
Fania tersenyum sinis begitu mengetahui semua itu.
"Aku benar-benar heran sama Reno itu,, dia kan taunya kamu baru meninggal Fania,, tapi dia itu sedihnya bentar doang loh,, malah sehabis dari makam kamu dia itu langsung pergi menemui Ana,, hanya dengan alasan Ana seperti itu karena kamu,, dia nggak mikir apa kalau kamu bisa meninggal itu karena Ana meskipun kamu nggak meninggal untungnya,, tapi seharusnya dia itu membenci Ana,, ini malah dia semakin dekat sama Ana,," ucap Zahra kesal.
"Apa jangan-jangan dia sudah berselingkuh,,, jadi begitu kamu meninggal dia biasa aja,, nggak sedih-sedih amat,, dia sedihnya hanya sebentar,, karena sudah ada Ana,,, jangan-jangan seperti itu," ucap Zahra lagi.
"Yah mana aku tau Zahra,, yang jelasnya Reno itu berubah semenjak mengenal Ana,, dia itu berubah banget,, makanya aku itu ingin menyingkirkan Ana,, tapi malah aku yang kecelakaan juga dan Ana nggak sampai meninggal,, aku benar-benar sangat kesal,, seharusnya dia itu sudah tiada di dunia biar aku tenang," ucap Fania.
"Iya seharusnya seperti itu,, tapi mau gimana dong,,, umur dia masih panjang,, kamu juga sih nggak mau menyusun rencana se rapi mungkin,, akhirnya seperti ini kan jadinya,, mana kamu di tau sudah meninggal lagi,, jadi gimana ini selanjutnya? aku benar-benar nggak tau dan belum menemukan ide apapun," ucap Zahra.
"Kamu masih mau membalas Ana?" tanya Zahra lagi.
__ADS_1
"Iyalah sudah pasti,, tapi aku nggak bakalan muncul sekarang karena kamu lihat wajah aku ini masih butuh pengobatan akibat kecelakaan itu,, aku nggak mungkin muncul dihadapan Reno dan Ana seperti ini,, nanti Ana menghina aku dan juga Reno jadi semakin hilang rasa sama aku," ucap Fania lagi.
"Iya juga sih,, tapi kamu tenang saja,, aku akan menyediakan dokter terbaik untuk kamu,, biar wajah kamu ini bisa sembuh tanpa ada bekas apapun,," ucap Zahra.
"Apa kamu nggak berniat gitu mengganti wajah kamu? yang lebih cantik lagi,, jadi kamu nggak usah capek-capek melakukan pengobatan dan bersabar dalam waktu lama," ucap Zahra lagi.
Fania dengan segera menggelengkan kepalanya cepat.
"Iya juga sih,, oke ada untungnya juga kalau gitu," ucap Zahra.
"Nah iya," ucap Fania lagi sambil tersenyum.
__ADS_1
Sementara di dalam ruangan Ana..
"Gimana ini berduaan nya? lancar kan? nggak berbuat macam-macam kan kalian? udah sedekat apa kalian? udah jadian belum?" cerocos Citra yang lagi berusaha menghibur diri setelah penolakan Fandi,, dengan menggoda Ana dan Reno.
Ana dan Reno langsung melihat Citra bersamaan setelah mendengar ucapan Citra.
"Apaan sih kamu Cit,, kalau bicara sembarangan aja,," ucap Ana cepat yang sudah merasa sangat malu.
"Pikiran kamu itu jauh banget Cit,," ucap Ana lagi sambil melihat Citra yang sedang nyengir.
"Cit,, kok mata kamu bengkak gitu sih? kayak habis nangis aja kamu,,, kamu kenapa?" tanya Ana setelah memperhatikan baik-baik mata Citra.
__ADS_1
Sementara Fandi memutuskan untuk menelepon Ana.