mengelus lembut wajah istrinya.
"Iya, dan aku bakalan beritahu kamu dulu kalau aku mau ke kantormu, tapi kayaknya aku nggak bakalan bosan deh sayang kan ada mama dan juga ada pelayan disini yang jadi teman aku," ucap Rara.
"Tapi aku yang bakalan bosan sayang kalau nggak lihat kamu," ucap Rafa.
"Iisshh dasar kamu, ayo sini kita sarapan, ayah mungkin sudah ada di meja makan" ucap Rara begitu sudah selesai memasangkan dasi Rafa.
__ADS_1
Mereka segera turun bersama menuju meja makan, dan memang benar ayah Rafa sudah ada juga di meja makan tetapi dia baru saja sampai di meja makan juga.
Mereka segera sarapan pagi bersama.
"Rafa kamu sudah mau masuk kantor nak?" tanya ayah Rafa di tengah-tengah sarapan mereka karena baru menyadari pakaian Rafa pagi itu sangat rapi.
"Iya ayah aku udah mau masuk kantor," jawab Rafa.
"Loh bukannya nanti setelah bulan madu baru kamu masuk kantornya, kok sekarang udah mau masuk kan belum pergi bulan madu," ucap ayah Rafa lagi.
"Iya Rafa kalian belum pergi bulan madu," ucap mama Rafa yang baru teringat dengan bulan madu anak dan menantunya.
"Kita udah bulan madu kok tiap hari," ucap Rafa.
"Istriku menyuruh aku masuk kerja saja, nggak usah pergi bulan madu, dia nggak apa-apa kalau nggak pergi bulan madu, jadi aku suami yang baik hanya mengikuti kemauan istri saja," ucap Rafa lagi.
"Loh kenapa sayang nggak mau pergi bulan madu?" tanya Ayah Rafa.
"Iya kenapa nggak mau pergi bulan madu, kan enak kalau bulan madu," ucap mama Rafa sambil mengingat kenangan bulan madunya bersama suaminya.
"Nggak kenapa-kenapa kok, lebih baik Rafa bantuin ayah saja untuk mengurus perusahaan," ucap Rara dan sebenarnya dia juga tidak mau karena nanti di kurung terus di dalam kamar dengan Rafa.
"Mama sih tahu kalau ada alasan lain," ucap mama Rafa sambil senyum-senyum.
"Emang iya sayang?" tanya Rafa kepada Rara.
Rara hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah kalau nggak jadi bulan madu nggak apa-apa, yang penting cucu harus jadi yah," ucap ayah Rafa.
"Itu sih tenang ajah ayah, lagi proses kok, iyakan sayang?" ucap Rafa sambil melihat istrinya.
Rara hanya tertunduk malu-malu karena ucapan suaminya itu.
Sementara di rumah sakit.
"Astaga," ucap Fandi tiba-tiba yang membuat Aldi mengernyitkan keningnya bingung.
"Kenapa loe Fan?" tanya Aldi.
__ADS_1