Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Jangan liatin istriku terus,,,


__ADS_3

Fandi yang melihat Rara langsung tersenyum lalu kembali melanjutkan pembicaraannya kepada seseorang melalui telfon.


Rara pun ikut tersenyum begitu melihat Fandi tersenyum,, dicampur dengan perasaan kebingungannya karena melihat Fandi pagi-pagi berada di rumahnya.


"Kamu sudah mengerti kan dengan apa yang aku katakan tadi?" ucap Fandi.


"Iya tuan saya sudah mengerti,," ucap anak buah Fandi.


"Oke kalau begitu,, aku tutup dulu panggilan telfonnya," ucap Fandi.


"Iya tuan," ucap anak buah Fandi lagi.


Fandi pun segera menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya begitu mendengar ucapan anak buahnya.


Lalu dia melihat Rara sambil tersenyum.


"Fan,, kok pagi-pagi kamu bisa ada disini? Rafa sepertinya belum tau kalau kamu ada disini,, aku bangunin dia dulu yah," ucap Rara sambil ingin berjalan kembali menuju kamarnya namun terhenti karena mendengar ucapan Fandi.


"Nggak usah Ra,, dia udah tau kok kalau aku ada disini," ucap Fandi.


Rara pun kembali menoleh kepada Fandi begitu mendengar ucapan Fandi.


"Kok bisa dia tau? perasaan tadi aku yang duluan bangun deh daripada dia, terus dia juga belum keluar kamar tuh," ucap Rara lagi.


"Karena aku nginap disini semalam Ra jadi dia udah tau," ucap Fandi sambil tersenyum.


"Oh gitu,, pantas saja dia udah tau,, ehh tapi kamu kok nginap disini? tumben banget Fan," ucap Rara lagi.


"Emmm karena lagi ada urusan aja Ra semalam,, dan Rafa menyuruh aku nginap disini aja nggak usah pulang karena udah larut banget," ucap Fandi.


"Oh gitu,, semalam ada kejadian apa sih? karena semalam Rafa menyuruh aku tidur terus dia keluar kamar lagi," ucap Rara.


"Nggak ada kejadian apa-apa kok,, nggak penting juga kamu tau Ra,, yang penting kamu nggak boleh terlalu percaya sama orang yah, karena banyak banget orang jahat Ra,, hanya kamu nggak sadar aja karena kamu terlalu baik, selalu menganggap orang itu baik," ucap Fandi lagi.


"Oh gitu,, kamu sama aja dengan Rafa kata-katanya berarti semalam itu pasti ada hubungannya dengan aku," ucap Rara.


"Udah nggak usah pikirkan itu,, kamu pagi-pagi keluar kamar mau ngapain?" tanya Fandi mengalihkan pembicaraan agar Rara tidak terus-menerus bertanya mengenai kejadian semalam,, karena dia pasti akan keceplosan kalau Rara terus membahasnya.


"Emm ini aku mau buat sarapan pagi," jawab Rara.

__ADS_1


"Loh kan ada pelayan Ra," ucap Fandi.


"Yah biar ada pelayan aku pengen aja buat sarapan pagi bersama mereka,, aku ke dapur dulu yah,, kamu lanjut lagi kalau masih mau menelepon,," ucap Rara.


"Emm udah nggak kok,, udah selesai tadi,, aku ke dapur juga aja kalau gitu sambil nungguin Rafa dan liatin kamu masak,, daripada bengong sendiri,, iyakan?" ucap Fandi sambil tersenyum.


"Iya kamu benar, ya udah ayo ikut aku," ucap Rara sambil tersenyum juga lalu berjalan menuju ke dapur,, Fandi dengan senang hati mengikuti Rara ke dapur.


Para pelayan yang melihat kedatangan Rara dan Fandi langsung menundukkan kepala mereka sejenak dengan sopan.


"Nyonya mau memasak juga?" tanya salah satu pelayan karena melihat Rara menuju ke tempatnya.


"Iya,," jawab Rara sambil tersenyum.


"Emm biar kita aja Nyonya,,, lebih baik Nyonya duduk saja,"


"Udah nggak apa-apa kok,, lagian aku udah sering juga lakukan ini," ucap Rara.


Iya memang Nyonya,, dan kami sangat takut pada tuan Rafa, jangan sampai dia marah karena Nyonya memasak,, dia kan sangat memanjakan Nyonya,, yah walaupun selama ini dia belum pernah marah sih, kalau Nyonya memasak tapi kan kita tetap takut,, batin pelayan itu.


"Tapi..,"


Dengan segera para pelayan itu menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau.


"Tidak mau tuan," ucap pelayan itu cepat.


Rara tersenyum melihat kelakuan Fandi yang menakut-nakuti pelayan di rumahnya dan dengan polosnya para pelayan itu ketakutan juga.


"Yah makanya biarin aja,," ucap Fandi lagi.


"Iya tuan," ucap pelayan itu lagi.


Mereka sudah tau Fandi,,, jadi tidak ada lagi pertanyaan di kepala mereka mengenai Fandi.


Rara pun segera memasak juga. Dan Fandi hanya memperhatikan Rara saja sambil tersenyum.


#############


"Hei jangan liatin istriku seperti itu,, nanti kamu suka lagi sama dia," ucap Rafa tiba-tiba yang membuat Fandi terlonjak kaget dan itu berhasil membuat Rafa tertawa.

__ADS_1


"Astaga Rafa, kamu ini mengangetkan aku saja, kalau aku ada penyakit jantung tadi pasti aku sudah meninggal tau nggak," ucap Fandi.


"Lah kok ngamuk," ucap Rafa lalu tertawa.


"Bukan ngamuk tapi aku kaget,, bisa-bisanya kamu seperti itu,," ucap Fandi sambil menggelengkan kepalanya melihat Rafa.


"Yah abis kamu liatin istriku sampai segitunya,, pakai senyum-senyum lagi, atau jangan-jangan kamu menyukai istriku yah?" tanya Rafa penuh selidik.


"Yah nggak lah Rafa,, apa-apaan sih pertanyaan kamu itu,, datang-datang langsung bertanya yang aneh-aneh," ucap Fandi cepat sambil menggelengkan kepalanya lagi-lagi.


"Terus kenapa kamu senyum-senyum sambil lihat-lihat istriku seperti itu,, ayo jawab," ucap Rafa lagi.


"Cuma liat doang Rafa ya ampun,, massa aku liatin Rara sambil marah-marah,, kan lebih nggak masuk akal, gimana sih sama pikiran kamu itu," ucap Fandi.


"Iya sayang,, jangan mikir aneh-aneh mana mungkin Fandi menyukai aku," ucap Rara juga.


"Tuh dengar sendiri kan,, Rara aja bicara seperti itu,, lah kamu bicara sembarangan,, aneh banget sih," ucap Fandi lagi.


"Yah siapa tau aja kan kamu menyukai istriku,,, wah bisa-bisa gawat kalau kamu menyukai istriku juga," ucap Rafa.


"Gawat kenapa?" tanya Rara dengan polosnya.


"Yah gawat lah sayang,,, aku nggak akan terima itu,, dan juga aku dekat banget dengan Fandi,, aku nggak tau akan melakukan apa kalau sampai dia menyukai kamu juga," ucap Rafa.


"Ya ampun Rafa udah deh nggak usah mikir sampai kesitu,, karena aku nggak menyukai Rara,," ucap Fandi.


"Syukurlah, tapi kamu jangan liatin istriku terus, nanti kamu jadi suka,, karena dia itu makin lama makin cantik kalau diliatin terus," ucap Rafa lagi.


Iya kamu memang benar Rafa,, sejak dulu aku tau itu,, batin Fandi.


"Isshh apaan sih,, aku malu tau kamu bilang gitu,, aku biasa aja gini,," ucap Rara.


Sedangkan para pelayan hanya senyum-senyum begitu mendengar majikannya memuji istrinya.


"Nggak sayang,, memang kenyataannya loh yang aku ucapkan barusan hanya kamu nggak sadar aja," ucap Rafa.


"Jadi Fandi kamu jangan liatin istriku terus,, aku nggak mau kamu jatuh cinta sama istriku," ucap Rafa.


"Kamu sama Citra aja biar nggak jomblo terus," ucap Rafa lagi.

__ADS_1


__ADS_2