Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Aku suka kok


__ADS_3

"Akhirnya istri tuan Rafa datang juga kesini,"


"Iya, setelah cukup lama rumah ini hanya di tinggali oleh kita,"


"Sepertinya istri tuan Rafa baik,"


"Iya, tuan Rafa tidak mungkin kan mau memilih wanita yang tidak baik,"


"Dan katanya istrinya itu pilihan dari ayahnya juga, jadi sudah pasti wanita itu baik,"


"Mereka juga cocok banget, yang satunya ganteng yang satunya cantik, anaknya pasti nanti cantik atau ganteng juga,"


"Iya benar banget, bibit unggul begitu sudah pasti nanti anaknya mengikuti kedua orang tuanya,"


"Iya, ayo kita lanjutkan kerjaan kita baru kita istirahat, ini sudah malam banget," ucap kepala pelayan itu.


"Iya ayo,"


Begitulah percakapan para pelayan di rumah Rafa dan Rara.


######


"Rafa kenapa rumahmu sangat besar begini, aku pasti kesasar kalau berjalan-jalan, aku pernah ke rumah Aldi dan besar juga tapi ini sungguh lebih besar lagi, di rumah Aldi saja aku kesasar kalau jalan sendiri apalagi di rumah ini," ucap Rara kepada Rafa.


"Ini rumah kita sayang, bukan cuma rumah aku saja, dan tenang saja kamu tidak akan kesasar karena kamu akan terbiasa nantinya, kamu bilang begitu karena kamu baru datang kesini dan juga ada pelayan kok, jadi kamu tidak akan kesasar sama sekali," ucap Rafa lalu tersenyum.


Rara pun hanya angguk-angguk saja sambil masih berjalan bersama Rafa.


Haa ini rumah atau apaan ada liftnya juga batin Rara ketika Rafa membawanya masuk ke dalam lift untuk menuju kamar mereka.


Begitu sampai di lantai kamar mereka, Rafa pun membawa Rara keluar lift lalu segera berjalan menuju kamar mereka.


Rara benar-benar terkejut melihat kamarnya yang sangat bagus dan juga bunga mawar merah yang sangat indah di tempat tidur.


Rafa memang sudah menyuruh orang untuk mempersiapkan semuanya, sebelum dia membawa Rara ke rumah yang sudah dia siapkan.


Aduh seharusnya tadi aku menutup matanya terlebih dahulu, kok aku malah lupa sih, cara-cara romantis yang aku baca di google tadi batin Rafa.

__ADS_1


"Rafa kamar ini bagus banget," puji Rara.


"Kamu suka?" tanya Rafa sambil mengunci pintu kamar.


"Iya suka banget, tapi kok ini banyak bunga mawarnya, nanti kita tidur dimana Rafa?" tanya Rara dengan polosnya membuat Rafa benar-benar ingin tertawa namun di tahannya, karena dia takut Rara bakalan ngambek gara-gara dia menertawakan kepolosannya.


"Rafa kok kamu diam, aku lagi bertanya sama kamu," ucap Rara lagi.


Aku lagi mencoba menahan tawaku sayang, kamu ini kenapa polos banget sih, duh tambah geregetan aku mau buka segel setelah sekian lama bersabar batin Rafa sambil tertawa di dalam hatinya.


"Rafa kamu kenapa sih," rengek Rara kesal.


"Emm nggak kenapa-kenapa istriku sayang, kita akan tidur di tempat tidur situ yang ada bunga mawarnya biar berasa beda, bagus loh kalau tidur dengan bunga mawar kita bakalan merasa bahagia dan juga menyehatkan," ucap Rafa asal.


"Masa sih," ucap Rara.


"Iya sayang beneran," ucap Rafa lagi.


"Tapi kalau kita tidur disitu kan sayang bunga mawarnya bakalan terbongkar bunga udah bagus di bentuk gitu juga," ucap Rara lagi.


"Udah nggak apa-apa sayang, bunga mawar itu memang untuk di bongkar, sekarang siapa yang mau duluan mandi aku atau kamu?" tanya Rafa.


"Oke setuju ayo kita mandi," ucap Rafa padahal Rara belum menjawab sama sekali.


"Ihhh aku belum bilang setuju juga, kamu ajah duluan mandi habis itu aku," ucap Rara.


"Beneran sayang?" tanya Rafa lagi.


"Iyalah beneran," ucap Rara.


"Sana mandi cepat terus istirahat biar aku pijitin bentar, kamu capek kan," ucap Rara yang masih mengingat perkataan Rafa tadi.


Istriku memang terbaik banget deh, masih ingat ajah padahal kan tadi itu cuma alasan doang biar bisa belah duren batin Rafa.


"Oke aku mandi duluan yah sayang," ucap Rafa sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi tak lupa dia membawa baju mandi dan juga handuk.


Sedangkan Rara masih memperhatikan kamar yang benar-benar tidak pernah di impikan Rara sebelumnya, tapi malah sekarang dia bisa berada di dalam kamar yang sangat bagus dan juga mewah, dimana dia akan tidur terus di dalam kamar itu.

__ADS_1


Rara yang ingin rebahan di kasur membatalkan niatnya karena sayang bunga mawar itu akan terhamburan nanti dan tidak terlihat indah lagi, padahal dia juga sudah tahu kalau sebentar bunga mawar itu akan terhambur karena mereka akan tidur disitu seperti yang Rafa katakan tadi.


Jangan dulu deh buat terhambur bunga mawar ini, aku masih suka melihatnya batin Rara sambil berjalan untuk duduk di sofa.


Rafa yang sudah selesai mandi segera keluar dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.


"Sayang ayo kamu mandi," ucap Rafa.


Rara pun segera masuk ke kamar mandi sambil membawa baju mandi juga dan handuk juga.


Rafa yang sudah mengeringkan rambutnya segera ke kamar ganti untuk memakai setelan baju tidurnya. Rafa pun memeriksa pakaian buat Rara dan dia tersenyum puas begitu melihat pakaian itu karena semuanya kekurangan bahan dan juga transparan.


Mereka sangat bagus sekali kerjanya, ini lebih bagus dari yang aku bayangkan, aku menyuruh mereka menyiapkan pakaian yang sexy untuk istriku buat honeymoon dan mereka benar-benar totalitas sekali dalam menyiapkannya, aku nggak sabar untuk melihat istriku memakainya batin Rafa.


Rafa pun duduk santai sambil menunggu Rara selesai mandi. Tak lama Rara pun keluar sambil mengeringkan rambutnya juga.


Rara sedikit heran melihat Rafa yang senyum-senyum padanya, namun senyumnya itu terlihat berbeda tapi Rara tidak mau terlalu memikirkan.


"Rafa bajuku udah di bawa kesinikan?" tanya Rara.


"Belum," jawab Rafa enteng.


"Lah terus aku pakai baju apa dong?" tanya Rara bingung.


"Udah ada baju untuk kamu sayang di dalam kamar ganti bawahanku sudah menyiapkan semuanya tadi, kamu masuk ajah ke dalam," ucap Rafa sambil menunjukan Rara kamar ganti di dalam kamarnya.


"Oh gitu syukur deh, ya sudah aku masuk ke dalam dulu," ucap Rara sambil berjalan masuk ke dalam kamar ganti tak lama Rara keluar kembali.


"Rafa serius itu baju buat aku?" tanya Rara panik.


"Iya sayang, ayo kamu pakai," ucap Rafa sambil menahan tawanya.


"Nggak ada yang lain?" tanya Rara lagi sambil berharap ada pakaian lain yang layak pakai menurut Rara.


"Nggak ada, bawahanku sudah menyiapkan semuanya tadi dan semua di simpan di dalam situ, memangnya kenapa kamu nggak suka? maafkan aku kalau baju-baju itu tidak sesuai keinginan kamu" ucap Rafa sambil memasang wajah bersalahnya padahal dia hanya bersandiwara saja agar tidak disalahkan oleh Rara.


"Aku suka kok," ucap Rara merasa tidak enak pada Rafa sambil tersenyum terpaksa.

__ADS_1


"Aku pakai dulu kalau gitu," ucap Rara lagi.


__ADS_2