Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Jangan sampai ada sesuatu,,,


__ADS_3

Istriku kemana,, batin Rafa panik.


Dia pun mulai mencari-cari di sekeliling kamarnya yang memang sangatlah luas.


"Sayang," ucap Rafa dengan perasaan paniknya.


"Sayang," ucap Rafa lagi sambil memeriksa ke semua ruangan.


"Sayang,," teriak Rafa lagi yang semakin panik karena Rara tidak menjawab panggilannya.


Istriku nggak mungkin di culik kan,, nggak mungkin,, di rumah ini dia sangat aman,,, batin Rafa.


Tak lama Rara muncul sambil membawa air minum membuat Rafa langsung bernafas lega.


Bisa-bisanya aku lupa kalau dia bisa ke ruangan sebelah untuk mengambil air minum,, batin Rafa begitu melihat Rara membawa air minum.


Di kamarnya memang terhubung dengan ruangan yang berisikan banyak cemilan dan juga berbagai minuman serta air putih. Rafa menyiapkan itu karena sejak dulu dia suka haus kalau malam dan juga dia suka ngemil.


"Sayang ada apa? kenapa kamu sepertinya panik sekali?" tanya Rara sambil membawa air minum di tangannya.


"Aku kaget kamu nggak ada di tempat tidur karena tadi kamu lagi tidur," ucap Rafa.


"Oh,,, aku haus jadi aku kesitu buat ambil air minum," ucap Rara.


"Kamu udah selesai urusannya?" tanya Rara.


"Kamu udah mau tidur?" tanya Rara lagi.


Rafa pun tersenyum dan berusaha terlihat biasa saja.


"Belum sayang,, aku masih ada urusan belum selesai,, aku cuma naik untuk mengecek kamu saja," ucap Rafa sambil duduk di samping Rara.


"Lama banget sih sayang,, nggak bisa lanjut besok apa sayang? ini udah larut nggak bagus kamu begadang," ucap Rara sambil bergelayut manja di lengan Rafa.


"Nggak bisa sayang,, ini harus di selesaikan malam ini,, kamu tidur aja yah lagi,, dan nggak usah keluar-keluar kamar yah sayang," ucap Rafa sambil mengelus lembut rambut Rara.


Rara mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Rafa.


"Kok nggak boleh keluar kamar sih sayang?" tanya Rara.


"Karena di bawa kita lagi ada urusan,, jadi kamu tidur saja dan nggak usah keluar kamar yah," ucap Rafa lagi.


Sebaiknya istriku nggak usah tau kalau Fandi ada di bawa nanti dia semakin merasa aneh kalau Fandi tengah malam tiba-tiba datang ke rumah,, batin Rafa.


"Baiklah,, kamu cepetan selesai kan urusan mu terus tidur yah," ucap Rara lagi.


"Iya istriku," ucap Rafa sambil tersenyum.


"Kamu minum dulu terus tidur yah," ucap Rafa.

__ADS_1


Rara pun segera mengikuti ucapan Rafa walaupun dia merasa aneh dengan Rafa malam ini.


"Kamu nggak minum?" tanya Rara.


"Bentar kamu tidur aja dulu sayang," ucap Rafa.


Rara pun langsung mencoba untuk tidur lagi sesuai keinginan suaminya.


Setelah memastikan Rara sudah tidur,, Rafa kembali memakaikan selimut untuk Rara lalu segera berjalan keluar kamar lagi untuk menemui Fandi dan anak buahnya.


Fandi membatalkan niatnya untuk menyusul Rafa ke kamarnya karena melihat Rafa sedang jalan menuju ke tempatnya duduk.


Aku pikir dia kenapa-kenapa di kamar karena lama sekali,, batin Fandi.


"Rafa kok kamu lama banget? Rara nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Fandi begitu Rafa sudah berada di dekatnya.


"Dia nggak kenapa-kenapa kok,, tadi istriku bangun dan aku sempat panik banget Fan,, aku pikir dia di culik di kamar ternyata dia sedang mengambil air minum,," ucap Rafa lega.


"Astaga,,, kalau Rara di culik di dalam rumah,, aku pasti pingsan Rafa," ucap Fandi yang langsung membuat Rafa tertawa.


"Ada-ada aja kamu Fan,," ucap Rafa sambil menggelengkan kepalanya.


"Oh iya mereka belum datang?" tanya Rafa.


"Belum,, karena udah jauh sih mereka ngejar orang itu," ucap Fandi.


"Ya udah kita tunggu aja kalau gitu," ucap Rafa lalu kembali duduk di dekat Fandi.


"Iya tuan," ucap anak buah Rafa lalu kembali ke tempat mereka berjaga sambil menunggu orang yang melempar di rumah Rafa.


Tak lama anak buah Rafa dan Fandi datang dengan membawa pelaku pelemparan itu.


Rafa segera menyuruh mereka untuk membawa pelaku itu ke ruang bawah tanah.


Ruang bawah tanah.


Rafa mengernyitkan dahinya begitu melihat pelaku yang lagi-lagi tak di kenalnya sama sekali,, dan memang benar salah satunya seorang wanita.


Sementara Fandi lagi bertanya kepada kedua orang itu tentang siapa yang menyuruhnya namun kedua orang itu tidak ada yang mau bilang sekalipun sudah disiksa.


"Sudah Fandi mereka tidak akan mengaku,, mereka sangat setia kepada bosnya,, mereka melakukan ini pasti sudah siap mati,, mereka ini sama saja dengan Denis dan bosnya,, apa jangan-jangan orang yang berada di belakang adalah orang yang sama?" ucap Rafa.


"Aku rasa memang benar Rafa,," ucap Fandi.


"Kalian tidak akan pernah tau siapa bos ku sebelum Rara meninggal,, ketika Rara meninggal barulah kalian akan tau,,, siap-siap saja kehilangan istri kamu Rafa," ucap salah satu penjahat itu lalu tertawa.


Dia masih bisa tertawa meskipun sudah babak belur akibat dipukuli dengan anak buah Rafa dan Fandi.


Rafa langsung memberikan tendangan di mulut pria itu begitu mendengar ucapannya.

__ADS_1


Fandi ikut memukuli pria itu begitu mendengar ucapannya.


"Langkahi dulu mayat aku kalau ingin menyakiti Rara," ucap Fandi lalu kembali meninju wajah pria itu.


"Rafa aku rasa nggak ada gunanya menahan mereka,, aku yakin mereka ini memang sudah siap mati dan juga tidak berharga buat bos mereka,, jadi kita lenyap kan saja mereka,," ucap Fandi.


"Iya kamu benar juga,, aku yakin mereka nggak akan dicari,, mereka pasti sudah diikhlaskan dengan bosnya," ucap Rafa.


"Tembak mereka berdua masing-masing sepuluh kali tembakan," ucap Rafa kepada anak buahnya.


"Baik tuan," ucap anak buah Rafa lalu segera melakukan perintah Rafa.


Setelah itu Rafa dan Fandi segera keluar dari ruang bawah tanah itu. Dan anak buah mereka segera mengurus mayat kedua orang itu.


"Entah mereka dibayar berapa sampai-sampai tidak mau membuka mulut," ucap Rafa kesal.


"Aku rasa itu karena kesetiaan mereka pada bosnya makanya mereka nggak mau buka mulut,," ucap Fandi.


"Iya aku rasa kamu benar," ucap Rafa.


"Siapa kira-kira pelakunya?" ucap Rafa lagi.


"Aku pasti akan mencari tau Rafa,, sekarang kamu lebih baik istirahat saja,," ucap Fandi.


"Lalu kamu?" tanya Rafa.


"Sebentar,, aku mau memeriksa keamanan disini dulu," ucap Fandi.


"Ya udah aku ikut," ucap Rafa.


"Kamu tidur disini saja,, nggak usah pulang dulu sudah larut ini,, kamu juga harus hati-hati Fandi jangan sampai kamu juga jadi incaran," ucap Rafa lagi.


"Iya Rafa tenang saja,, kamu nggak usah ikut temani Rara saja,, aku hanya memeriksa lalu tidur," ucap Fandi lagi.


"Kamu nggak keluar kan?" tanya Rafa.


"Nggak kok,," ucap Fandi.


"Oke,, aku ke kamar dulu kalau gitu," ucap Rafa.


"Iya," ucap Fandi.


Rafa pun segera ke kamar setelah mendengar ucapan Fandi dan Fandi segera melakukan hal yang ingin dia lakukan.


"Mana mayat kedua orang itu?" tanya Fandi.


Anak buah Rafa pun segera mengantarnya ke tempat mayat kedua orang itu.


"Coba periksa di tubuh mereka,, jangan sampai ada sesuatu," ucap Fandi.

__ADS_1


Anak buah Rafa pun segera menuruti ucapan Fandi.


__ADS_2