
Gracia sudah selasai dengan pergantian wajahnya, dia bergantian dengan wanita yang meninggal, Gracia sudah mengatur semuanya untuk mengelabui anak buah Fandi dan juga semua orang suruhan yang sedang mencari tahu keberadaannya.
Pergantian wajah ini sebenarnya Gracia tidak mau lakukan, tapi itu adalah cara terakhir yang bisa dia lakukan hanya untuk mendapatkan apa yang dia mau. Wajah wanita itu juga tidak terlalu jauh beda dengan Gracia.
Ayah Gracia ikut tersenyum melihat anaknya yang bahagia dengan wajah barunya.
Anak buah Fandi yang dia lihat itu hanya orang yang mirip dengan ayah Gracia, orang itu memakai topeng, ayah Gracia selalu mengunjungi anaknya dengan memakai topeng juga dan membawa mobil sendiri tanpa anak buahnya agar dia tidak dicurigai sama sekali, mereka telah mengelabui anak buah Fandi.
Wanita yang di ubah wajahnya menjadi Gracia itu memang telah bertukar dengan Gracia dan dia lebih dulu di operasi demi melancarkan rencana yang telah disusun Gracia. Wanita itu juga sudah ingin mengakhiri hidupnya makanya dia setuju dengan rencana Gracia dan juga pergantian wajah itu. Postur tubuh mereka juga tidak jauh beda.
"Kamu sangat senang sekali dengan wajah barumu sayang," ucap ayah Gracia.
"Iya dong ayah, walaupun aku harus melupakan wajah lamaku karena sekarang dia telah meninggal, tapi aku bahagia kok karena aku bisa melakukan rencana aku," ucap Gracia.
"Lagian wajah ini tidak jauh beda kok dengan wajahku sebelumnya," ucap Gracia.
"Kamu tidak takut akan dicurigai?" tanya Ayah Gracia.
"Tidaklah ayah, aku sudah mengatur semuanya, mereka tidak akan dapat apa-apa dengan menyelidiki wajah baru aku ini, wanita itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan keluarga kita, dia juga tinggal jauh, aku sudah tahu segala kebiasaan dia melalui dia langsung bahkan dia mengetiknya, aku tinggal mempelajarinya agar tidak ada kecurigaan sama sekali," jawab Gracia.
"Baiklah, ayah percaya sama kamu," ucap ayah Gracia.
"Ayah cepat ke rumah sakit sebelum anak buah mereka curiga, aku yakin sekarang mereka masih berjaga-jaga, mereka pasti masih mencari informasi untuk meyakinkan semuanya, jadi ayah harus cepat sebelum mereka mencurigai anak buahku," ucap Gracia.
"Iya ayah sudah mau ke rumah sakit kok sekarang," ucap ayah Gracia.
Setelah mengucapkan itu dia segera pergi ke rumah sakit.
#########
Rumah Aldi
"Rara masakan kamu enak banget," puji Aldi sambil mencicipi masakan Rara.
"Ihhh kak Aldi jangan gitu dong kak, masa di cicip-cicip sih, kan belum waktunya makan," ucap Ana.
__ADS_1
"Ya ampun dek dikit doang kok aku cicipnya," ucap Aldi.
"Itukan masakan aku bukan masakan Rara," ucap Citra.
"Cit kamu lagi kenapa sih, jelas-jelas itu masakan kak Rara kok," ucap Ana.
"Iya itu masakan Rara, kamu lagi ngantuk yah Cit?" tanya Aldi lalu tertawa.
Citra pun hanya diam sambil kesal, karena memang benar yang dikatakan Ana dan Aldi kalau itu masakan Rara, dia hanya kesal saja makanya berbicara seperti itu.
"Citra bantuin juga kok tadi, jadi ini juga masakan dia," ucap Rara.
"Nggak usah sok deh kamu Rara, aku nggak butuh kok kamu belain," ucap Citra.
"Citra kamu kenapa sih, bicara seperti itu," ucap Ana.
"Iya Citra, kamu ini kenapa sih, kok kayaknya kamu benci pada Rara, padahal kalian baru bertemu, Rara juga selalu berusaha ingin berteman dengan kamu, tapi kamu selalu sinis pada dia, memang Rara salah apa sama kamu?" tanya Aldi.
"Nggak ada,,, Rara nggak salah apa-apa sama aku, lagian perasaan kalian ajah kalau aku benci sama Rara, aku nggak benci sama dia sama sekali, aku hanya nggak bisa cepat berteman dengan orang yang baru aku kenal," ucap Citra.
"Kak Rara jangan ambil hati yah sama kelakuan dan ucapan Citra, dia memang gitu orangnya," ucap Ana.
"Iya nggak kok, aku nggak pernah memasukan ke dalam hatiku ucapan Citra," ucap Rara sambil tersenyum.
"Hemm untung kak Rara baik orangnya," ucap Ana.
"Iyalah memang Rara ini baik, makanya si Rafa itu sangat mencintai dia," ucap Aldi pada Ana.
"Apaan sih Aldi lebay banget," ucap Rara.
"Nggak kok," ucap Aldi.
Sok banget sih itu Rara, benci banget gue sama dia batin Citra.
"Lebih baik aku mandi terus dandan karena Rafa mau datang jadi aku harus tampil cantik biar Rafa sadar kalau aku tuh lebih cantik dari Rara dan lebih cocok untuk dia," gumam Citra dan segera ke kamar mandi.
__ADS_1
###########
Ketika jam makan siang Rafa dan Fandi segera ke rumah Aldi.
"Fan gimana ada informasi lagi dari mereka mengenai Gracia?" tanya Rafa.
"Nggak ada, mereka masih memantau, aku sih bingung banget nih, kok kayaknya ada yang nggak beres ajah gitu dengan kematian Gracia, tapi mereka dapatnya kalau Gracia sudah meninggal," ucap Fandi.
"Sama aku juga merasa begitu sih, aku benar-benar terkejut begitu mendengar kalau Gracia sudah meninggal, yah kamu tahulah dia itu wanita yang seperti gimana, masa sih dia itu meninggal hanya karena mengonsumsi obat dan mabuk, itu seperti bukan Gracia banget gitu, dia itu bukan tipe yang akan menyia-nyiakan hidupnya apalagi di saat dia sedang dendam-dendamnya," ucap Rafa.
"Iya itu juga yang aku pikirin, diakan tipe wanita yang akan balas dendam," ucap Fandi.
"Tapi mereka terus memantau kok, jadi kita tunggu saja informasi selanjutnya dari mereka," ucap Fandi lagi.
Rumah Aldi
Rara, Aldi, Ana, dan juga Citra sedang menunggu kedatangan Rafa dan Fandi yang belum datang-datang juga.
"Ini mereka kemana sih, kok belum datang-datang juga, lama banget, jangan bilang deh kalau mereka masih kerja, mana nggak ada kabar gini lagi," ucap Aldi sambil melihat ke pintu masuk.
"Rara telfon Rafa dong, kalau kamu yang telfon dia pasti nggak marah," ucap Aldi lagi.
Citra lagi-lagi kesal kenapa harus Rara.
Rara segera menelepon suaminya dan Rafa yang melihat panggilan telfon dari istrinya segera mengangkat panggilan telfon itu.
"Halo sayang, ada apa?" tanya Rafa.
"Kamu lagi dimana sekarang, Aldi sudah kesal karena lama menunggu kamu, sepertinya dia sudah sangat lapar," ucap Rara sambil melihat Aldi.
Astaga Rara sampai segitunya batin Aldi.
Sedangkan Ana hanya tersenyum saja, dan Citra hanya melihat kesal saja pada Rara.
Rafa tertawa dulu begitu mendengar ucapan Rara, lalu kembali berbicara.
__ADS_1
"Aku sih nggak perduli sayang kalau dia kesal, asal bukan kamu yang kesal," ucap Rafa sambil tersenyum.