
Semua mata pun langsung tertuju pada Ana. Ana pun langsung melihat kedua kakinya yang bisa berdiri tanpa bantuan alat apapun.
Ana pun tidak menyadari bahwa dirinya sudah bisa berjalan karena terlalu khawatir pada Rara.
Semua pun langsung bahagia begitu melihat Ana yang memang benar-benar sudah bisa berjalan.
"Akhh aku udah bisa jalan,, aku bisa jalan lagi," ucap Ana sambil loncat-loncat dengan senyum bahagianya.
Ana pun langsung menghentikan dirinya yang sedang bahagia.
"Maaf,, aku terlalu bahagia,, ayo kita bawa kak Rara dulu ke rumah sakit,, kalau Kak Rara nggak apa-apa aku baru mau melanjutkan kebahagi aku ini," ucap Ana yang membuat Rara tersenyum begitu mendengar ucapan Ana.
Reno pun tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat Ana.
"Aku nggak apa-apa kok,, kita nggak usah ke rumah sakit," ucap Rara pelan namun di dengar oleh semuanya.
__ADS_1
"Eittss nggak boleh,, kamu harus diperiksa dokter dulu istriku,," ucap Rafa lalu dengan segera menggendong Rara membawanya ke mobil.
"Kita semua ikut,," ucap Citra.
"Apa mau ikut? pergilah ganti pakaian kamu terlebih dahulu,," omel Fandi.
"Yang beroakai sexy nggak usah ikut,," ucap Fandi lagi.
Citra,, Tasya dan Delia pun langsung saling pandang. Mereka tidak bisa berucap apa-apa lagi karena memang benar yang dikatakan Fandi. Sangat tidak sopan jika mereka ke rumah sakit dengan berpakaian terbuka,, karena mereka akan salah tempat jika berpakaian terbuka di rumah sakit.
"Ogah,, kalian di hotel saja nggak usah kemana-mana,, Rara harus segera diperiksa," ucap Fandi lagi sambil berjalan meninggalkan Citra,, Delia dan Tasya.
"Iya Cit, kalian tunggu aja yah,, semoga kak Rara nggak kenapa-kenapa," ucap Ana.
"Aku pergi dulu," ucap Ana lagi sambil tersenyum lalu dengan segera menyusul Aldi dan yang lainnya.
__ADS_1
Delia langsung merasa bersalah pada Fandi,, Delia sangat tidak mau membuat Fandi kecewa ataupun kesal pada dirinya,, namun semuanya sudah terlanjur.
Duhh aku benar-benar nggak enak pada kak Fandi kalau seperti ini,, dia tadi terlihat sangat marah,, tapi dia sangat perhatian pada Citra,, padahal aku kan pacar dia walaupun pura-pura,, tapi akan lain-lain jika dilihat orang kelakuan kak Fandi tadi,, karena dia lebih perhatian pada Citra,, batin Delia.
"Hei Delia,, kamu lagi mikirin apa? kamu mikirin Fandi yah? kalau dia marah sama kamu,, yah kamu marahin balik aja,, kamu nggak usah takut," ucap Citra sambil melihat Delia yang tampak sedang melamun.
"Hmmm,, aku nggak enak kalau dia marah padaku karena pakaian ini," ucap Delia lagi.
"Udah bawa santai aja,, ayo kita balik ke hotel, aku udah nggak mood banget nih buat berjemur,, kita ke hotel aja nungguin kabar Rara,, semoga Rara nggak kenapa-kenapa," ucap Citra.
"Ya udah ayo," ucap Tasya.
Sementara Chris benar-benar merasa lega karena melihat Rara yang sudah sadarkan diri dan saat ini sedang ke rumah sakit.
Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Gracia,, dia pasti mau melenyapkan Rara,, benar-benar diluar dugaan aku,, kita harus bertemu Gracia,, kita harus bicara, bisa-bisanya kamu mau mengkhianati aku,, disaat aku benar-benar sangat percaya pada kamu,, batin Chris sambil mengingat semua janji manis Gracia pada dirinya.
__ADS_1