
"Dokter,, ini beneran istriku lagi hamil sekarang?" tanya Rafa seakan tak percaya dengan pendengarannya sendiri.
Dokter itu pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
"Selamat yah pak,, istri bapak benar-benar sedang hamil saat ini,, dijaga yah kandungannya karena masih sangat rawan sekarang,, istri bapak sedang hamil muda,," ucap dokter itu sambil tersenyum bahagia melihat Rafa terlihat sangat bahagia begitu mengetahui akan segera memiliki anak. Tentu dokter itu tau status Rafa dan itu suatu kehormatan untuk dia ketika memeriksa istri Rafa.
Sementara Rara masih shock dan sangat bahagia begitu mengetahui dirinya hamil.
"Sayang,, kamu hamil kamu hamil,, tidak sia-sia kerja keras kita sayang setiap malam," ucap Rafa dengan polosnya yang membuat Rara ingin menghilang dari hadapan dokter itu.
Wajah Rara benar-benar merah seperti tomat begitu mendengar ucapan Rafa. Rara benar-benar malu pada dokter apalagi dia melihat dokter tersebut senyum-senyum.
"Sayang,, kamu jangan berbicara seperti tadi,, malu tau pada dokter," ucap Rara pelan pada Rafa.
__ADS_1
"Nggak apa-apa sayang,, dokter sudah biasa kok,, iyakan dokter?" ucap Rafa lagi.
Dokter itu pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum melihat Rafa dan Rara secara bergantian.
Rara benar-benar tertunduk malu karena ulah Rafa.
Rara segera diberikan obat agar tak terlalu merasakan mual.
Sementara di luar ruangan ketegangan masih menyelimuti mereka karena sedang menunggu kabar Rara. Minuman Fandi bahkan telah habis dan dia masih belum tenang juga. Citra terus memperhatikan Fandi dan sekali lagi merasa iri pada Rara yang bisa membuat Fandi seperti itu. Citra tak berani mencari ribut pada Fandi saat ini padahal setiap kali mereka bertemu pasti ada saja keributan,, tapi saat ini Fandi benar-benar berbeda dari sebelum-sebelumnya membuat Citra sedikit segan,, dan juga Citra melihat Fandi semakin susah untuk digapainya.
"Cit,, ngapain lirik-lirik kak Fandi terus?" bisik Ana yang membuat Citra terlonjak kaget dan itu membuat Fandi dan Aldi melihat ke arahnya.
Fandi dengan malas melihat Citra lalu kembali melihat ke ruangan Rara menunggu Rafa dan Rara keluar lalu memberitahukan keadaan Rara. Sementara Aldi hanya geleng-geleng kepala melihat Ana dan Citra.
__ADS_1
"Aku nggak lirik dia Ana,, aku sedang menunggu Rara dan Rafa,, kamu jangan buat sesuatu yang mengganggu mereka terutama Fandi, kamu lihat sendiri kan dia begitu panik saat ini,," bisik Citra balik.
"Tumben Cit kamu bisa mengatakan itu,, biasanya kan kamu selalu ribut dengan kak Fandi mau bagaimana pun keadaannya," bisik Ana balik.
"Sekarang nggak boleh Ana,, aku bisa melihat kekhawatiran Fandi untuk Rara,, aku bahkan tidak berani mengganggu dia saat ini," bisik Citra sambil bergidik ngeri melihat Fandi.
"Iya juga sih,, kak Fandi memang akan terlihat berbeda jika itu menyangkut dengan kak Rara,," bisik Ana lagi.
Citra pun menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan ucapan Ana.
Hingga tak lama, Rafa dan Rara pun keluar,, sangat terlihat jelas ekspresi wajah berbinar mereka apalagi Rafa terlihat sangat bahagia membuat yang lain lega, apalagi Fandi benar-benar merasa lega karena itu berarti tak ada yang serius dengan kesehatan Rara.
"Istriku hamil,," ucap Rafa bahagia.
__ADS_1