
Rafa benar-benar berusaha menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Fandi.
Dasar Fandi gengsian akhirnya jadi seperti itu kan, tuh wajah jadi langsung seperti ditekuk aja,, batin Rafa sambil melihat Fandi.
Fandi yang melihat Andre langsung mengernyitkan dahinya sedikit.
Loh dia kan mantan Zahra,, ngapain dia kesini? dan dia bersama dengan teman Ana,, apa mungkin mereka pacaran? batin Fandi begitu melihat Andre.
Andre pun tampak tersenyum sambil melihat Rafa,, Rara dan juga Fandi.
Andre sudah tentu mengetahui Rafa,, Rara dan Fandi,, apalagi dia juga mantan Zahra.
"Akhirnya kalian datang juga,, kita udah nungguin kalian dari tadi loh," ucap Rafa sambil tersenyum kepada yang lainnya.
"Iya dong kita pasti datang, makasih yah udah nungguin,," ucap Aldi sambil nyengir.
"Lebay banget kamu Aldi," ucap Rafa sambil melihat Aldi.
"Bukan kak Aldi kalau nggak lebay,," ucap Ana juga lalu tertawa.
__ADS_1
"Nggak boleh gangguin kakakmu dek," ucap Aldi sambil melihat Ana.
"Iya deh, tapi memang gitu kok kenyatannya," ucap Ana lagi.
"Udah lebay jomblo lagi,, gimana ada yang mau cewek coba kalau dia seperti batu sama seperti Fandi," ucap Rafa lagi.
"Hmm jangan bawa-bawa aku deh Rafa," ucap Fandi sambil melihat Rafa.
Sementara Chris terus melihat Rara yang tampak sangat cantik malam ini dimata Chris sambil sesekali melihat disekelilingnya.
Kamu cantik banget Ra,, aku jadi semakin nggak sabar akan hidup bahagia berdua dengan kamu,, batin Chris sambil melihat Rara yang sedang tersenyum.
"Oh iya ada orang baru yah sepertinya," ucap Rafa sambil melihat Andre dan Tasya.
Andre dan Tasya pun langsung tersenyum pada Rafa. Sebenarnya mereka sudah pernah bertemu hanya Rafa saja yang mengatakan seperti itu agar Tasya dan Andre tidak merasa canggung begitu datang ke rumahnya.
"Makasih yah sudah mau mengizinkan kami datang ke rumah pak Rafa," ucap Andre sambil tersenyum.
"Ya ampun nggak usah pakai pak,, santai aja panggil saja Rafa,," ucap Rafa lagi sambil melihat Andre.
__ADS_1
"Oh iya,," ucap Andre lagi.
"Kamu mantan Zahra kan?" ucap Fandi sambil melihat Andre.
"Iya," ucap Andre sambil melirik sebentar ke arah Tasya.
"Udah nggak usah bahas masa lalu,, sekarang itu kita sudah berada di masa depan," ucap Rafa lagi sambil nyengir.
"Aku cuma mau memastikan ingatanku saja,," ucap Fandi.
"Oke kalau begitu,, ayo kalian masuk,," ucap Rafa lagi.
"Loh di dalam? bukannya kita akan buat acaranya diluar aja sambil bakar-bakar daging," ucap Fandi sambil melihat yang sudah disiapkan olehnya.
Fandi juga sebenarnya sengaja mengusulkan itu pada Rafa,, karena mengingat Rafa yang musuhnya berkeliaran dimana-mana,, Fandi tidak mau lengah sedikit pun,, Fandi orang yang tidak bisa langsung percaya pada orang lain.
"Iya memang di luar,, tapi masuk dulu lah didalam,," ucap Rafa lagi yang juga merasa tidak enak pada yang lain apabila mereka datang hanya sebatas diluar saja.
"Ayo masuk,," ucap Rafa lagi sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya,, Fandi pun pada akhirnya mengikuti Rafa sambil sesekali melirik pada Citra yang tampak cantik dimatanya malam ini dan juga dia melihat Citra sedikit kalem malam ini.
__ADS_1
Sementara Chris benar-benar terkejut begitu masuk ke dalam rumah Rafa karena dia melihat anak buah Rafa ada dimana-mana juga.