Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Cantik wajah dan cantik hati


__ADS_3

"Nama kamu cantik secantik orangnya," ucap mama Reno.


"Ahh tante bisa ajah buat aku terbang tinggi," ucap Ana sambil tersenyum.


"Beneran loh tante serius,," ucap mama Reno.


Ana hanya tersenyum saja.


"Oh iya sebenarnya kamu nggak perlu repot-repot lagi kok nungguin tante,, karena majikan tante udah kesini kok,, jadi dia nggak mungkin sepertinya menyuruh aku bawa sendiri belanjaan ini sampai ke mobil,, kamu bisa kembali pada teman-teman kamu,, tante nggak enak menganggu waktu belanja kamu dengan temanmu,," ucap mama Reno basa-basi padahal sebenarnya dia berharap Ana tetap disitu supaya dia bisa bertemu dengan Reno.


"Nggak kok tante,,, nggak ganggu sama sekali,, mereka juga pengertian kok sama aku karena aku udah bilang juga tadi sama mereka sebelum membantu tante,,,aku nggak mau ninggalin tante disini sendirian,, karena aku nggak mau banget kalau sampai tante di suruh bawa belanjaan segini banyaknya sendiri jadi aku akan memastikan langsung sebelum balik sama temanku,,," ucap Ana.


Nggak mungkin nak sebenarnya anak aku itu membiarkan aku bawa belanjaan sendirian,, karena dia takut di keluarkan dari kartu keluarga,, batin mama Reno lalu tertawa di dalam hatinya.


"Terima kasih yah nak,, sudah begitu perhatian pada tante," ucap mama Reno.


"Iya tante,, dan nggak usah lagi bilang terima kasih tante,, aku malu karena ini hanya kebaikan kecil saja," ucap Ana.


"Ini sudah kebaikan besar buat tante loh," ucap mama Reno.


Sementara Reno masih mencari keberadaan mamanya,,, sampai-sampai dia lupa kalau dia bisa menelepon mamanya.


Mama aku kemana sih ya ampun,, kenapa aku tidak melihat dia,, pasti sebentar marah-marah nih dia karena aku terlambat menjemputnya,, padahal dia yang tidak kelihatan,, katanya udah dekat pintu keluar,, batin Reno.


"Ya ampun tante bisa ajah sih,, oh iya mana anak majikan tante? belum muncul-muncul juga," ucap Ana.

__ADS_1


Iya juga yah,, kemana lagi sih tuh anak tengil satu,, sampai sekarang tidak nongol-nongol,, giliran nggak ada cewek cantik ajah dia cepat nongol,, batin mama Reno yang mulai kesal dengan anaknya.


"Iya juga yah,, padahal tadi dia bilang sudah sampai loh,, tapi kok belum kelihatan yah sampai sekarang," ucap mama Reno sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.


Hemm sana dia tuh anak,, tapi untung juga yah aku yang melihatnya duluan,, bukan dia yang melihat aku duluan,, kan bisa ketahuan kalau dia yang lihat aku duluan terus manggil aku mama,, ketahuan deh kebohongan aku kalau sampai itu terjadi,, batin mama Reno sambil melihat Reno yang sedang mencarinya.


"Sana dia anak majikan tante,, emm tante bisa minta tolongkan,, jagain belanjain tante karena tante mau pergi menemuinya dulu,, sepertinya dia tidak melihat tante," ucap mama Reno.


Oh sana,, kenapa dia terlihat seperti orang yang sedang kebingungan mencari orang padahalkan dia bisa menelepon saja,, batin Ana heran.


"Kenapa nggak tante telfon saja biar tante nggak capek-capek jalan untuk menemui anak majikannya tante," ucap Ana.


Aduh iya juga yah,, tapi nggak bolehlah,, bisa-bisa ketahuan dong,, aku kan ingin ajak kerjasama Reno dulu baru menemui kamu nak,, harus cari alasan nih yang masuk akal dan nggak bikin dia curiga,, batin mama Reno.


"Kamu benar juga nak,, hanya saja tante nggak biasa untuk menelepon anak majikan tante duluan,, jadi lebih baik tante menemui dia saja, sebelum dia pergi jauh,, tolong yah jagain dulu semua barangnya tante," ucap mama Reno.


"Oh begitu baiklah tante," ucap Ana pada akhirnya.


Lalu dengan segera Mama Reno pergi menemui anaknya yang sedang kebingungan mencari mamanya sendiri,, padahal sejak tadi dia juga sudah melewati mamanya sendiri,, sedangkan Ana terus melihat mama Reno yang sedang berjalan menuju ke arah Reno.


Reno yang melihat mamanya benar-benar terkejut,, karena melihat penampilan mamanya yang tidak seperti biasanya,, pantas saja dia susah mengenali mamanya,, semua itu karena penampilan mamanya yang berubah.


Ya ampun berarti sejak tadi aku melewati mama aku sendiri dan kenapa aku tidak meneleponnya saja sejak tadi,, bodoh banget kamu Reno,, batin Reno yang baru sadar kalau sejak tadi dia sudah melewati mamanya.


Reno segera berjalan ke arah mamanya.

__ADS_1


"Mama tumben berpenampilan seperti ini," ucap Reno begitu dia sudah berada dekat dengan mamanya.


"Udah kamu nggak usah mikirin itu dulu anakku, ada yang lebih penting dari itu,," ucap mama Reno.


Reno pun mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan mamanya. Reno yang belum mengerti dengan maksud mamanya tiba-tiba teringat dengan mamanya yang memanggil dirinya dengan panggilan tuan. Dengan segera Reno menanyakan maksud mamanya berbicara seperti itu pada dirinya.


"Mama kenapa tadi aneh banget gitu,, kenapa memanggil aku dengan panggilan tuan? aneh banget tau ma,," ucap Reno.


"Nah itu dia yang mama mau bilang,, kamu lihat wanita cantik yang berdiri itu di dekat belanjaan mama semua?" ucap mama Reno sambil melihat Ana yang sedang berdiri di dekat belanjaannya dan Reno secara refleks melihat juga ke arah pandangan mata mamanya.


Hemm cantik darimananya sih mama aku ini,, cantikan juga Fania kok,, batin Reno.


"Lihat nggak?" tanya mama Reno dengan galaknya.


"Iya ma lihat kok,, dia besar gitu orangnya,, jadi nggak mungkinkan aku tidak melihat dia,, nggak usah galak-galak dong mamaku sayang,," ucap Reno sambil tersenyum manis pada mamanya yang selalu galak pada dirinya,, tapi Reno tahu kalau mamanya itu sangat menyayangi dia,, begitupun Reno sangat menyayangi mamanya.


"Gimana mau nggak galak,, kalau kamu buat mama harus bersikap galak terus sama kamu yang pembangkang ini," ucap mama Reno.


"Mama pikir kamu nggak melihat dia,, hampir saja mama cungkil matamu itu kalau kamu tidak melihatnya," ucap mama Reno lagi.


Reno sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ucapan mamanya.


Apa yah yang mereka bahas,, jangan-jangan tante sedang dimarahi lagi sekarang sama anak majikannya itu kan kasihan,, kok mereka lama banget sih balik kesini,, aku mau kesana tapi nggak enak juga ikut campur,, tunggu dulu disini kalau udah kelewatan lama,, aku bakalan kesana juga,, batin Ana sambil terus melihat mama Reno dan juga Reno.


"Astaga mama ini tega banget pada anak sendiri yah,, aku lihat kok,, tapi kalau cantik dia biasa ajah kok nggak cantik tuh," ucap Reno.

__ADS_1


Cantikan Fania kok pacar aku,, batin Reno.


"Sini matamu mama cungkil beneran, di perlihatkan wanita cantik sesungguhnya malah bilang biasa ajah, giliran Fania si wanita yang nggak cantik sama sekali,, mau di lihat dari segi manapun kamu bilangin cantik,, asal kamu tahu yah anakku sayang,,, wanita yang kamu lihat sekarang itu sangat cantik,,, dia itu cantik wajah dan cantik hati," ucap mama Reno.


__ADS_2