
"Kenapa sih Fandi,, kan bagus kalau Citra kesini,, jadi istriku ada temannya dan dia nggak bakalan bosan,, siapa tau juga kan kamu bisa dekat dengan dia," ucap Rafa sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Fandi yang semakin berubah kesal.
"Jangan mulai lagi deh Rafa,," ucap Fandi gemas.
"Iya aku nggak mulai lagi,, tadi itu aku khilaf," ucap Rafa sambil nyengir.
"Hemm khilaf, mana ada khilaf berkali-kali,, aku tau kamu sengaja," ucap Fandi.
"Ra,, nggak usah Citra kesini, yang ada aku nggak mood kerja,, abis dia kan nyebelin," ucap Fandi.
"Ya ampun Fandi,, kamu kok bicara seperti itu sih,, Citra nggak nyebelin kok,, jadi nggak apa-apa kalau dia kesini,, kenapa sih kamu itu nggak suka banget sama dia, padahal sepertinya Citra nggak ada buat salah apa-apa kok," ucap Rara sambil mengingat-ingat kejadian yang lalu-lalu.
"Nggak tau juga bawaannya aku kesal aja gitu sama dia,, semenjak dia nggak suka sama kamu waktu itu,, dia sangat terlihat jelas nggak suka sama kamu waktu itu, jadi aku nggak suka sama dia sampai sekarang," ucap Fandi.
"Kan itu dulu Fan,, sekarang dia sudah berubah,, jadi kamu nggak perlu membenci dia lagi atau nggak suka sama dia," ucap Rafa.
__ADS_1
"Hemm nggak tau lah,, tapi Ra,, dia nggak usah datang aja kesini yah, please," ucap Fandi.
"Aku udah datang nih,," ucap Citra tiba-tiba yang membuat Fandi,, Rafa dan Rara terlonjak kaget.
Citra mendengar semua ucapan mereka apalagi ucapan Fandi sangat dia dengar dan sangat dia ingat tapi itu tidak membuat dia menyerah untuk mendapatkan Fandi,, dia justru semakin menyukai Fandi.
"Cit sejak kapan kamu datang?" tanya Rara yang khawatir Citra mendengar semuanya dan merasa tersinggung,, Rara tidak mau kalau Citra akan berpikiran macam-macam dan kemudian kembali seperti dulu.
"Kamu ini seharusnya mengetuk pintu dulu," omel Fandi.
"Aku baru kok datangnya Ra, kalian lagi ngomongin apaan tadi?" tanya Citra.
Syukurlah Citra nggak dengar yang tadi sedang dibicarakan,, batin Rara lega.
"Hemm kepo banget kamu," ucap Fandi sambil melihat Citra.
__ADS_1
Citra pun langsung tersenyum pada Fandi,, yang membuat Fandi langsung bergidik ngeri seketika begitu melihat Citra yang sedang tersenyum pada dirinya.
"Nggak usah senyum sama aku,, aku jadi takut," ucap Fandi cepat.
"Astaga, ngapain kamu takut sih,, jangan takut dong,, dan bukannya aku kepo tapi aku cuma ingin tau aja," ucap Citra sambil berjalan ke dekat Fandi.
Fandi dengan refleks menjauh dari Citra.
"Sama aja tau kepo dengan ingin tau,, dan aku peringatkan sama kamu nggak usah dekat-dekat dengan aku," ucap Fandi.
Citra langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fandi.
"Kamu jangan galak-galak,, nanti nggak ada yang mau sama kamu," ucap Citra sambil menahan tawanya.
Ya ampun butuh perjuangan banget ini mah,, dekat-dekat aja dia nggak mau,, hmm menyesal banget gue waktu itu sempat jadi orang yang ngeselin,, coba saja waktu itu aku hidup lurus-lurus aja,, ada kemungkinan dia nggak jengkel sama aku kali yah? batin Citra.
__ADS_1
Rara dan Rafa langsung saling pandang begitu melihat Citra yang beda dari biasanya.