Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Semakin marah


__ADS_3

"Loe nggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Aldi sambil membuat Rara berdiri kembali seperti semula.


Orang yang bertabrakan dengan Rara adalah Aldi, orang yang menolong Rara semalam namun Rara belum menyadarinya.


"Nggak kenapa-kenapa kok, maaf gue buru-buru tadi dan nggak sengaja nabrak loe" Ucap Rara yang belum menyadari bahwa itu adalah Aldi tetapi Aldi sudah tahu bahwa itu adalah Rara, dia mengingat betul wajah Rara.


"Loe lupa sama gue yah?" Tanya Aldi pada Rara.


"Emm sepertinya kita pernah ketemu deh, tapi oh iya loe Aldi yang tolong gue tadi malam, aduh maaf-maaf Aldi gue nggak maksud buat lupain loe" Ucap Rara sambil nyengir.


"Udah nggak kenapa-kenapa kok, loe mau ke toilet yah?" Tanya Aldi.


"Iya nih gue kebelet banget, gue ke toilet dulu yah" Ucap Rara lalu segera pergi ke toilet dengan buru-buru.


Aldi pun memutuskan untuk menunggu Rara di tempatnya bertabrakan dengan Rara sedangkan Rafa langsung pergi ke toilet juga. Aldi sempat melihat Rafa dan Rafa juga melihat Aldi namun mereka hanya saling melihat saja.


Rafa tidak segera masuk ke dalam toilet dia sengaja menunggu Rara di luar karena toilet cewek dan cowok memang tidak jauh.


"Rara" Panggil Rafa begitu Rara keluar dari dalam toilet.


Rara pun sedikit tersentak mendengar Rafa memanggilnya, dia pun menoleh ke arah orang yang memanggilnya dan Rafa pun berjalan ke dekat Rara.


"Rafa kenapa?" Tanya Rara bingung begitu Rafa berada dekat dengannya.


"Tadi itu orang yang tolongin kamu semalam yah?" Tanya Rafa padahal dia juga sudah tahu.


"Oh kamu lihat tadi?" Tanya Rara.


"Iya aku lihat" Jawab Rafa.


Apa Rafa salah paham yah, apa aku jelaskan saja tapi pasti itu tidak penting buat Rafa, sudahlah nggak usah aku jelaskan batin Rara.


"Iya dia orang yang semalam tolongin aku dan nggak sengaja ketemu dia lagi disini" Ucap Rara.

__ADS_1


"Oh begitu yah, loe suka sama dia yah? sepertinya kalian dekat banget dan seharusnya kamu jangan mesra-mesraan gitu Rara, ini itu di kampus" Ucap Rafa padahal jelas-jelas dia melihat tadi kalau itu hanya sebuah ketidaksengajaan, namun Rafa malah menanyakan juga.


Rara hanya melihat Rafa dengan tatapan tidak percaya, kenapa Rafa bisa berpikiran seperti itu padahal jelas-jelas Rafa tahu kalau Rara sangat mencintai dirinya.


"Rafa kamu ngomong apaan sih siapa juga yang mesra-mesraan dan aku nggak suka sama dia, kamu sendiri tahu siapa yang aku cintai, sudahlah aku mau masuk ke kelas dan kamu juga cepetan masuk kelas nanti dosen keburu masuk, kita mau final lagi loh hari ini" Ucap Rara mengingatkan Rafa lalu berjalan keluar.


Rafa pun melihat Rara yang berjalan keluar lalu segera masuk ke dalam toilet.


Rara sedikit terkejut melihat Aldi yang masih berada di tempat tadi.


"Aldi loe masih di sini?" Tegur Rara begitu berada di dekat Aldi.


"Iya, gue nungguin loe karena gue nggak punya teman disini" Ucap Aldi.


"Haa emang kenapa loe bisa ada disini?" Tanya Rara.


"Gue mau kuliah di sini Rara rencananya, hampir saja gue nggak jadi masuk kuliah di sini tapi pas gue lihat loe disini, gue jadi yakin mau pindah kuliah disini nantinya" Jawab Aldi.


"Loh kok gara-gara gue sih nanti loe menyesal lagi pindah kesini" Ucap Rara.


Rara pun mengambil ponsel Aldi lalu mengetikan nomor ponselnya setelah itu dia pun memberikan kembali ponsel Aldi.


"Aldi gue boleh minta sesuatu nggak sama loe?" Tanya Rara.


"Boleh dong Rara, loe mau minta apa, ayo bilang ajah" Ucap Aldi lalu tersenyum.


"Gue kuliah bareng suami gue disini, tapi nggak ada yang tahu kalau gue udah menikah dengan dia selain Fandi dan loe, jadi gue mohon loe rahasiakan ini juga yah" Ucap Rara.


"Loh kok bisa seperti itu Rara, tadi gue lihat suami loe menuju toilet juga" Ucap Aldi.


"Panjang ceritanya Aldi, pokoknya gue mohon sama loe buat merahasiakan ini, bisa kan Aldi?" Mohon Rara lagi.


"Iya-iya bisa Rara, sepertinya pernikahan loe ini rumit yah Rara" Ucap Aldi.

__ADS_1


"Iya memang rumit dan gue terima kasih banget loe mau merahasiakan ini" Ucap Rara tulus.


"Rara kamu belum masuk tadi kamu ingatin aku sekarang kamu yang malah tinggal disini, masuk ke kelas nanti dosen masuk duluan kan nggak bagus" Ucap Rafa tiba-tiba dari belakang Rara.


Rara pun tersentak sedikit mendengar Rafa yang bicara tiba-tiba di belakangnya namun dia membenarkan juga ucapan Rafa, bisa-bisanya dia keasikan bicara sampai-sampai lupa bahwa hari ini mereka akan final.


Rara pun berbalik sebentar melihat Rafa kemudian dia melihat lagi kepada Aldi.


"Iya Aldi benar yang di bilang Rafa, gue ada final hari ini, gue masuk kelas dulu yah" Ucap Rara kepada Aldi.


"Oke Rara loe semangat yah ngerjain finalnya nggak usah banyak pikiran" Ucap Aldi.


"Iya gue nggak lagi banyak pikiran kok Aldi" Ucap Rara namun semua itu hanyalah kebohongan karena Rara masih sangat memikirkan Rafa.


"Ayo masuk Rara" Perintah Rafa.


Rara pun mengikuti ucapan Rafa dan Rafa hanya menatap Aldi dengan tatapan sulit di artikan lalu berjalan masuk juga ke dalam ruangan.


Rara masuk duluan ke dalam ruangan setelah itu Rafa juga masuk ke dalam ruangan sedangkan Aldi memutuskan untuk tetap berada di sekitaran kampus itu. Fandi pun melihat wajah Rafa yang seperti di tekuk namun Fandi malas menanyakannya kepada Rafa.


"Rara loe lama banget ke toiletnya, gue hampir saja menyusul loe" Ucap Fandi.


"Heem itu gue nggak sengaja ketemu teman di toilet tadi makanya gue agak lama sedikit" Ucap Rara.


Fandi pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Rara.


"Teman siapa Rara?" Tanya Fandi karena seingat Fandi, Rara hanya akrab kepada dirinya dan juga Rafa yang sudah menjadi suaminya sekarang.


"Teman yang udah tolongin gue, pokoknya panjang ceritanya Fandi nanti deh gue ceritain sekaligus kasih kenalan kalian berdua" Ucap Rara.


Fandi semakin bingung namun dia pada akhirnya mengiyakan ucapan Rara.


"Terus itu Rafa kenapa mukanya kayak di tekuk begitu dan lagi dia jadi tambah semakin emosi begitu kembali dari toilet" Ucap Fandi karena mendengar Rafa yang semakin marah-marah kepada Zahra padahal Zahra hanya mau duduk di dekatnya namun Rafa benar-benar tidak mau.

__ADS_1


Rara pun menoleh ke belakang melihat kejadian itu lalu menoleh kembali ke Fandi.


"Gue juga nggak tahu Fandi, mungkin dia sudah benar-benar nggak suka sama Zahra makanya muka dia di tekuk gitu dan semakin marah ketika Zahra tetap ingin duduk di dekatnya" Ucap Rara menjelaskan kepada Fandi.


__ADS_2