Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Wanita yang sangat aku cintai


__ADS_3

Zahra langsung membatalkan niatnya untuk mandi setelah mendengar nama Rafandra Alexander, lelaki yang dia tunggu kedatangannya walaupun dia belum mengetahui wajah Rafandra.


Zahra langsung berlari secepat mungkin ke tempat Fania yang sedang duduk dengan keterkejutannya.


"Ada apa dengan Rafandra Fania, dia sudah balik ke Indonesia?" tanya Zahra dengan semangatnya dan belum melihat siaran di televisi.


"Iya dia sudah balik Zahra, dan lihatlah itu di televisi, gue benar-benar nggak percaya dengan apa yang gue lihat ini" ucap Fania yang shock berat.


Zahra pun langsung mengikuti ucapan Fania dan dia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Rafa" ucap Zahra sambil membulatkan kedua matanya karena keterkejutannya.


"Dia Rafa si pelayan itu kan?" tanya Fania.


"Iya Fania dia Rafa teman kelasnya kita, jadi selama ini kita sudah sekelas dengan Rafandra Alexander" ucap Zahra.


Jadi Rafa yang ngejar-ngejar gue selama ini adalah Rafandra Alexander batin Zahra.


"Zahra selama ini dia ngejar loe dan loe nggak menganggap dia sama sekali, gue yakin sekarang loe lagi menyesal" ucap Fania.


"Iya gue menyesal banget kenapa gue nggak menerima dia waktu itu, ya ampun tapi gue kan bisa ngejar dia, gue yakin dia masih suka sama gue" ucap Zahra.


"Gue juga bakalan ngejar dia, siapa tahu dia suka sama gue nanti, ya ampun dia ganteng banget Zahra, gue udah bilangkan waktu itu kalau Rafa itu sebenarnya ganteng" ucap Fania.


"Apaan sih loe mau ngejar dia, loe udah punya pacar nggak usah ngejar dia lagi, biarkan gue yang bersama dia" ucap Zahra.


"Loe juga udah punya pacar kali, lagian dia baru pacar juga masih bisa gue putuskan demi Rafa" ucap Fania.


"Gue nggak menganggap pacar gue, lagian loe udah tahukan kalau gue menunggu Rafandra ngapain loe mau ngejar dia juga" ucap Zahra kesal.


"Duh nggak apa-apa kali Zahra, lagian gue benar-benar suka nih sama Rafa di bandingkan sama pacar gue" ucap Fania.


"Loe suka karena dia kaya raya kan?" tanya Zahra.


"Iya itu juga termaksud, lagian loe juga pasti seperti itukan, nggak usah munafik loe" ucap Fania tidak mau kalah.


"Iya emang gue juga begitu, gue mesti ngasih tahu Gracia nih kalau gue juga bakalan menjadi bagian dari keluarga Rafandra Alexander seperti dia yang berpacaran dengan salah satu dari keluarga Alexander, dan gue pasti bakalan dapatin anaknya Rafindra Alexander bagaimanapun caranya" ucap Zahra dengan kepedeannya.


"Gue juga bakalan ngejar Rafa mau bagaimanapun caranya" ucap Fania yakin.


"Fania loe nggak usah ngejar Rafa karena Rafa hanya milik gue," ucap Zahra.

__ADS_1


"Belum tentu juga Rafa mau dimiliki sama loe" ucap Fania.


"Sudah pasti dia mau Fania, gue bakalan buat dia bertekuk lutut lagi padaku," ucap Zahra.


"Loe lupa yah dulu dia sangat mencintaiku bahkan dia ngejar-ngejar gue banget" ucap Zahra lalu tersenyum bangga.


"Itukan dulu Zahra, sekarang dia udah mencampakan loe, pasti loe ingat itukan?" ledek Fania.


"Apaan sih loe, dia itu cuma sakit hati ajah karena gue tolak waktu itu, tapi gue yakin kok dia pasti masih mencintai gue, atau jangan-jangan dia mengakui semuanya karena dia ingin dapatin gue, dia tahu kalau gue nggak suka cowok miskin" ucap Zahra yang semakin kepedean.


"Nggak usah kepedean deh loe Zahra, itu nggak mungkin banget" ucap Fania.


"Tapi kok dia memilih menyembunyikan identitasnya yah?" tanya Fania bingung.


"Yah gue juga nggak tahu, yang jelasnya Rafa harus bersama gue, dia harus menikahi gue" ucap Zahra.


"Nggak usah mimpi" ucap Fania.


"Gue nggak mimpi Fania, lihat ajah nanti, Rafa pasti jadi milik gue" ucap Zahra.


"Lebih baik gue hubungi sepupu gue dulu, pasti dia senang nih karena gue bakalan jadi bagian dari keluarga Alexander" ucap Zahra lagi sambil berjalan mengambil ponselnya untuk menghubungi Gracia.


"Gue yakin Rafa masih suka gue" ucap Zahra.


"Udah deh, lebih baik loe lanjut ajah hubungi sepupu loe," ucap Fania.


"Emang nih gue lagi hubungi dia" ucap Zahra sambil menghubungi Gracia.


Zahra tampak bingung karena ponsel Gracia belum aktif-aktif juga sampai sekarang.


"Heem kok nomor ponsel Gracia nggak aktif-aktif yah sampai sekarang heran gue" ucap Zahra sambil berjalan mendekat ke tempat Fania duduk.


"Seriusan loe belum aktif-aktif?" tanya Fania memastikan.


"Iya belum aktif-aktif tahu nggak, gue takut nih anak kenapa-kenapa," ucap Zahra.


"Atau jangan-jangan dia udah ke luar Negeri lagi, tapi kayaknya nggak mungkin deh" ucap Zahra lagi.


"Kok sepupu loe bisa langsung menghilang gitu yah" ucap Fania heran.


"Entahlah tapi dia emang suka begitu" ucap Zahra.

__ADS_1


"Jangan-jangan ada lagi yang di sembunyikan sepupu loe" ucap Fania.


"Yah nggak tahu juga" ucap Zahra sambil mengedikkan bahunya.


Sementara di tempat lain, Gracia sedang membanting apa saja yang ada di dekatnya karena mengetahui bahwa Rafa sedang memberitahukan identitas aslinya sekarang, yang sudah pasti dia akan memperkenalkan Rara sebagai istrinya walaupun Gracia belum melihat Rara di samping Rafa, tapi Gracia sudah yakin Rafa pasti memperkenalkan Rara, Gracia benar-benar terbakar api cemburu.


"Rafa kamu kenapa begini sama aku, bukannya dulu kamu sangat mencintaiku, harusnya saat ini aku yang menjadi istrimu Rafa" teriak Gracia yang membuat bawahannya takut.


"Aku pasti memisahkan kamu dengan Rara, bagaimanapun caranya Rafa, kamu hanya milik aku" teriak Gracia lagi sambil menangis dan sesekali tertawa.


#####


"Ya ampun Zahra itu Fandi lagi jalan menuju ke Rafa," ucap Fania yang melihat Rafa memperkenalkan Fandi sebagai teman baiknya sekaligus sudah di anggapnya keluarga dan juga sebagai asisten pribadinya.


Zahra melototkan kedua matanya karena keterkejutannya.


"Ya ampun ternyata Fandi sedekat itu dengan Rafa" ucap Zahra.


"Iya Zahra gue benar-benar nggak nyangka" ucap Fania.


"Gue apalagi Fania," ucap Zahra.


"Ya ampun Fandi juga ganteng, kenapa mereka bisa seganteng itu," ucap Fania.


"Iya ganteng, ya sudah loe ngejar Fandi dan gue ngejar Rafa" ucap Zahra.


"Yee enak ajah loe, gue yang ngejar Rafa, dan loe yang ngejar Fandi, dulukan loe suka sama Fandi" ucap Fania.


"Itukan dulu, lagian kaya Rafa daripada Fandi, jadi gue ngejar Rafa yang kaya raya" ucap Zahra.


"Ehh tapi sial banget yah si Rara pelayan kampungan itu, dia putus dari Rafa dan juga Fandi sepertinya sekarang agak menjauh dari dia, iyakan?" ucap Zahra.


"Iya loe benar banget sial banget tuh orang, lagian dia itu nggak pantas buat Rafa dan juga Fandi pasti udah sadar kalau Rara itu nggak pantas buat di jadikan temannya" ucap Fania sambil tertawa.


Di tempat lain


"Di hari ini aku juga akan memperkenalkan seorang wanita yang sangat aku cintai, wanita yang baik, lemah lembut, dan dia segalanya untukku, pada intinya aku sangat mencintainya. Dia adalah istriku. Rara sayang kemarilah" ucap Rafa.


########


Author nggak dapat-dapat bukunya jadi author mengetik sesuai dengan ingatan author dulu. Terima kasih yang masih setia menunggu🙏😊

__ADS_1


__ADS_2