
"Nanti juga kamu bakalan tahu" ucap Rafa lalu tersenyum sambil memeluk Rara lagi.
Kalau sudah saatnya nanti kamu pasti tahu batin Rafa.
"Sekarang saja Rafa aku penasaran tahu, siapa wanita yang berhasil menghilangkan bucin kamu sama Zahra" ucap Rara lalu tertawa.
"Wah sekarang kamu sudah pintar yah mengejek suami" ucap Rafa gemas sambil mengeratkan pelukannya kepada Rara.
"Nggak kok, aku belum pintar Rafa, kamu jangan meluk kuat-kuat begini, aku lagi buat minuman tahu" ucap Rara.
"Terserah aku dong tapi ya sudah aku ikutin kemauan kamu" ucap Rafa lalu melonggarkan sedikit pelukannya sambil mencium pipi Rara gemas.
Rara tidak melarangnya karena memang itu hak Rafa sebagai suaminya.
Setelah Rara membuat minuman. Rafa pun mengambilnya dan segera membawa ke dekat tempat belajar Rara.
"Rafa kamu beneran nggak apa-apa kalau sampai Zahra menyebarkan foto kita?" Tanya Rara.
"Nggak apa-apa lah malahan bagus, kenapa kamu nggak mau di tahu yah sama orang lain yah walaupun mereka tahunya kita pacaran?" Tanya Rafa penuh selidik.
"Nggak kok bukan begitu maksud aku" ucap Rara cepat.
"Oh kirain maksud kamu seperti itu, awas saja" ucap Rafa dengan nada ancaman.
"Minumlah ini suamiku" ucap Rara sambil tersenyum lalu memberikan minuman kepada Rafa.
Rafa pun lagi-lagi tersenyum.
Pintar yah buat aku supaya nggak marah-marah belajar dari mana yah batin Rafa.
Rara yang melihat Rafa yang raut wajahnya sudah berubah bernafas lega kemudian melanjutkan lagi belajarnya.
Namun lagi-lagi Rafa mengganggunya.
"Rafa aku lagi serius belajar ini, jangan ganggu aku terus" Ucap Rara gemas.
"Aku bosan, kamu nggak perduli sama aku, kamu lebih perduli sama buku itu" ucap Rafa.
"Ya ampun aku bukannya nggak perduli, aku perduli banget loh sama kamu tapi aku lagi belajar sekarang Rafa" ucap Rara.
"Udah dulu belajarnya kamu pasti besok bisa jawab kok, kita ke kamar yuk" ajak Rafa.
"Mau ngapain sih di kamar jam segini Rafa aku belum mengantuk, lebih baik aku belajar" ucap Rara.
__ADS_1
"Buat anak yuk di kamar" ucap Rafa santai.
Rara langsung menjitak kepala Rafa hingga Rafa meringis kesakitan.
"Sakit Rara, kamu tega banget sih" ucap Rafa sambil meringis kesakitan.
"Ya ampun Rafa maafin aku yah, sini aku periksa" ucap Rara panik.
"Nggak usah, aku cuma mau ke kamar dan kamu ikut" ucap Rafa pura-pura marah.
"Iya, tapi kamu jangan marah dong Rafa" mohon Rara dengan wajah kasiannya.
"Memang kenapa kalau aku marah, kamu juga nggak bakalan perduli" ucap Rafa lagi.
"Aku perduli banget Rafa kalau kamu marah, kamu jangan marah yah" mohon Rara lagi dengan raut wajah bersalahnya.
Mana bisa aku marah kalau begini malahan aku ingin mencium kamu batin Rafa.
Rafa pun langsung mencium bibir Rara, Rara sedikit terkejut dengan kelakuan Rafa namun dia tidak melarangnya.
"Ayo kita ke kamar" ajak Rafa setelah mencium Rara.
Rara pun hanya mengikut saja kemauan suaminya.
Lama-kelamaan Rara pun tertidur.
"Heem katanya belum mengantuk ehh ternyata sekarang dia yang malah tidur duluan, istriku-istriku" ucap Rafa sambil menggelengkan kepalanya.
Rafa pun memakaikan selimut kepada Rara dan dirinya juga.
"Aku akan buat kamu menjadi wanita paling bahagia istriku, aku benar-benar jatuh cinta sama kamu untung saja aku tidak terlambat menyadarinya, tidak ada kata cerai lagi di antara kita. Aku akan mengakui semuanya jika waktunya sudah tepat untuk sekarang aku ingin menikmati hidup susah dulu bersama kamu" ucap Rafa lalu mencium kening Rara dan ikut tidur juga sambil memeluk Rara.
#####
Pagi harinya Rara bangun dan langsung menyiapkan sarapan pagi buat mereka berdua sementara Rafa masih asik dengan tidurnya.
"Rafa ayo bangun sarapan" ucap Rara sambil menggoyangkan bahu Rafa pelan.
Rafa pun mencoba membuka matanya. Dia langsung menarik tubuh Rara dan mencium bibir Rara.
"Ciuman selamat pagi buat istriku" ucap Rafa setelah mencium bibir Rara.
Seketika wajah Rara merona karena malu dengan perbuatan Rafa yang tiba-tiba menciumnya.
__ADS_1
"Kamu tuh gampang banget yah merasa malu, pipi kamu merona banget loh" ucap Rafa sambil memegang kedua pipi Rara.
"Iihh nggak kok, ayo bangun Rafa kita sarapan aku udah buat sarapan, kamu cuci muka dulu aku tunggu di meja makan" ucap Rara lalu segera lari menuju meja makan.
Rafa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.
Setelah sarapan pagi bersama. Rara pun siap-siap untuk kembali bekerja karena jadwal final mereka pas sore hari.
"Rafa kamu di rumah ajah yah, aku mau masuk kerja dulu, kamu jangan masuk kerja hari ini nanti sudah sehat baru kamu masuk kerja lagi" ucap Rara sesudah mandi dan berpakaian kemudian tinggal mengeringkan rambutnya.
Rafa pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Rara.
"Aku mau masuk kerja juga masa kamu masuk kerja sendirian" ucap Rafa.
"Tapi Rafa kamu kan belum sembuh total" ucap Rara perhatian.
"Aku udah sembuh kok kalau liat kamu terus, kamu tunggu aku yah, aku mau mandi dulu" ucap Rafa.
Rara pun menuruti kemauan Rafa. Ketika Rafa selesai mandi dia melihat Rara yang masih mengeringkan rambutnya, Rafa pun membantunya terlebih dahulu.
Mereka pun berangkat kerja bersama. Tak ada yang mengetahui hubungan suami istri antara Rafa dan Rara di restoran itu. Mereka hanya mengetahui bahwa Rafa adalah pemilik restoran itu.
"Rara pegangan dong kamu mau jatuh" ucap Rafa di motor yang sedang membonceng Rara.
"Nggak bakalan kok Rafa aku jatuh, lagian restoran juga dekat tuh bentar lagi kita sampai" ucap Rara santai.
"Pokoknya aku mau kamu pegangan, ayo peluk" perintah Rafa.
"Nggak mau aku malu kalau di liatin orang nantinya Rafa, nggak usah yah" rayu Rara.
"Aku cium yah" ancam Rafa.
Rara langsung saja memeluk Rafa tanpa banyak protes lagi, hal itu membuat Rafa tersenyum puas.
Tiba di restoran Rafa dan Rara bekerja seperti biasanya namun Rara selalu memperhatikan Rafa, dia tidak ingin Rafa kecapean.
"Rafa biar aku ajah yang beresin ini, kamu istirahat saja yah" ucap Rara.
"Rara aku ini cowok loh, kerja begini sih gampang jadi nggak usah suruh aku istirahat terus yah lebih baik kamu yang istirahat jangan terlalu capek oke" ucap Rafa sambil mengelus lembut pipi Rara.
Kejadian itu di lihat oleh manajer dan karyawan lain.
Baru kali ini aku melihat bos begitu lembut sama wanita batin manajer di restoran itu.
__ADS_1
Banyak yang benar-benar iri melihat kemesraan Rafa dan Rara. Apalagi pelayan wanita yang mengetahui bahwa Rafa itu pemilik restoran, mereka benar-benar iri dan ingin menyingkirkan Rara.