
Aldi pun ikut jalan bersama Fandi dan Delia.
"Hmm jadi obat nyamuk deh,, nggak enak banget,, Fan, kamu kalau mau jalan bareng pacar jangan ajak aku dong,, kan nggak enak aku sama Delia,, dan aku juga nggak enak jadi obat nyamuk,," ucap Aldi.
Sementara Fandi sengaja mengajak Aldi karena bingung jika harus jalan berdua dengan Delia,, mungkin mereka akan diam sepanjang jalan-jalan mereka.
Sebenarnya Fandi dan Delia hanya pergi mencari kebutuhan kampus Delia,, karena Delia sempat bilang jika ada yang ingin dia beli,, Fandi yang merasa tidak enak jika Delia pergi jalan sendiri akhirnya memutuskan untuk mengantar Delia,, sekaligus Fandi mengajak dengan Aldi biar ada yang bisa memulai pembicaraan.
"Nggak apa-apa kok kak Aldi,, santai aja,," ucap Delia yang juga merasa senang ada Aldi jadi dia tidak terlalu merasa canggung jika hanya berdua saja dengan Fandi.
"Tapi aku merasa nggak enak Delia kalau seperti ini,, kesannya aku seperti orang ketiga aja atau seperti obat nyamuk," ucap Aldi lagi yang langsung membuat Delia dan Fandi tertawa.
"Udah santai aja Aldi, seperti kata Delia tadi kamu santai aja,, lagian kamu bukan seperti orang ketiga kok," ucap Fandi lagi.
"Iya kak Aldi,," ucap Delia juga.
__ADS_1
"Hmm iya deh,, tapi kalian itu nggak ada panggilan lain yah selain nama? seperti bukan orang yang sedang pacaran saja," ucap Aldi lagi.
Delia dan Fandi pun langsung saling tatap.
"Lah malah tatap-tatapan lagi di depan ku," ucap Aldi sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Hmm kami punya kok Aldi hanya kami nggak mau mengucapkan itu di depan kamu,, takutnya jiwa jomblo kamu semakin kasihan kalau mendengar nama panggilan kami," ucap Fandi lalu tertawa.
Fandi dan Aldi sudah tentu jadi pusat perhatian karena ketampanan mereka berdua,, sekaligus banyak yang iri pada Delia,, karena Delia bisa jalan bersama dengan dua pria tampan yang sangat diinginkan oleh banyak wanita.
Untung saja kak Fandi bisa mencari alasan,, kami kan nggak punya nama panggilan seperti orang pacaran,, karena kami hanya pacaran pura-pura saja,, batin Delia.
"Hmm nggak apa-apa kok,, kalian panggil aja dengan panggilan sayang kalian,, aku kan bukan Citra yang pasti sudah akan komentar jika ada yang mesra-mesraan di depannya meskipun hanya panggilan mesra saja," ucap Aldi lagi.
"Delia orangnya pemalu Aldi," ucap Fandi.
__ADS_1
"Oh gitu yah," ucap Aldi sambil melihat Delia.
Ketika Fandi ingin berbicara lagi tiba-tiba ponsel Fandi berdering,, Fandi pun langsung membatalkan niatnya untuk berbicara dan segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
"Aku angkat telfon dulu yah, jangan kemana-mana kalian tunggu aku disini," ucap Fandi sambil melihat Delia dan Aldi secara bergantian.
"Oke, kamu juga jangan lama,," ucap Aldi.
"Iya," ucap Fandi lalu segera ke tempat lain untuk mengangkat panggilan telfon,, karena di tempat mereka benar-benar sangat berisik.
"Delia tadi kamu mau membeli apa?" tanya Aldi untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.
"Emm buku kak,," jawab Delia.
"Oh ya udah ayo aku temani kamu,, takutnya Fandi akan lama,, kamu kan cewek jangan pulang lama-lama meskipun ini masih sore,, nanti aku beritahu Fandi kalau kita ke toko buku," ucap Aldi lagi sambil tersenyum pada Delia.
__ADS_1