Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Mengungkapkan perasaannya,,,,


__ADS_3

"Idihh ngapain kamu senyum-senyum gitu, udah kayak orang gila aja," ucap Citra sambil melihat Ana yang masih senyum-senyum membaca pesan yang masuk di ponselnya.


"Hmm kamu kepo banget sih,, terserah aku dong mau senyum, mau marah,," ucap Ana sambil melihat Citra yang sedang mengerucutkan bibirnya.


Sementara Delia dan Tasya hanya geleng-geleng kepala melihat Citra dan Ana yang selalu saja ribut bahkan untuk masalah kecil pun.


"Serius,, itu pesan dari siapa sih? aku kepo nih,, aku jujur," ucap Citra lagi sambil nyengir melihat Ana.


"Aku jujur juga, aku nggak mau beritahu kamu karena kamu cerewet," ledek Ana sambil tertawa melihat Citra.


"Hmm nggak perlu kamu beritahu,, aku tau itu pasti dari Reno,, iyakan? jujur aja deh,," ucap Citra sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


"Ishh sok tau banget sih," ucap Ana lagi.


"Haduh udah terlihat jelas tuh,, cie pasti Reno lagi romantis-romantis tuh makanya kamu senyum-senyum seperti itu," ledek Citra lagi.


"Ishhh apaan sih Cit,, nggak gitu juga kali," ucap Ana.

__ADS_1


Citra pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ana.


"Tuh kan ngaku juga akhirnya itu pesan dari Reno,, sebenarnya kalian itu apa sih nggak jelas banget hubungannya,, dibilang pacaran nggak juga,, tapi kalian dekat kayak orang pacaran,, iya nggak Delia, Tasya,, kalian pasti satu pemikiran dengan aku kan?" ucap Citra sambil melihat Tasya dan Delia.


Tasya dan Delia pun menganggukkan kepala mereka secara bersamaan.


"Nah,, Tasya kan Reno itu sepupu kamu,, beritahu dia agar segera memberikan kejelasan pada Ana,, kalau dia nggak memberikan kejelasan,, aku akan mencarikan Ana cowok lain,, biar Reno tau rasa," ucap Citra.


"Ishh apaan sih Citra,, ajar Tasya yang nggak,, nggak,," ucap Ana.


"Sorry Ana untuk yang ini aku akan dengarkan kata Citra,, lagian yah aku sangat mendukung kalian berdua,, pokoknya kalian berdua harus segera jadian,, kalau perlu harus sampai nikah,, lagian yah Ana,, mama kak Reno itu sangat suka jika kamu yang menjadi menantu dia,, aku yakin banget," ucap Tasya lagi yang membuat Ana jadi tersipu malu.


"Cie,, dapat lampu hijau tuh,, ayo Tasya segera kan deh,, mereka berdua harus segera menikah,, pokoknya harus yah," ucap Citra lagi.


"Ishh apaan sih Cit,, ada-ada aja," ucap Ana.


"Nggak kok Ana,, pokoknya misi sekarang membuat Ana dan Kak Reno jadian," ucap Tasya lagi.

__ADS_1


"Oke setuju banget," ucap Citra juga.


"Ya ampun nggak usah aneh-aneh deh kalian," ucap Ana cepat.


"Hmm nggak usah banyak komentar deh, aku tau kamu juga suka pada Reno,, hanya masih malu-malu aja jadi kamu nggak sadar perasaan kamu pada Reno,," ucap Citra lagi.


"Tadi pesan dari Reno kan?" tanya Citra lagi sambil melihat Ana.


Citra ingin jawaban langsung dari Ana.


"Jawab aja nggak usah malu-malu,, karena nanti juga akan ketahuan, percuma kamu sembunyikan," ucap Citra lagi.


"Iya dari Reno,, dia ajak makan malam tapi cuma berdua aja,, dia nggak mau kalau ada yang lain," ucap Ana malu-malu.


Citra pun langsung heboh begitu mendengar ucapan Ana.


"Fix Ana,, kamu harus dandan cantik-cantik,, aku mencium aroma-aroma Reno akan mengungkapkan perasaannya," ucap Citra lagi.

__ADS_1


__ADS_2