Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Alex


__ADS_3

"Siapa yang lakuin ini sama mobil kesayangan gue" Teriak Zahra sambil mengepalkan tangannya.


Namun orang-orang disitu hanya melihat Zahra saja kemudian berlalu pergi.


"Zahra udah loe nggak usah ribut disini, gue yakin ini bukan orang sembarangan yang lakuin ini" Ucap Gracia yang mengerti dengan keadaan.


Gracia sangat yakin ini semua di lakukan oleh orang yang sudah ahli dan juga punya pengaruh kalau tidak mana mungkin mobil Zahra akan hancur sekali di tempat yang terbilang elit kalau di pikir-pikir pakai logika, dan tidak ada orang yang mau membuka mulut.


"Gue nggak terima banget Gracia, disini pasti ada CCTV gue mau lihat CCTV, gue harus buat perhitungan sama orang yang buat mobil gue rusak seperti ini" Ucap Zahra.


"Loe pikir yang lakuin ini bodoh apa mau meninggalkan jejak, udah lebih baik sekarang kita pulang dan ikhlaskan saja mobil loe kan bisa minta beli yang baru lagi Zahra sama orang tua loe" Ucap Gracia.


"Iya Zahra gue setuju sama yang di bilang Gracia" Ucap Fania.


"Ayo kita pulang ajah sekarang biar Alex yang antarin kita berdua dan loe Fania bisa pulang bareng cowok loe kan?" Tanya Gracia pada Fania.


"Bisa kok" Jawab Fania.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan Zahra dan Gracia di antar oleh Alex selingkuhan Gracia sedangkan pacar Zahra sudah pulang ke rumahnya juga karena Zahra bersama dengan Gracia.


"Kok bisa sih mobil loe sampai sebegitu hancurnya Zahra" Ucap Alex yang memang sudah akrab dengan Zahra walaupun mereka baru saling mengenal tadi karena Alex orangnya cepat akrab.


"Gue nggak tahu banget kenapa bisa seperti itu, tapi kayaknya ini semua karena tadi kita mau menabrak seseorang" Ucap Zahra yang tiba-tiba teringat dengan Rara yang mereka mau tabrak tadi namun di tolong.


"Haa mau menabrak orang" Ucap Alex memastikan sekali lagi pendengarannya.


"Iya Alex tadi kita mau menabrak cewek yang paling gue jengkel di dunia ini tapi dia di tolong dan loe tahu setiap gue mau punya niat jahat sama cewek itu pasti gue kena sial dan pasti ini semua terjadi karena itu" Ucap Zahra kesal.


"Apaan sih Zahra ini nggak ada kaitannya tahu nggak" Ucap Gracia.


"Ada Gracia, gue rasa dia itu selalu saja mendapat bantuan tahu nggak dan selalu di tolong, gue penasaran siapa orang yang selalu menolong Rara pelayan miskin itu" Ucap Zahra.


"Iya mungkin benar yang loe bilang dia pasti ada yang selalu menolong makanya dia selalu bisa selamat dari rencana jahat loe makanya kalau loe menyusun rencana harus benar-benar rapi dong" Ucap Gracia.


"Nggak tahu gue nggak mau mikirin itu dulu, gue masih kesal dengan mobil gue yang rusak" Ucap Zahra.

__ADS_1


Begitu sampai di rumah, Zahra langsung menelepon ayahnya untuk membelikan dia mobil baru.


#####


Pagi harinya Rara sudah siap untuk pindah rumah, dia juga sudah membereskan semua barang-barangnya sejak semalam sebelum dia tidur, Rara pun menyiapkan sarapan pagi terlebih dahulu, Rara melihat Rafa masih tidur dia belum ada ciri-ciri mau bangun sama sekali.


Rara melihat Rafa yang sedang tidur nyenyak dengan perasaan yang sangat sedih kemudian dia berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


Ini mungkin menjadi yang terakhir kalinya aku membuatkan kamu sarapan pagi Rafa batin Rara dengan berusaha menahan air matanya namun percuma air matanya tetap saja menetes.


Rara dengan segera menghapus air matanya karena tidak mau kalau sampai Rafa melihatnya nanti dan Rafa akan merasa bersalah lagi.


Begitu Rara selesai membuat sarapan pagi untuk dirinya dan Rafa, Rara pun segera ke luar menuju ke sofa untuk membangunkan Rafa yang masih tidur nyenyak.


"Rafa bangun" Ucap Rara sambil menggoyangkan bahu Rafa.


Namun Rafa belum bangun-bangun juga.


"Rafa" Ucap Rara lagi sambil menggoyangkan bahu Rafa.


Rafa pun perlahan-lahan membuka matanya.


"Sarapan Rafa, ayo bangun" Ucap Rara seperti tidak terjadi apa-apa semalam padahal semalam dia benar-benar patah hati.


Rafa pun bangun dengan malas menuju ke kamar mandi terlebih dahulu kemudian dia datang ke meja makan, di situ sudah ada Rara yang duduk menunggu Rafa untuk sarapan bersama.


"Rara mata kamu sangat bengkak" Ucap Rafa sambil duduk di kursi.


"Karena semalam aku benar-benar patah hati Rafa, cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan rasanya itu sakit banget ternyata, tapi sekarang sudah nggak apa-apa kok asal kamu bahagia" Ucap Rara jujur lalu memaksakan dirinya untuk tersenyum di hadapan Rafa.


Rafa pun langsung melihat Rara dengan tatapan penuh rasa bersalah setelah mendengar ucapan Rara.


"Rara aku benar-benar minta maaf telah menyakiti perasaan kamu" Ucap Rafa.


"Sudahlah Rafa kamu nggak usah minta maaf terus, aku sudah memaafkan kamu dan tadi itu aku hanya berkata jujur saja mengenai mata aku yang bengkak ini" Ucap Rara lalu tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan" Ucap Rara.


Mereka pun sarapan bersama dalam diam. Namun ponsel Rafa tiba-tiba berdering. Ponsel Rafa berada di sofa namun masih di dengar oleh Rafa dan Rara, Rafa pun segera pergi melihat siapa yang meneleponnya pagi-pagi begini ternyata Gracia yang meneleponnya, Rafa pun segera mengangkat panggilan telfon dari Gracia.


"Halo sayang, ada apa?" Tanya Rafa langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Gracia.


"Aku cuma mau memastikan kamu udah bangun atau belum sayang" Ucap Gracia dari balik telfon.


"Sudah kok sayang" Ucap Rafa sambil duduk di sofa.


"Baguslah sayang, oh iya kamu udah sarapan belum sayang?" Tanya Gracia lagi.


"Lagi sementara sarapan sayang sekarang" Jawab Rafa.


"Oh ya sudah kamu lanjutkan lagi sarapannya sayang, aku tutup dulu yah telfonnya" Ucap Gracia.


"Iya kamu juga sayang jangan lupakan sarapan pagi kamu" Ucap Rafa.


"Iya sayang, oh iya sayang sebentar jadi kan kita keluar jalan-jalannya?" Tanya Gracia yang hampir saja lupa dengan tujuannya menelepon Rafa.


"Iya jadi dong sayang nanti aku kabari kamu sebentar" Ucap Rafa dengan senyumnya.


"Oke sayang, aku tutup yah telfonnya, bye" Ucap Gracia kemudian mematikan panggilan telfonnya dengan Rafa.


"Berlebihan banget loe" Ucap Zahra sambil melemparkan Gracia bantal.


"Biarin, dia itu tambang gue jadi harus berlebihan memang dan harus seperti malaikat" Ucap Gracia sambil menangkap bantal yang di lemparkan oleh Zahra lalu tertawa.


"Alex juga kaya kok" Ucap Zahra.


"Alex memang kaya dan memuaskan tapi yang ini nggak boleh sampai lepas" Ucap Gracia lagi masih dengan tawanya.


Semalam Gracia hanya mengantar Zahra lalu pergi lagi dengan Alex dan tidur bersama Alex. Pagi-pagi sekali Alex baru mengantar Gracia pulang.


Sedangkan di rumah Rafa, Rara langsung kembali ke meja makan dengan cepat setelah mendengar pembicaraan Rafa di telfon yang sangat romantis. Rara sudah tahu pasti itu Gracia.

__ADS_1


Rara lagi-lagi berusaha mengontrol perasaannya.


Nggak ada lagi harapan buat aku batin Rara setelah mendengar pembicaraan Rafa yang terdengar jelas betapa Rafa sangat mencintai Gracia.


__ADS_2