Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Mencari informasi tentang Zahra


__ADS_3

"Yakin loe di rumah ajah?" tanya Ana.


"Nggak bakalan kesepian loe?" tanya Ana lagi.


"Iya yakin kok, dan gue nggak bakalan kesepian juga, atau kalau gue kesepian gue bisa kan keluar jalan-jalan bentar, dan pinjam mobil loe?" tanya Citra.


"Iya bisa kok," jawab Ana.


"Oke kalau gitu gue ke sakit dulu," ucap Ana lagi.


"Iya, hati-hati loe," ucap Citra.


"Iya," ucap Ana dan segera berjalan ke luar kamar, lalu menapaki anak tangga satu persatu menuju mobil.


Sedangkan orang tua Aldi sedang bekerja sekarang, mereka juga sudah mengetahui kalau Aldi akan pulang hari ini tetapi karena mereka sibuk, mereka akan bertemu Aldi saja ketika sudah pulang dari kerja.


########


Rara segera menghubungi Aldi untuk memastikan keberadaan Aldi sekarang.


Aldi langsung mengangkat panggilan telfon dari Rara begitu dia melihat Rara yang meneleponnya.


"Halo Ra," ucap Aldi.


"Halo Al, gimana keadaan loe sekarang?" tanya Rara.


"Udah baikan kok, bentar udah mau pulang dari rumah sakit," jawab Aldi.


"Syukurlah, loe berarti masih di rumah sakit sekarang?" tanya Rara.


"Iya gue masih di rumah sakit," jawab Aldi.


"Oh oke, gue bakalan kesana sekarang," ucap Rara lagi.


Aldi tampak senang jika Rara akan datang ke rumah sakit.


"Beneran Ra, loe mau kesini?" tanya Aldi.


"Iya dong beneran masa gue mau bohong, kenapa loe nggak mau yah?" tanya Rara.


"Yah mau lah, mana mungkin gue nggak mau, senang gue kalau banyak teman disini," jawab Aldi.


"Sekarang teman loe disitu siapa?" tanya Rara karena dia tahu kalau Fandi tidak mungkin ada disitu, Fandi pasti ke kantor untuk kerja bersama Rafa.


"Nggak ada Ra, sepi gue, loe buruan kesini yah, biar gue ada teman," ucap Aldi sambil berpura-pura sedih tapi Rara malah menanggapinya serius.


"Ya ampun kasian banget loe Aldi, iya kok gue mau berangkat sekarang ini, cuma tadi gue emang sengaja nelfon loe dulu untuk memastikan keberadaan loe," ucap Rara.


"Oke Ra gue tunggu yah," ucap Aldi.


"Ehh tapi Ra, loe udah izin sama suami loe kan atau loe bareng dia kesini?" tanya Aldi walaupun dia tahu kalau Rafa sedang ke kantor dan tidak mungkin bersama Rara hanya dia ingin memastikannya saja.

__ADS_1


Dia tidak mau jika Rara keluar tanpa Rafa tahu juga.


"Gue sendiri kesitu, Rafa lagi ke kantor sekarang dan gue udah izin kok," jawab Rara.


"Oh baguslah, ya udah gue tunggu loe yah, loe kesini ajah sekarang, hati-hati loe," ucap Aldi.


"Iya, gue tutup telfonnya dulu yah," ucap Rara lagi.


"Iya," kata Aldi.


Rara segera menutup panggilan telfonnya dengan Aldi dan bersiap-siap untuk ke rumah sakit.


#########


Setelah bersiap-siap, Rara segera izin sama mama mertuanya terlebih dahulu karena dia tidak mau asal pergi saja, meskipun mama Rafa sudah mengetahui jika Rara akan menjenguk Aldi.


"Sayang udah mau pergi?" tanya mama Rafa begitu melihat Rara sudah berpakaian rapi.


"Iya ma aku sudah mau pergi," jawab Rara.


"Oh iya, hati-hati kamu yah," ucap mama Rafa.


"Iya ma," ucap Rara dan segera salam kepada mama Rafa lalu berjalan ke luar rumah menuju mobil yang sudah di siapkan untuk mengantar Rara kemanapun Rara mau pergi.


#########


Tak lama dokter habis memeriksa Aldi, Ana pun datang ke rumah sakit.


"Iya dong masa mau sakit terus, aku itu nggak mau sakit terus nggak enak tahu, mana harus memakan makanan tawar melulu jadi aku harus cepat sehat," ucap Aldi.


"Baguslah kalau kak Aldi udah sehat," ucap Ana.


"Oh iya dokter udah memeriksa kak Aldi belum?" tanya Ana sambil duduk.


"Udah kok barusan dokternya keluar," jawab Aldi.


"Jadi kak Aldi udah bisa pulang kan?" tanya Ana walaupun dia sudah di beritahukan oleh dokter kalau Aldi bisa pulang hari ini.


"Iya udah bisa makanya aku senang banget ini," jawab Aldi.


"Okelah, jadi ayo kita pulang sekarang kak," ucap Ana.


"Emm sebentar, kita tunggu Rara dulu karena Rara ingin kesini," ucap Aldi.


"Oh kak Rara akan datang kesini kak?" tanya Ana ulang.


"Iya," jawab Aldi.


"Bareng kak Rafa juga?" tanya Ana.


"Nggak, Rafa lagi kerja sekarang, dia mungkin datang diantar sopir," jawab Aldi.

__ADS_1


"Oh gitu, jadi kita nungguin kak Rara dulu nih?" tanya Ana.


"Iya kita nungguin dia dulu, nanti kita ajak dia juga untuk ke rumah," jawab Aldi.


"Oh iya kak, biar nggak terlalu sepi itu rumah," ucap Ana.


Aldi hanya tersenyum saja.


"Oh iya Citra kemana?" tanya Aldi.


"Di rumah kak kayaknya dia lagi nggak mood buat keluar rumah jadi dia di rumah ajah, aku sudah mengajaknya tadi hanya dia pengennya di rumah," ucap Ana.


"Oh gitu iya nggak apa-apa kalau gitu," ucap Aldi.


########


Aldi dan Ana tersenyum begitu melihat kedatangan Rara. Rara segera berjalan ke dekat Aldi dan Ana.


"Kak Rara," sapa Ana.


"Hei Ana," ucap Rara sambil tersenyum.


"Kalian berdua saja?" tanya Rara.


"Iya kita berdua saja Ra," jawab Aldi.


"Udah mau pulang yah, kok rapi banget?" tanya Rara begitu melihat penampilan Aldi.


"Iya gue udah mau pulang, kita hanya nungguin loe ajah, loe ikut yah ke rumah gue," ucap Aldi.


"Emm gue sih mau banget, tapi gue izin dulu yah sama Rafa yah," ucap Rara.


"Iya izin dulu sama suami loe itu, jangan sampai dia panikan begitu pulang nggak ada loe," ucap Aldi yang sangat mengerti betul dengan sepupunya itu kalau sudah mencintai.


"Kak Rafa sweet banget sih," ucap Ana sambil tersenyum.


"Sweet apanya,, kalau tersiksa iya," ucap Aldi lalu tertawa.


Rara hanya tersenyum sambil mengambil ponsel dari dalam tasnya.


"Kira-kira gue telfon atau ngirim pesan ajah yah,,, dia kan sekarang pasti lagi sibuk mungkin," ucap Rara.


"Telfon ajah Ra, sesibuk apapun dia pasti kalau istrinya yang nelfon langsung di angkat sama dia," ucap Aldi.


"Kalau gue ganggu gimana kan nggak enak," ucap Rara lagi.


"Loe nggak bakalan ganggu Ra percaya deh sama gue, kayak loe nggak tahu suami loe ajah sih," ucap Aldi lagi.


Rara pun segera menelepon Rafa dan memang benar Rafa langsung mengangkat telfon dari istrinya begitu melihat panggilan telfon dari istrinya. Rafa mengizinkan Rara untuk ke rumah Aldi dan dia juga akan ke rumah Aldi begitu sudah pulang dari kantor.


Di tempat lain Citra sedang keluar rumah. Dia jalan-jalan tak tentu arah, dia menyetir mobil sendiri, sebenarnya Citra sudah sejak kemarin mencari informasi tentang Zahra.

__ADS_1


__ADS_2