Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Seperti virus yang mengganggu,,


__ADS_3

Gracia pun tampak berpikir begitu mendengar ucapan Chris.


"Jadi gimana kamu mau nggak?" ucap Chris lagi sambil melihat Gracia.


Gracia pun tampak menggelengkan kepalanya.


"Aku nggak bisa malam ini terlalu mendadak Chris untuk melakukan rencana ku,, yang aku hadapi Rafa bukan orang sembarangan,, aku nggak akan mau melakukan kesalahan sedikit pun karena itu akan membuat aku ketahuan,, aku ini orang yang sangat mereka cari selama ini meskipun aku yakin mereka nggak akan menyangka kalau orang yang mereka cari adalah Gracia mantan dari Rafa sendiri yang sudah dinyatakan meninggal dunia,," ucap Gracia sambil tersenyum penuh kelicikan.


"Iya juga sih,, jadi semuanya terserah sama kamu saja Gracia,, kamu lebih tau,, yang aku mau hanya Rara,, itu saja,, lakukan apapun yang menurut kamu benar dan tepat," ucap Chris lagi yang menyerahkan semuanya pada Gracia karena dia memang tidak pernah berniat untuk berbuat jahat,, yang dia inginkan hanyalah bersama Rara,, bekerjasama dengan orang jahat pun baru kali ini dia lakukan.


"Iya,, jadi lakukan tugas kamu baik-baik malam ini,,, semakin cepat semakin bagus,, kamu bisa dengan cepat bersama Rara,," ucap Gracia.


"Jangan terlalu fokus pada Citra,, ingat baik-baik tujuan kamu,," ucap Gracia lagi sambil melihat kesal pada Chris.


Chris pun menganggukkan kepalanya begitu mendengar ucapan Gracia.


"Iya aku ingat kok,, kamu tenang saja Gracia," ucap Chris lagi.

__ADS_1


Sementara di kamar Ana.


"Cit,, kamu kok bilang kalau aku akan bersama dengan kak Reno,, aku kan belum memberitahukan kak Reno mengenai acara makan nanti malam,, gimana kalau dia nggak bisa coba,, aku pergi bareng sopir dong,,," ucap Ana sambil melihat Citra.


"Ya ampun kan ada Aldi," ucap Citra sambil nyengir.


"Lagian Reno pasti bisa asal kamu yang ajak,, yakin aku mahh, ajak dia sekarang,, dan pasti dia mau,," ucap Citra lagi dengan penuh keyakinan sambil tersenyum melihat Ana.


"Nggak yakin sih aku kalau kak Reno bisa nanti malam,, siapa tau aja dia ada kesibukan lain," ucap Ana lagi.


"Telfon aja dulu sekarang,, aku sih yakin dia bisa," ucap Citra lagi.


Ana pun dengan segera menelepon Reno.


Reno yang sedang rebahan sambil baca buku di dalam kamarnya sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ponselnya berdering.


Dengan segera Reno melihat nama kontak yang menelepon dirinya.

__ADS_1


Begitu melihat nama kontak Ana dengan segera Reno mengangkat panggilan telfon dari Ana.


"Hallo,, ada apa Ana?" ucap Reno begitu mengangkat panggilan telfon dari Ana.


"Emm aku mau tanya,, kak Reno sibuk nggak nanti malam?" ucap Ana langsung sambil melihat Citra yang sedang memasang baik-baik pendengarannya.


"Nggak,, emang ada apa? kamu mau jalan-jalan kemana? aku ada waktu kok,, biar aku jemput," ucap Reno yang langsung membuat Citra senyum-senyum sambil melihat Ana.


Ana pun langsung ikut tersenyum begitu mendengar ucapan Reno yang sangat bersemangat.


"Emm ini kak,, aku mau ke rumah kak Rafa nanti malam,, acara kumpul-kumpul gitu,, kak Reno mau ikut?" ucap Ana lagi.


"Oh sudah tentu dong,, asal ada kamu,," ucap Reno lagi dengan semangatnya.


Ana lagi-lagi dibuat tersenyum oleh Reno.


"Emmm ajak Tasya yah," ucap Ana lagi.

__ADS_1


"Oke,, tapi kita pisah mobil dengan Tasya,, dia itu seperti virus yang mengganggu,, biar Tasya bareng pacar dia aja,, bisa nggak?" ucap Reno lagi.


__ADS_2